Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 6. Rencana Ainisha


__ADS_3

Pagi yang cerah. Matahari mulai mengintip dari balik tirai kamar Haikal. Cahayanya mulai mengenai wajah Ainisha yang membuatnya terbangun. Ainisha perlahan-lahan membuka matanya dan terkejut mendapati dirinya bisa tertidur disaat seperti ini.


Ainisha menoleh ke arah Haikal yang masih tertidur disampingnya dengan sangat pulas. Mungkin itu akibat minuman yang Haikal minum semalam. Ditatapnya wajah tampan yang membuatnya jatuh cinta. Orang yang hanya bisa dia pandang, tetapi tidak akan pernah bisa dia miliki.


Maafkan aku, Haikal. Apa yang aku lakukan kali ini mungkin sudah keterlaluan. Aku terpaksa melakukannya. Semoga kamu memaafkan aku.


Ainisha kembali berpura-pura tertidur saat melihat Haikal mulai sadar. Haikal perlahan membuka matanya dan memegang kepalanya yang masih terasa pusing akibat mabuk semalam. Tanpa sadar, matanya tertuju pada seseorang yang ada diatas ranjangnya. Seorang gadis. Haikal terperanjat dan kaget melihat gadis yang tidur disampingnya. Lebih kaget lagi gadis itu adalah Alisha yang tampak tanpa busana.


Apa yang terjadi? pikirnya.


Dia juga syok saat melihat dirinya, hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada di dalam selimut yang sama dengan Alisha. Haikal panik dan menyalahkan dirinya karena telah merusak masa depan seorang gadis kecil yang dia cintai.


Haikal tertegun sesaat, memandang wajah cantik Alisha. Gadis kecil yang sudah membuatnya merasakan cinta pada pandangan pertama. Meski merasa bersalah, mungkin kejadian semalam akan bisa membawanya lebih dekat dengan Alisha. Haikal ingin sekali mengingat kejadian semalam. Akan tetapi, Haikal hanya ingat saat Haikal mencium Alisha di bar. Sementara apa yang terjadi di rumahnya semalam, dia sama sekali tidak ingat.


Timbul pemikiran gila yang tiba-tiba merasuki hatinya. Dia ingin membuat, bukan mengingat.


Tunggu, bukannya aku yang pastinya semalam merudapaksa dia? Apa yang akan dipikirkannya tentang aku, jika aku mengulanginya sekali lagi? Semalam aku tidak sadar telah melakukannya, apakah dia akan menganggap aku gila jika dengan sadar aku melakukannya dan ingin menikmati indahnya kebersamaan ini?


Haikal menghela nafas berat. Diurungkanlah niat buruknya pada Alisha agar dimata Alisha, hal buruk tentang dirinya tidak bertambah.


Aku akan bertanggung jawab, batinnya.


Ainisha perlahan membuka matanya. Dia berpura-pura baru terbangun dari tidurnya. Saat melihat Haikal setengah telanjang dan tubuhnya juga dalam kondisi yang sama, Ainisha berpura-pura shock dan marah pada Haikal.


"Apa yang kamu lakukan padaku?" tanya Ainisha setengah berteriak.


"Tenang, tunggu. Aku akan bertanggungjawab terhadapmu. Jangan panik," ucap Haikal berusaha menenangkan Ainisha.

__ADS_1


Saat itu terdengar suara pintu rumah dibuka seseorang. Terdengar pula suara langkah kaki yang semakin dekat kearah kamar Haikal.


Suara ketukan pintu membuat Haikal dan Ainisha semakin berpura-pura panik. Haikal panik karena takut Ainisha akan merasa malu. Ainisha meraih pakaiannya dengan ujung kakinya. Belum sempat dia memakai pakaian, pintu kamar yang tidak terkunci pun terbuka. Sepasang mata penuh amarah menatap kedua tubuh setengah telanjang diatas ranjang.


"Haikal ...!" teriak Resia sambil berdiri ditengah pintu kamar Haikal.


"Resia ...," kata Haikal kaget.


Haikal sangat kaget, melihat Resia tiba-tiba ada dirumahnya pagi-pagi begini. Sementara Ainisha segera memakai pakaiannya dan tidak menunjukan rasa bersalah. Semua sudah sesuai rencananya. Tinggal melihat, apa hasil dari usahanya kali ini untuk menuju langkah selanjutnya.


