Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
BB 67. Akhir bahagia


__ADS_3

Haikal menjelaskan pada Ainisha bahwa Bu Minarsih sangat berperan penting dalam membantu Haikal mendapatkan kembali perusahaannya. Lebih jelasnya, Haikal saat ini hanya menjadi pemimpin perusahaan tetapi bukan pemilik.


Pemilik yang sebenarnya adalah Bu Minarsih yang sudah mengambil alih perusahaan tersebut dari tangan Resia yang menjadi pemilik perusahaan setelah berhasil mendapatkannya dari John.


Meskipun Haikal bukan lagi pemilik perusahaan tersebut, tetapi Bu Minarsih sudah memberikan mandat bahwa seluruh keputusan akan ditentukan oleh Haikal sebagai wakil dari pemilik perusahaan.


Haikal tidak lagi gengsi ataupun malu untuk menerima bantuan dari orang lain terutama dari keluarga sendiri. Karena dia menyadari bahwa dia tidak akan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, itu sudah merupakan kodrat alam.


Dengan bekerja, dia bisa menghidupi anak dan istrinya serta bisa membeli rumah baru untuk tempat berteduh. Mereka akan memiliki keluarga sendiri dan Ainisha bebas bersikap di rumahnya sendiri.


Selain itu ada kabar baik dari ibunya Haikal yang menyesal telah percaya pada hasutan Tere. Apalagi setelah tahu jika Ainisha adalah gadis yang dulu pernah menyelamatkan hidup Haikal.

__ADS_1


Ada banyak kabar terbaru dari John yang sekarang di kenai hukuman satu tahun penjara. Meskipun bagi Ainisha dan Haikal, itu terlalu ringan, tetapi mereka menghormati keputusan pengadilan.


Selain kabar bahagia, ada kabar duka yang datang dari Resia. Resia akhirnya meninggal dunia setelah beberapa Minggu di rawat di rumah sakit. Meskipun Ainisha tidak berteman baik dengan Resia, tetapi saat pertemuan terakhir mereka, membuat Ainisha merasa kasihan pada Resia. Ainisha sudah memaafkan Resia dan ingin yang terbaik untuknya. Dan Allah sudah berkehendak lain, memanggil Resia lebih cepat.


Ainisha dan Haikal datang ke pemakaman Resia yang ternyata di lakukan oleh Bu Minarsih. Orang yang dekat dengan Resia pada akhir hidupnya. Ainisha yakin jika Resia bahagia sebelum dia meninggal karena selalu di jaga oleh Bu Minarsih seperti menjaga anaknya sendiri.


Setelah tujuh hari meninggalnya Resia, Bu Minarsih mengajak Ainisha dan Haikal datang menemui pengacara. Sebenarnya mereka merasa bingung, karena mereka tidak pernah ada masalah apapun.


"Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu di kantor kami. Sesuai dengan isi wasiat dari almarhum Ibu Resia, maka kami akan mengumumkan bahwa seluruh harta dan properti milik Ibu Resia akan diserahkan kepada Ibu Ainisha. Ibu Resia berharap Ibu dan Bapak Haikal akan bisa mempergunakannya dengan baik," kata pengacara dengan jelas.


Ainisha dan Haikal saling berpandangan lalu berlatih ke Bu Minarsih. Bu Minarsih mengerti jika Ainisha dan Haikal pasti bingung dan tidak percaya akan semua ini.

__ADS_1


"Ainisha, Haikal. Resia secara ikhlas menyerahkan semuanya pada Ainisha karena dia merasa bersalah atas apa yang pernah dia lakukan. Daripada jatuh ke tangan John lebih baik diberikan pada Ainisha. Ibu harap, kalian bisa menerima ketulusan hati Resia," ucap Bu Minarsih.


"Silahkan ditandatangani Ibu Ainisha. Setelahnya surat ini akan memiliki kekuatan hukum," ucap pengacara tersebut.


Ainisha lalu menandatangani surat tanda terima, dan secara resmi, Ainisha kini menjadi pemilik seluruh harta kekayaan Resia dan pak Ferdi. Ainisha kembali teringat saat bertemu pak Ferdi dan menerima tugas untuk mendekati Haikal. Ainisha menatap Haikal sambil meneteskan airmata sebagai rasa haru dan terima kasih pada almarhum Resia dan ayahnya.


Tidak ada yang menyangka jika hidup Ainisha akan dipenuhi kebahagiaan, setelah melewati berbagai macam cobaan dan ujian hidup.


Jangan menjadi pelakor dengan alasan apapun, karena akan ada orang yang tersakiti.


End

__ADS_1


__ADS_2