Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 12. Diculik


__ADS_3

Setelah putusnya pertunangan Haikal dan Resia diketahui pak Ferdi, Ainisha langsung dikabari bahwa tugasnya untuk memisahkan Haikal dan putrinya sudah berhasil. Dengan begitu, secara otomatis hutang-hutang ayahnya dianggap lunas.


Ainisha sangat bahagia mendengar kabar dari pak Ferdi dan segera kembali ke rumahnya. Ainisha kini bebas dan bisa menjadi dirinya sendiri yang ceria dan tomboy. Menjadi orang lain itu sangat melelahkan dan menyiksa hati. Bagaimana tidak, Ainisha harus bersikap terbalik 180 derajat dari sifat aslinya.


Ainisha merasa sudah terbebas dari belenggu sebuah penjara. Dia kini akan menjalani Hidup normal seperti dulu lagi. Dia kembali bekerja dan kembali mengantarkan pesanan Tama ke kantor Haikal.


Saat itu, Ainisha bertemu Tama dalam keadaan bingung dan agak kacau. Ainisha menawarkan diri untuk membantu kesulitan kakak seniornya itu.


"Kak, Tama. Kamu kenapa, sepertinya banyak kesulitan. Bilang saja padaku, siapa tahu aku bisa bantu," kata Ainisha penuh perhatian.


"Aini, mana mungkin kamu bisa bantu. Aku saja kesulitan," jawab Tama sambil tertawa kecil


"Kak Tama meremehkan aku?" ucap Ainisha kesal.


"Bukan begitu, Aini. Begini, tapi kamu jangan bilang pada orang lain ya?" kata Tama setengah berbisik.


"Percaya sama Aini," jawab Ainisha.


"Begini, bos aku sedang mencari seorang gadis, Namanya Alisha. Sampai sekarang dia belum bisa menemukan gadis itu. Bos putus asa. Sayangnya aku sama sekali belum pernah bertemu dengan gadis yang bernama Alisha itu. Jadi, saat dia menyuruhku mencarinya, aku bingung. Aku harus mulai dari mana mencarinya?" kata Tama panjang lebar.


Ainisha kaget mendengar perkataan Tama. Tetapi dia berusaha menyembunyikan apa yang ada didalam hatinya saat ini.


"Oh, mencari seorang gadis. Kalau itu, aku tidak bisa bantu, Kak Tama."


"Makanya aku bilang tadi kamu nggak bakal bisa bantu. Tapi, makasih karena kamu sudah ada inisiatif untuk membantuku," ucap Tama sambil tersenyum.


Ainisha menghela nafas berat.


Ternyata, Haikal masih mencarinya. Apa mungkin dia memang benar-benar jatuh cinta pada Alisha? batin Ainisha.

__ADS_1


Tetapi semua sudah berlalu dan semua itu hanya akan menjadi masa lalu yang harus Ainisha lupakan. Masa lalu yang kelam dan akan tetap menjadi rahasia terpendam untuk selamanya.


Ainisha tertegun sebelum akhirnya ada sebuah pesan dari pak Ferdi yang membuatnya bingung. Pak Ferdi ingin bertemu dengannya di sebuah restoran mewah. Diakhir pesan di tulis kata 'penting'.


Ainisha pamit pada Tama dan segera kembali ke rumahnya. Dengan perasaan cemas, Ainisha berubah menjadi Alisha dan segera pergi ke alamat yang di berikan pak Ferdi. Perasaan Ainisha mulai tidak enak, ketika dia sudah sampai di restoran.


Biasanya pak Ferdi tidak pernah terlambat justru Ainisha yang selalu datang terlambat jika mereka bertemu untuk mendiskusikan sesuatu. Atau pak Ferdi akan langsung pergi ke rumahnya. Tetapi, kali ini Ainisha tidak melihat pak Ferdi di antara orang-orang yang saat ini ada di dalam restoran.


Ainisha duduk di salah satu tempat yang masih kosong. Dia mengirim satu pesan pada pak Ferdi yang segera mendapatkan balasan.


"Hati-hati, bukan aku yang memintamu datang. Pasti ini ulah Resia. Kamu segera pulang."


Itulah isi balasan dari pak Ferdi yang membuat Ainisha sangat panik. Dia bergegas keluar dari restoran dan berusaha mencari taksi. Namun, tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang dan Ainisha sudah tidak ingat apa-apa lagi.


Ketika sudah sadar, Ainisha sudah berada di sebuah kamar hotel dalam keadaan terikat tangan dan kakinya. Mulutnya disumpal dengan kain. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan. Anisha berusaha berontak, tapi ikatan di tangan dan kakinya sangat kuat. Ainisha kini hanya bisa pasrah dan menangis pelan.


