
Orang-orang yang hadir di acara pernikahan John ikut panik. Mereka juga ikut khawatir melihat mempelai wanita tiba-tiba pingsan.
John tidak berani membawa Ainisha ke rumah sakit, meskipun saat ini Ainisha sedang tidak sadarkan diri. John takut, keberadaan Ainisha akan diketahui keluarganya.
Dia hanya memanggil dokter ke rumah untuk memeriksanya. Seorang dokter yang merupakan kenalan John dan bisa dipastikan dia tidak akan membocorkan keberadaan Ainisha di rumahnya.
"Pak John, bagaimana dengan pernikahannya, apakah masih akan dilanjutkan?" tanya salah seorang pria yang akan menjadi saksi pernikahan John dan Ainisha.
"Tentu saja. Tolong, minta pada pak penghulu untuk menunggu sebentar," ucap John pada pria tersebut.
"Baik, pak John."
John sedikit cemas jika pernikahannya akan gagal karena keadaan Ainisha yang kurang sehat. John berpikir untuk memaksa Ainisha, meskipun dia dalam keadaan sakit sekalipun.
"Bagiamana kondisinya, Dok?" tanya John cemas.
Dokter Edi menatap John dan untuk sesaat dia terdiam. Hal itu semakin membuat John khawatir.
"Dok, katakan, apakah dia baik-baik saja?" tanya John lagi.
"Maaf, John. Tapi aku harus mengatakan ini. Dia dalam kondisi sangat tertekan dan itu mempengaruhi janin yang dia kandung," jawab dokter Edi.
"Apa, janin apa?" tanya John kaget.
"Jadi kamu tidak tahu kalau dia sedang hamil?" tanya dokter Edi kaget juga.
"Tidak. Jadi, saat ini Clara sedang hamil?"
"Benar. Sudah memasuki Minggu ke-4. Saat ini dia membutuhkan suasana hati yang baik, perbanyak istirahat. Dia tidak boleh banyak tekanan baik secara lahir maupun batin. Itu sangat berpengaruh terhadap bayinya," ucap dokter Edi menjelaskan.
__ADS_1
Sementara, pak penghulu masih menunggu dengan sabar di depan. Meski pada akhirnya beliau datang menemui John untuk mendengar secara langsung keputusan dari John.
Pak penghulu terkejut disaat mendengar dokter mengatakan jika Clara hamil. Beliau lalu kembali ke tempat duduknya semula. Beliau berunding dengan temannya.
"Kita tunggu saja sebentar lagi," ucap pak penghulu.
John datang menemui pak penghulu untuk menjelaskan keadaan saat ini. John memberitahukan bahwa, pernikahannya akan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.
"Pak John, kalau begitu, kami harus segara pulang," ucap pak penghulu setelah mendengar keputusan John.
"Maaf, kami menunda waktu kalian. Saya sangat berterima kasih atas waktu yang kalian berikan untuk menunggu kami," ucap John lalu bersalaman dengan penghulu dan yang lainya.
Setelah kepergian mereka, John terduduk lemas. Kenyataan bahwa Ainisha hamil membuatnya terpukul. John yakin, bayi itu milik Haikal. John tidak menyangka jika Ainisha akan hamil secepat itu setelah menikah. Harapannya untuk memiliki keluarga dan anak-anak bersama Clara pupus sudah.
Untuk beberapa saat, John termenung. Timbullah keinginannya untuk tidak terlalu bersedih. Jika dia tidak bisa bahagia bersama Clara, maka Haikal juga tidak akan bisa hidup bahagia bersamanya. John tetap akan menyembunyikan Clara dari keluarganya sampai kapanpun.
John bangkit dari duduknya lalu pergi kekamar untuk melihat keadaan Ainisha. Ainisha masih belum bangun. Dia duduk menatap wajah Ainisha yang menjadi Clara dengan penuh rasa kecewa. Seharusnya, Clara menikah dengannya dan anak yang dikandungnya adalah anaknya.
John mengingat bahwa dulu dia dan Clara pernah saling mencintai. Tetapi, cinta itu sirna setelah dia bertemu Resia. John memang memiliki sifat yang cepat bosan dengan pasangan. Dia tidak bisa hidup dengan satu wanita saja. Dia adalah playboy sejati.