Resia mendekati Haikal yang segera memakai celana dan bajunya. Tidak tampak sedikitpun Haikal merasa panik, dia terlihat santai saja melihat tunangannya datang dan memergoki dia bersama gadis lain di atas ranjang.


"Kita bicara diluar," ajak Haikal.


Haikal keluar dari kamarnya diikuti Resia yang terlihat sangat marah dan kesal. Mereka berhenti di ruang tamu dan Haikal mempersilahkan Resia duduk.


"Haikal, apa yang telah kamu lakukan di belakangku? Kamu menghianati aku?" tanya Resia dengan nada marah.


"Tapi kamu sudah berjanji, bahwa selama kita bertunangan, kamu tidak akan mendekati wanita lain. Dan itu adalah syarat dariku yang harus kamu lakukan dan hormati," kata Resia mengingatkan tentang janji mereka.


"Aku tahu, aku pernah berjanji padamu. Akan tetapi sudah aku bilang, perasaaan ini tidak bisa aku kendalikan," kata Haikal lagi.


Haikal bingung apa yang harus dia lakukan. Semua itu, kini menjadi dilema baginya. Antara cintanya pada Ainisha atau janjinya pada Resia.


Ainisha mendengarkan pertengkaran mereka dengan seksama dari balik pintu kamar Haikal. Terbersit dalam hatinya untuk mengetahui lebih jauh tentang hubungan mereka yang sebenarnya.


Tetapi, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan dengan penuh emosi, Resia mendekati Ainisha.

__ADS_1


"Hei, wanita ja-lang. Kamu berani menggoda tunanganku bahkan sampai ketempat tidur. Kamu wanita murahan dan tidak tahu malu!" teriak Resia.


Plakkk.


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Ainisha hingga menimbulkan bekas di pipi Ainisha. Ainisha sempat kaget karena tidak menyangka Resia akan bertindak kasar padanya. Ainisha tidak mau kalah, dia membalas tamparan Resia dengan tamparan yang lebih keras.


Resia yang semakin marah dan tidak terkendali. Emosinya memuncak karena Ainisha berani membalas perlakuan kasarnya. Selama ini, tidak ada yang berani kepadanya mengingat dia memiliki bodyguard atau anak buah ayahnya yang menjaganya. Meskipun kali ini, dia datang sendiri karena berniat menghabiskan hari ini bersama Haikal agar lebih romantis. Tetapi dia malah mendapatkan kejutan yang menyesakkan dari tunangan palsunya itu.


Dengan penuh amarah, Resia menjambak rambut Ainisha dan Ainisha juga berusaha membalas dengan menjambak rambut Resia pula. Dia wanita itu kini saling menarik rambut dan mereka berteriak-teriak kesakitan.


"Lepaskan!" teriak Resia.


"Kamu dulu yang lepaskan!" teriak Ainisha pula.


"Kamu pela-cur," kata Resia semakin erat mencengkeram rambut Ainisha.


Ainisha berusaha melepaskan diri tetapi dia teringat jika sekarang dia adalah Alisha yang lembut dan lemah. Ainisha menjalankan siasat kalah untuk menang. Dia berpura-pura teraniaya oleh kelakuan Resia. Matanya menatap Haikal yang baru saja masuk dengan wajah memelas. Haikal yang sudah jatuh cinta pada Alisha, tidak tega melihat kondisi Alisha yang dianiaya oleh Resia. Dengan kasar dia memegang tangan Resia dan meminta Reisa Resia untuk melepaskan tangannya dari rambut Ainisha.


"Resia, lepaskan tanganmu dari rambut Alisha!" Bentak Haikal.


"Tidak mau. Aku ingin membunuhnya," jawab Resia.


Mendengar jawaban Resia, Haikal menjadi marah. Dia tidak tahan lagi melihat wanita yang dicintainya tersiksa. Dengan kesal dia mencengkeram dengan kuat tangan Resia hingga Resia melepaskan tangannya dari rambut Ainisha. Setelah tangan Resia terlepas dari rambut Ainisha, Haikal mendorong tubuh Resia hingga terjatuh. Kontan saja hal itu membuat Resia semakin kesal pada Ainisha bukan pada Haikal yang sudah mendorongnya.


"Haikal ...!" teriak Resia kesal.


"Alisha, kamu baik-baik saja. Mana yang sakit?" tanya Haikal sambil mengelus rambut Alisha.

__ADS_1


"Sakit ...," ucap Ainisha sambil memegang kepalanya manja.


"Haikal ...!" panggil Resia lagi.


__ADS_2