
Ainisha memulai aksi balas dendamnya pada Resia dan John dengan berpura-pura muncul di hadapan mereka secara tidak sengaja. Walaupun taktik ini terbilang pasaran, tetapi ini akan memberi syok terapi untuk John.
Ainisha ingin melihat bagaimana reaksi John saat melihat Clara. Masih adakah sedikit cinta untuk bisa menarik John masuk ke dalam perangkapnya. Tetapi, apakah Ainisha tidak akan trauma, jika teringat peristiwa saat dia di culik bahkan akan dinodai oleh John?
Ainisha pergi menuju ke sebuah restoran tempat John dan Resia makan malam. Dengan mengenakan gaun yang seksi berwarna hitam. Gaya berpakaian mirip ketika Ainisha menjadi Alisha.
Sebenarnya, Ainisha tidak pernah menyangka jika apa yang dulu pernah dilakukannya kini akan terulang lagi. Tetapi kali ini, Ainisha melakukannya dengan penuh kesadaran tanpa paksaan.
Ainisha berjalan dengan anggun dan menarik perhatian beberapa pengunjung. Dia melihat berhenti sejenak untuk melihat keberadaan John dan Resia.
Setelah mengetahui tempat duduk John dan Resia, Ainisha berjalan melewati tempat duduk mereka. Saat melewati mereka, Ainisha melirik ke arah John yang tidak sengaja melihatnya. Ainisha melihat sekilas wajah John yang tampak panik melihat keberadaan Clara.
Ainisha juga memilih duduk di meja yang tidak terlalu jauh dari mereka. Sehingga John akan bisa melihat keberadaan Ainisha dengan jelas.
Saat Ainisha pergi ke toilet, John mengikuti Ainisha dan dia sudah menunggunya di depan toilet wanita. Ainisha sangat kaget, dia tidak menyangka jika John akan secepat itu ingin mendekatinya. Tapi tunggu, dilihat dari tatap matanya, dia tampak marah padaku.
Ainisha berpura-pura tidak melihat kehadiran John. Dia berjalan santai melewati John yang kesal melihat sikap Ainisha yang tidak peduli dengannya.
"Clara ... apa kabar?" panggil John sambil berdiri di belakang Ainisha.
Ainisha cukup terkejut, apalagi dia tahu kalau John lelaki yang bisa melakukan apa saja terhadap wanita. Ainisha berbalik badan dengan gaya seksinya.
"John, kabar baik. Kamu sendiri, pasti juga baik-baik saja bersama istrimu. Maaf aku tidak ingin mengganggu kalian," jawab Ainisha sambil tersenyum menggoda.
"Kamu benar. Aku baik-baik saja bersama istriku, tapi itu sebelum kamu datang. Apa sebenarnya tujuan kamu muncul dihadapan kami, kamu ingin merusak hubungan kami?" tanya John dengan nada emosi.
__ADS_1
Rupanya John marah pada Ainisha karena mengira Ainisha akan merusak hubungan John dan Resia.
"Kamu salah, John. Apa kamu pikir, aku masih mencintaimu? Tidak, aku dulu memang bodoh, telah memberikan hatiku pada orang yang salah," jawab Ainisha sambil tersenyum sinis.
"Tidak mungkin, kamu dulu pergi ke luar negeri karena kamu tidak bisa melupakan aku, bukan? Kamu pasti tidak bisa melupakan aku, makanya kamu datang dihadapan kami. Clara, jangan sekali-kali kamu muncul lagi di depan kami, apalagi sampai kamu berbicara yang aneh-aneh dihadapan istriku," ancam John.
Ainisha terkejut mendengar ancaman John. Ternyata, memang sudah tidak ada cinta di hati John untuk Clara. Tetapi Ainisha ingin mencoba mencari jalan lain. Dia tidak ingin menyerah sebelum bertanding.
Setelah mengancam Ainisha, John berlalu pergi. Ainisha menatap kepergian John dengan tatapan penuh dendam. Ainisha tidak akan berhenti sampai tujuannya tercapai. Ainisha kembali menuju mejanya. sambil sesekali mengamati sepasang suami istri yang menjadi targetnya.
Saat Ainisha hendak berdiri, pandangannya tertuju pada seseorang yang sangat dia kenal. Haikal, sedang makan malam bersama seorang wanita yang sangat cantik. Ainisha belum pernah melihat wanita itu sebelumnya. Tetapi mereka tampak sangat dekat dan akrab.