Tetapi, saat bertemu Clara yang sekarang, hatinya kembali berdebar-debar dan John yakin jika dia sudah jatuh cinta pada Clara. Bahkan cintanya kali ini, sanggup membuatnya berhenti menjadi Casanova. Dia ingin memiliki keluarga yang bahagia seperti orang lain.
Ketika dia tahu dari Haikal bahwa Clara bukanlah Clara dan Haidar bukanlah anaknya, John tidak mau menerima kenyataan. Bahkan ketika bukti-bukti sudah diberikan padanya, dia tidak akan peduli. Karena dia tidak ingin percaya bahwa wanita yang dia cintai, bukanlah Clara melainkan Ainisha istri dari Haikal.
John menarik napas dalam-dalam, karena akhirnya dia menyadari bahwa wanita yang dia cintai adalah Ainisha. Karena itulah, saat Ainisha memintanya mengembalikan Haidar pada keluarganya, John setuju saja tanpa banyak bicara. Karena yang sebenarnya dia inginkan adalah Ainisha.
John lalu keluar dan meminta Bibik untuk menjaga Ainisha. Dia pergi menemui pengacara yang juga sahabatnya untuk meminta nasehat dan masukan. John ingin membuat Haikal maupun Ainisha untuk membenci satu sama lain.
Beberapa hari kemudian, John menemui Ainisha untuk mendapatkan tanda tangan darinya. John juga sengaja memberitahu Ainisha bahwa Ainisha saat ini sedang hamil.
__ADS_1
"Clara, ini adalah surat perjanjian. Aku akan melindungi kamu dan bayimu, asalkan kamu bersedia menandatangani surat ini," ucap John agak lembut.
"Kenapa kamu tidak melepaskan aku saja. Saat ini aku sedang hamil dan aku ingin bersama anak dan suamiku," pinta Ainisha.
"Tidak bisa. Kamu akan selamanya di sampingku walaupun kamu tidak menginginkannya. Jika kamu tidak ingin terjadi sesuatu dengan bayimu, cepat tandatangani surat itu!" perintah John.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan bayiku?" tanya Ainisha panik.
"Aku bisa saja menggugurkan kandungannya. Aku akan membunuhnya, jika kamu tidak mau tanda tangan," ancam John sambil tertawa.
"Jangan lakukan itu. Dia berhak hidup dan melihat dunia," ucap Ainisha sambil memegangi perutnya.
"Kalau begitu, cepat tanda tangan!"
Ainisha mengambil surat dari tangan John dan membaca isinya. Di situ tertulis bahwa Ainisha akan hidup bersama John selama 3 bulan. Setelah itu, John akan membiarkan Ainisha pergi.
Demi keselamatan bayi yang dikandungnya, Ainisha terpaksa menyetujui isi dari surat perjanjian tersebut. Toh hanya 3 bulan saja. Ainisha segera menandatangani surat perjanjian itu tanpa pikir panjang lagi.
"Rangkap dua, jangan lupa," ucap John mengingatkan.
Tanpa perasaan curiga sedikitpun, Ainisha menandatangani surat perjanjian itu, sebanyak rangkap dua. Karena Ainisha pikir itu adalah salinannya.
John tersenyum setelah mendapatkan tanda tangan dari Ainisha. Dia segera pergi kekamarnya untuk beristirahat. Dia merebahkan dirinya sambil memandangi surat perjanjian yang ada ditangannya. Ada rasa puas yang terlihat dari sorot matanya yang tajam.
"Ternyata sangat mudah mendapatkan tanda tangan dari Ainisha. Pasti akan lebih mudah lagi mendapatkan tanda tangan dari Haikal. Mereka memang harus segera bercerai," gumam John sambil tersenyum licik.
John mencium kertas ditangannya dan dia yakin waktu 3 bulan itu, akan cukup membuat Ainisha dan Haikal berpisah selamanya.
Sekalipun John tahu Ainisha tidak mencintainya, tetapi dia juga tidak akan membiarkan orang lain memilikinya.
__ADS_1
Tunggu saja kehancuran keluargamu Haikal. Kamu dan Ainisha tidak akan bisa tertawa di atas sakit hatiku, batin John.