Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 55. Apa yang terjadi?


__ADS_3

Seenak-enaknya tinggal di rumah mertua, pasti lebih enak tinggal di rumah sendiri. Itulah yang kini sedang Ainisha rasakan. Kehidupan Ainisha menjadi terasa sulit setelah dia memutuskan bertahan disisi Haikal.


Bu Kartika dan Tere terlihat bersikap manis pada Ainisha ketika didepan Haikal dan ayahnya. Mereka sangat menjaga diri agar tidak terlihat sedikitpun kesalahan di mata Pak Hartawan maupun di depan Haikal. Saat itu, Ainisha menganggap mereka sudah melupakan apa yang pernah Bu Kartika ucapkan padanya. Padahal tidak demikian.


Suatu hari, pak Hartawan dan Haikal sedang berada di kantor. Seperti biasa, Ainisha menidurkan Haidar didalam kamarnya. Setelah Haidar tertidur lelap, Ainisha beranjak dari ranjangnya hendak menuju kamar mandi. Dia ingin mencuci wajahnya yang mulai terlihat lesu karena mengantuk. Matanya lelah dan dia ingin tidur, tetapi dia kini berada di rumah mertuanya. Dia harus bisa menjaga diri agar tidak dikatakan menantu pemalas.


Akan tetapi, baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Tentu saja dia kaget dan takut. Apa lagi, bau parfumnya bukan bau parfum suaminya. Ainisha mencoba berontak, tetapi peluang erat pria itu membuat Ainisha sulit bergerak. Ainisha melihat wajah pria itu, yang terpantul di kaca meja riasnya.


Ainisha berusaha berteriak, tetapi mulutnya di bekap oleh pria tersebut. Setelah itu, Ainisha sudah tidak ingat lagi apa yang terjadi. Ketika dia sadar, dia sudah berada di atas ranjang dan dalam keadaan tanpa baju.


Yang lebih membuat Ainisha syok, ada Bu Kartika dan Tere yang tersenyum penuh ejekan melihat kondisi Ainisha. Apa semua ini ulah mereka?


Terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah. Ainisha segera memakai bajunya dan hendak keluar, tetapi kedua wanita itu menghentikan langkahnya.


"Mau kemana, tunggu saja di sini," ucap Tere dengan senyum penuh kemenangan.


"Ainisha, kamu tidak boleh kemana-mana. Tunggu saja putusan Haikal," ucap Bu Kartika membela Tere.


"Ibu, putusan apa?” tanya Ainisha bingung.


Ibu Kartika dan Tere hanya diam sambil melihat ke arah Haikal yang sudah berada di pintu. Hati Ainisha tiba-tiba merasa cemas saat melihat raut wajah dan sorot mata Haikal yang dipenuhi amarah. Haikal mendekati Ainisha yang berdiri dengan kaki gemetar.


"Ainisha, katakan padaku. Katakan apa yang sebenarnya terjadi," ucap Haikal sambil menahan emosi.


"Apa, Mas. Aku tidak mengerti apa yang kamu tanyakan," ucap Ainisha panik.


Haikal memperlihatkan foto-foto Ainisha sedang tidur dengan seorang pria. Ainisha teringat wajah pria itu sama seperti wajah pria yang tadi datang kekamarnya. Tetapi Ainisha tidak apa yang terjadi setelahnya karena dia dibius dan tidak sadarkan diri. Ainisha bingung, harus bagaimana menjelaskan semua ini pada suaminya. Dan lagi, bagaimana mungkin pria itu bisa masuk ke dalam kamarnya, jika tidak ada campur tangan orang yang tinggal di rumah ini.

__ADS_1


"Mas, ini ... ini memang aku. Tetapi, aku tidak tahu apa yang terjadi. Tadi ada pria masuk ke kamar lalu membius aku. Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi," jawab Ainisha sangat takut jika Haikal tidak percaya apa yang dia ucapkan.


"Jangan percaya ucapan istrimu, Haikal. Dia sudah berselingkuh dan dia kamu lihat sendiri. Dia juga sudah mengaku kalau yang ada didalam foto itu adalah dirinya. Ceraikan dia Haikal. Wanita seperti tukang selingkuh, tidak patut menjadi menantu keluarga kita," ucap Bu Kartika memanas-manasi Haikal.


"Ikut aku!" teriak Haikal sambil menarik tangan Ainisha.


"Mas, sakit. Jangan tarik aku seperti ini. Aku bisa berjalan sendiri," ucap Ainisha kesal mendapat perlakuan kasar dari Haikal.


Haikal tidak mendengarkan ucapan Ainisha, dia terus menarik tangan Ainisha dengan kasar hingga sampai ke mobil.


