Mendadak Menikahi Gadis Cacat

Mendadak Menikahi Gadis Cacat
Pergi USG


__ADS_3

"Tendangan kaki nya cukup kuat, aku wajah ku hampir saja tidak berbentuk karena nya," gumam Bram sambil mengompres wajahnya dengan air es. Walaupun ia sebenarnya sudah tahu siapa sebenarnya Serena, tapi Bram tetap mencintai wanita itu dan tidak akan pernah melarang Serena untuk menjadikan dirinya sebagai seorang wanita yang kuat. Bahkan Bram sendiri justru merasa sangat beruntung memiliki seorang wanita yang bisa melindungi dirinya sendiri dengan begitu ketika ada bahaya yang ingin melukai wanita nya, ia bisa melawannya dengan begitu mudah.


Bram juga takut jika ia sewaktu-waktu tidak ada disamping Serena disaat ada bahaya, maka dari situlah Bram tetap mendukung Serena untuk tetap melakukan apa yang wanita itu sukai.


"Istri ku kau memang terlihat wanita lemah lembut, tapi ternyata seorang ketua geng mafia. Kenapa aku sampai tidak menyadari hal itu sebelumnya, sudahlah. Itu juga demi kebaikan mu dan aku bangga pada mu karena kau telah menjadi wanita yang kuat." Bram terus bergumam dengan sendirinya, lalu tiba-tiba ia melihat Serena perlahan-lahan membuka kedua kelopak mata nya ingin bangun dari tidur nya.


"Mas Bram, apa yang terjadi pada mu?" tanya Serena cukup bingung dengan keadaan wajah suami nya.


"Aku tidak sengaja menabrak pintu kamar mandi," ucap Bram yang tak ingin mengatakan yang sebenarnya takutnya Serena malah menjadi merasa bersalah kepada nya, sedangkan ia sama sekali tidak masalah dengan apa yang terjadi pada nya.


"Seharusnya kau lebih berhati-hati, Mas."

__ADS_1


"Hem, lain kali aku akan berhati-hati, kok. Ini sudah jam 9, apa kau sudah makan?"


"Belum, Mas. Dan sekarang aku sudah mulai lapar, apa Mas Bram sudah makan?"


"Belum, sebaiknya kita berdua turun kebawah dan makan bersama sekarang."


Serena mengangukan kepala nya dengan patuh sambil tersenyum kecil ke arah suami nya. Dan Bram diam-diam memperhatikan raut wajah istri nya yang terlihat sama sekali tidak marah kepada nya dan Bram akhirnya sudah benar-benar merasa lega karena ia pikir Serena akan menangis lagi seperti sebelumnya.


Serena duduk berada di dekat suami nya, lalu menyendok nasi serta lauk pauk untuk Bram. Ia juga tidak lupa menuangkan air putih untuk suami nya dan Bram benar-benar di perlakukan dengan sangat baik oleh Serena. Melihat Serena dan Bram yang terlihat begitu romantis, membuat Juan merasa begitu iri melihat nya. Seandainya ia diperlakukan seperti itu, mungkin Juan merasa sangat bahagia memiliki seorang istri yang sifatnya seperti Serena.


"Kapan aku memiliki seorang istri yang bisa memperlakukan aku dengan baik seperti itu? Apakah selama ini aku kurang baik pada nya?" gumam Juan dalam hati nya.

__ADS_1


"Juan, kau ingin kemana?" tanya Bram yang seketika mengejutkan laki-laki itu.


"Ingin mengantarkan Desta ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan USG."


"Tunggu! Aku ingin ikut!" sahut Serena dengan bersemangat dan Bram langsung saja menatap ke arah istri nya, ia bingung kenapa istri nya malah ingin ikut.


"Sayang, kau ingin apa?"


"Tentu saja ingin menemani Desta adik ku. Mas, juga harus ikut bersama dengan kami."


Bram tentunya tidak bisa menolaknya sehingga ia banyak bisa menganggukkan kepala nya saja. Terutama ia juga ingin sekalian mengajak istri nya jalan-jalan ke mall dengan begitu istri akan merasa sangat bahagia dan terhibur.

__ADS_1


__ADS_2