Akan tetapi, Ainisha tidak mampu berbicara meski hatinya sangat marah dan emosinya memuncak. Mulutnya masih tersumpal kain sehingga Ainisha tidak bisa meluapkan emosinya.


"Alisha, kamu ingin berbicara? Oke akan aku buka. Karena aku juga ingin memberimu pertanyaan yang harus kamu jawab," ucap Resia sambil membuka kain yang yang menutupi mulut Ainisha.


"Resia, apa yang akan kamu lakukan padaku?"


"Alisha, hari ini, aku akan membuatmu menyesal karena kamu telah berani tidur dengan Haikal. Aku ingin lihat, apakah Haikal masih mau bersamamu setelah kamu tidur dengan laki-laki lain," kata Resia sambil tersenyum sinis.


"Resia, jangan lakukan itu."


Resia sangat ketakutan mendengar perkataan Resia. Resia memang tipe wanita yang akan membalas dendam pada orang-orang yang menyakitinya. Mata Ainisha mulai tidak dapat membendung airmatanya yang mulai mengalir deras.


Pembalasan, kenapa datang begitu cepat. Apakah aku harus menerima semua ini sebagai karma karena aku telah melakukan kebohongan pada Haikal. Pura-pura tidur dengannya dan sekarang, nasibku tidak akan jauh berbeda dengan apa yang kulakukan. Tetapi ini nyata bukan kepura-puraan, batin Ainisha sedih.

__ADS_1


"Alisha, aku tahu semua. Kamu orang suruhan ayahku. Semua yang kamu lakukan padaku, aku sudah tahu semuanya, termasuk foto-foto itu, pasti ulah kamu juga. Aku sekarang sudah hancur dan aku tidak ingin kalian bahagia diatas kehancuranku. Kita akan sama-sama hancur," ancam Resia.


"Tidak, Resia. Maafkan aku ...." ucap Ainisha terhenti.


"Sayang, ayo mulai saja. Aku sudah tidak sabar melihat kehancuran Alisha dan Haikal," perintah Resia pada seorang laki-laki yang ternyata adalah pria yang pernah bersama Resia di hotel.


"Sabar, sayang. Menikmati keindahan, harus dengan hati yang santai. Jangan terburu-buru, rasanya nanti akan berbeda. Dia cantik juga, menggairahkan," ucap pria itu sambil membuka bajunya.


Ainisha semakin takut dan panik. Melihat pria dengan tatapan yang seolah ingin memakannya hidup-hidup. Pria itu mulai mendekatinya dan meraba wajahnya hingga ke leher yang semakin membuat Ainisha marah.


"Apa yang kamu lakukan padaku, hentikan! Jangan ...." teriak Ainisha.


"Silahkan berteriak sepuasnya, bahkan sampai tenggorokan kamu kering. Ruangan ini kedap suara, jadi nikmati saja sayang. Kamu pasti akan ketagihan dengan sentuhanku," kata pria itu yang membuat Ainisha berhenti berteriak.


"Jangan lakukan itu padaku. Aku mohon, kasihani aku," kata Ainisha memohon.


"Alisha-Alisha, pertunjukan ini akan sangat menyenangkan. Nanti akan aku kasih videonya buat kamu, oke Sayang. Lakukan sekarang, atau mau aku bantu membuka pakaiannya?" tanya Resia pada pria itu.


"Sayang, rasanya kurang nyaman melakukan itu, tapi tubuh dia diikat. Aku butuh dirinya untuk meningkatkan gairahku," ucap pria itu sambil meraba pinggang Ainisha yang membuat Ainisha kembali berteriak.


"Lepaskan!" teriak Ainisha.


Ainisha bertambah panik ketika melihat Resia memasukan sesuatu ke dalam segelas minuman yang kemudian di berikan pada pria itu. Pria itu tersenyum dan segera melihat ke arah Ainisha yang tampak sangat ketakutan.


"Minumlah, aku jamin kamu tidak akan merasa takut lagi," ucap pria itu yang segera mencengkeram mulut Ainisha dan memasukan minuman itu kedalam mulut Ainisha. Sekuat apapun, Ainisha menolak, minuman itu, nyatanya sudah masuk kedalam perutnya. Ainisha terbatuk-batuk setelah dipaksa meminum air yang sudah dicampur dengan obat perangsang.


Ainisha menangis sedangkan sepasang kekasih itu tersenyum menunggu obat itu bereaksi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2