"Masuk!" teriak Haikal kesal. Emosinya telah mengalahkan logikanya.


Ainisha menurut saja apa yang diperintahkan Haikal padanya. Dia tidak tahu, apa yang ingin Haikal lakukan saat ini terhadapnya. Dia juga tidak bisa menyalahkan Haikal yang lebih percaya dengan apa yang dia lihat. Yang membuat Ainisha sedih dan kecewa, Haikal tidak percaya pada istrinya dan lebih percaya pada pada orang lain.


Haikal ternyata, membawanya ke rumah sakit. Hal itu membuat Ainisha sangat emosi dengan sikap Haikal.


"Kita akan melakukan visum. Dengan visum, kita akan tahu, kamu berbohong atau tidak," jawab Haikal sambil menatap Ainisha.


Ainisha sangat kecewa dan sakit hati.


"Mas, hari ini, aku ingin kamu berjanji satu hal padaku. Karena kamu tidak lagi percaya padaku, apapun hasil visumnya, aku ingin kita berpisah. Aku tidak mau hidup dengan suami yang tidak percaya pada istrinya," ucap Ainisha putus asa.


"Lihat saja nanti," ucap Haikal tidak peduli dengan ucapan Ainisha.


"Jika kamu tidak mau berjanji, aku tidak akan mau."


"Kamu harus mau!" Haikal tetap memaksa Ainisha untuk melakukan visum.

__ADS_1


Dengan berat hati, Ainisha akhirnya melakukan visum. Dan hasilnya, cukup membuat hati Haikal lega. Ainisha tidak pernah mengalami kekerasan seksual dan tidak ada tanda-tanda telah melakukan hubungan badan. Jadi, hari ini Ainisha tidak berselingkuh dengan pria itu.


Tetapi, bagi Ainisha, apapun hasilnya, keputusannya tidak akan berubah. Dia akan tetap meminta pisah dari Haikal karena rasa ketidak percayaan Haikal padanya. Haikal memeluk erat tubuh Ainisha yang kini tidak lagi respek terhadap perhatian Haikal.


Ainisha sudah tidak tahan lagi, melihat Haikal yang seolah peduli padanya. Padahal beberapa bulan ini, Haikal tidak lagi memperdulikan anak dan istrinya karena terlalu sibuk bekerja. Lebih baik hidup kekurangan tapi selalu bisa menjaga kebersamaan. Daripada hidup berkecukupan tetapi tidak ada perhatian sama sekali.


Haikal berubah, setelah mereka tinggal di rumah orangtuanya. Menurut Ainisha, Haikal tidak bisa lagi menjadi tempatnya mengadu. Ainisha seolah hidup sendirian bersama Haidar di rumah sebesar itu.


Ainisha dan Haikal kembali ke rumah setelah selesai visum. Anisha langsung mengambil Haikal dari tangan ibu mertuanya. Hal itu membuat Bu Kartika kesal. Apa lagi saat melihat Haikal tidak tampak marah lagi pada Ainisha.


"Haikal, kamu sudah ceraikan dia?" tanya Bu Kartika penasaran.


"Ibu, Ainisha adalah istriku. Aku tidak akan pernah menceraikannya. Ibu, sudahlah. Aku tidak akan pernah mempermasalahkan apa yang sudah terjadi. Haikal berharap, ibu tidak akan melakukan hal ini lagi di kemudian hari. Atau, Haikal akan pindah dari rumah ini," ancam Haikal lalu pergi ke kamar menemui Ainisha.


Bu Kartika dan Tere tampak kesal karena Haikal sudah mengetahui jika semua itu perbuatannya.


Haikal menatap Ainisha yang terlihat tidur sambil memeluk Haidar. Haidar yang tidak tahu apa-apa, tampak bermain dengan rambut ibunya.


Haikal menghela napas berat, melihat sikap Ainisha setelah visum hari ini. Ainisha terlihat terluka dengan apa yang Haikal lakukan. Tepi, Haikal terpaksa melakukannya. Karena hanya itu jalan satu-satunya untuk bisa membuktikan bahwa Ainisha tidak bersalah.


"Ainisha, maafkan perlakuanku tadi padamu. Aku terlalu terbawa emosi," ucap Haikal sambil duduk ditepi ranjang.


"Aku mengerti. Ku mohon, lepaskan aku dan Haidar," jawab Ainisha yang membuat Haikal kembali emosi.


"Tidak. Aku tidak akan pernah menceraikan kamu," ucap Haikal kesal.


"Aku tidak sanggup tinggal lebih lama di rumah ini. Tapi aku tidak bisa memintamu pergi dari rumah ini. Karena mereka orangtuamu," ucap Ainisha sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2