Hati Ainisha sangat sedih dan sakit hati melihat kedekatan mereka. Meskipun bagi Haikal, dirinya sudah meninggal, dan dia sudah menjadi seorang duda, setidaknya bertahanlah untuk beberapa waktu lagi. Tetapi, ternyata begitu mudahnya dia melupakan cintanya pada Ainisha.
Tanpa Ainisha sadari, airmatanya menetes dan menghalangi pandangannya. Sehingga dia tidak melihat bahwa Haikal menatapnya tajam. Ainisha mengusap airmatanya ketika air bening itu sudah mulai menetes di pipinya. Dia berusaha menguatkan hati untuk tidak terpengaruh dengan keberadaan Haikal dan wanitanya.
Setelah beberapa waktu, Ainisha memanggil pelayan dan setelah membayar apa yang dipesannya, dia segera melangkah pergi. Hari pertamanya untuk mendekati John berakhir menyedihkan.
Ainisha pulang dengan wajah sedih sehingga membuat Bu Minarsih penasaran dengan apa yang terjadi pada Ainisha. Ainisha masuk kekamarnya dan segera menghapus make up yang dipakainya. Suara ketuk pintu membuatnya sadar, dia tidak boleh terlalu memperlihatkan kesedihannya.
"Masuk," ucap Ainisha cukup keras.
Ainisha melihat kedatangan Bu Minarsih sambil tersenyum.
"Ibu, ada apa?" tanya Ainisha sambil mengusap wajahnya dengan kapas.
__ADS_1
"Ibu lihat tadi kamu pulang dengan wajah sedih. Apakah John menyakitimu?" tanya Bu Minarsih cemas.
"Tidak secara lahir, tapi Ainisha tidak menyangka jika dia sudah tidak punya perasaan sedikitpun lagi pada Clara. Dia bahkan mengancam aku. Aku tidak boleh bicara apa-apa mengenai hubungan Clara dan dia dimasa lalu," jawab Ainisha sambil menghela napas berat.
"Itulah yang membuat Clara putus asa dan sakit hati yang dalam pada dia. Karena John hanya menginginkan tubuhnya saja," kata Bu Minarsih sedih.
"Ainisha jadi bingung, bagaimana bisa memikatnya kembali. Sepertinya, dia sangat takut pada Resia. Bagaimana menurut pendapat Ibu?" tanya Ainisha bingung.
"Ibu sendiri tidak tahu. Ainisha, sebaiknya kamu tidak perlu membalas dendam lagi. Ibu ingin kamu fokus saja membantu Ibu dalam mengelola bisnis keluarga Ibu," ucap Bu Minarsih sambil menatap Ainisha penuh harap.
"Jika, Ainisha tidak balas dendam lagi, Ainisha tidak akan bisa tenang. Ainisha tahu, meskipun Ainisha tidak balas dendam, Tuhan pasti akan memberikan pembalasan untuk mereka. Tetapi, Ainisha tidak bisa melepaskan dan menunggu sampai pembalasan itu datang pada mereka," ucap Ainisha dengan penuh emosi.
Tetapi pada akhirnya, Ainisha setuju untuk untuk melakukan keduanya. Membantu Bu Minarsih kerja di perusahaannya sekaligus mencari cara untuk membalas dendam. Walaupun Ainisha memiliki keterbatasan dalam pendidikan karena dia hanya lulusan SMA, Ainisha akan berusaha belajar dengan terjun langsung dalam dunia bisnis.
Suatu hari, Ainisha mengikuti pesta perjamuan sebuah perusahaan yang merupakan rekan kerja perusahaan Bu Minarsih. Ainisha diajak untuk diperkenalkan dengan rekan kerja yang lain supaya Ainisha bisa menjalin kerja sama dengan baik nantinya.
Ainisha datang dengan memakai gaun berwarna merah yang terlihat sangat anggun meski tidak terlalu seksi. Rambutnya yang terurai lanjang menambah anggun penampilannya.
Disana, banyak sekali para pengusaha muda baik laki-laki maupun perempuan. Ainisha diajak Bu Minarsih untuk masuk. Mereka disambut dengan baik, apalagi dengan penampilan Ainisha yang anggun membuat beberapa pengusaha muda, menatap kagum padanya.
Diantara mereka, terlihat oleh Ainisha, Haikal juga berada disana. Tetapi dia tampak sendirian.
Apakah istrinya tidak menemaninya? batin Ainisha.
Bersambung
__ADS_1