Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 17. Terpaksa pergi


__ADS_3

Bu Kartika sangat antusias sekali memilih perlengkapan bayi. Meskipun beliau belum tahu jenis kelaminnya, Bu Kartika membeli perlengkapan bayi dengan model yang bisa di gunakan baik untuk anak laki-laki maupun untuk anak perempuan.


Ainisha dan Haikal hanya menuruti saja keinginan ibunya tanpa sedikitpun mengeluh. Sebelum mereka pulang, mereka mampir ke sebuah toko perhiasan. Haikal ingin membeli cincin pernikahan karena kemarin waktunya sangat mepet dan dia belum memiliki cincin pernikahan.


Disana, Haikal meminta Ainisha untuk memilih sendiri model cincin yang dia sukai. Ainisha yakin jika Haikal pasti sudah menyiapkan dirinya jika dia memilih cincin yang paling mahal. Tetapi, Ainisha ingin mencoba dan membuktikannya sendiri.


Mendapat lampu hijau, Ainisha meminta pelayan toko untuk mengeluarkan cincin yang paling mahal di toko itu. Beberapa pilihan telah terpampang di depan matanya dengan harga yang sangat fantastis untuk satu cincinnya.


Ainisha menatap Haikal yang tersenyum melihat kelakuan Ainisha. Akan tetapi tidak ada sedikitpun rasa kesal Haikal ketika Ainisha meminta yang paling mahal.


"Pilihlah salah satu yang menurutmu paling bagus untukmu. Aku nanti akan mengikuti modelnya," kata Haikal.


"Aku bingung, semua bagus-bagus. Tetapi aku tidak suka modelnya," kata Ainisha sedikit manja.


"Alisha, yang ini menurut ibu sangat bagus untukmu. cincin berlian berukir," kata Bu Sekar sambil menunjuk salah satu cincin yang memang sangat bagus.


"Begini saja, kamu pilih modelnya saja. Agar lebih spesial, aku akan memesan cincin yang terukir nama kita disana. Bagaimana?" tanya Haikal.


"Ide bagus, anakku. Alisha, ikut saja keinginan suamimu. Kamu pilih saja salah satu yang ada di depanmu," kata Bu Kartika.


Ainisha memilih sebuah cincin yang sangat indah, seperti yang pernah dilihatnya di salah satu drama idolanya. Setelah itu, Haikal memesan sepasang cincin itu yang nantinya akan ada ukiran inisial nama mereka disana.


Setelah selesai berbelanja, mereka memutuskan untuk pulang. Karena siang ini, orangtua Haikal akan kembali ke rumah mereka sendiri. Sampai di rumah, mereka makan siang bersama.


Sebelum ayah dan ibu Haikal pulang, mereka berpesan pada anak dan menantunya agar senantiasa rukun dan jika ada masalah harus dibicarakan dengan kepala dingin. Tidak lupa, mereka meminta Haikal untuk menjaga cucu mereka yang masih dalam kandungan Alisha.


Semenjak hari itu, kehidupan Alisha berubah total. Dia diperlakukan bagai seorang ratu di rumah suaminya. Ainisha sangat beruntung, tidak hanya memiliki mertua yang baik, tetapi juga memiliki suami yang sangat mencintainya.

__ADS_1


Haikal yang terkenal Casanova, kini baginya adalah suami mampu menjadi idaman seorang istri. Seminggu telah berlalu, cinta Ainisha mulai tumbuh subur seiring berjalannya waktu bersama Haikal. Tetapi, ternyata cinta ini pulalah yang membuat Ainisha akhirnya memutuskan untuk pergi meniggalkan Haikal.


Rasa bersalahnya pada Haikal dan juga pada keluarganya, membawa penyesalan yang terus menyiksanya. Semakin besar cinta, semakin besar pula rasa bersalah Ainisha.


Saat Haikal pergi bekerja dan bibik pergi ke pasar, Ainisha memantapkan hati untuk mengakhiri semuanya. Sebelum pergi, Ainisha menuliskan permintaan maaf dan rasa penyesalannya yang dalam atas pilihannya kali ini.


Juga ucapan terimakasih, karena sudah memberinya cinta. Alisha pergi dan tidak akan kembali lagi. Alisha juga berpesan, jika suatu saat Haikal menemukan cinta pada wanita lain, maka menikahlah.


Masih ada satu lagi alasan, kematian pak Ferdi. Kecelakaan yang dialami oleh pak Ferdi, tepat setelah Ainisha mengirimkan pesan padanya. Pak Ferdi pasti terburu-buru karena khawatir Resia akan menyakiti Ainisha. Sehingga dia tidak terlalu fokus melihat jalan. Dengan kata lain, Ainisha merasa bersalah atas meninggalnya pak Ferdi.


Dengan airmata yang menetes, Ainisha pergi meninggalkan rumah Haikal tanpa membawa apa-apa untuk kembali kerumahnya sendiri sebagai Ainisha.


Sampai dirumah, ayah dan ibu Ainisha sangat cemas dan khawatir pada keselamatan Ainisha. Apa lagi saat mendengar kabar, bahwa pak Ferdi meninggal karena kecelakaan. Awalnya mereka mengira, jika Ainisha bersama pak Ferdi. Tetapi mereka bernapas lega karena pak Ferdi sendirian saat terjadi kecelakaan.


"Ainisha, selama seminggu ini kamu tinggal dimana?" tanya sang ibu cemas.


"Aku tinggal di rumah teman. Maaf, Ainisha membuat kalian khawatir?" jawab Ainisha sambil memeluk ibunya.


"Ainisha hanya ingin menenangkan diri saja, Ayah," kata Ainisha sedih.


"Maafkan Ayah, Ainisha. Jika bukan karena Ayah, kamu tidak akan mengalami hal seperti ini," kata pak Harjo sedih.


"Ayah, asalkan Ayah mau berhenti berjudi, Ainisha sudah sangat senang. Lagi pula sekarang semua sudah berakhir. Ainisha akan hidup seperti dulu lagi," kata Ainisha sambil menghela nafas panjang.


"Karena kamu sudah kembali, ayah akan pergi bekerja," pamit pak Harjo.


"Hati-hati ayah," kata Ainisha dan Bu Semi hampir bersamaan.

__ADS_1


Setelah ayahnya pergi, Ainisha penasaran dengan pekerjaan ayahnya sekarang.


"Ayah kerja apa, Bu?"


"Jadi tukang parkir di pasar. Baru 3 hari yang lalu," jawab Bu Semi. "Aini, ibu lihat setelah tidak pulang seminggu, kamu tampak banyak pikiran. Bukankah semua sudah berakhir? Ceritakan pada ibu, agar beban mu bisa berkurang."


"Ibu, ada hal yang memang Aini sembunyikan dari kalian. Aini saat ini sedang bingung dan tidak bisa berpikir jernih."


Ainisha mulai bercerita dari awal, saat Resia mengirimkan pesan kepadanya atas nama pak Ferdi. Sampai terakhir dia terpaksa menikah dengan Haikal seminggu yang lalu.


"Apa Haikal dan keluarganya baik padamu?" tanya ibunya.


"Tidak hanya baik, bahkan mereka menganggap aku seperti anaknya sendiri. Sama juga dengan mas Haikal, dia sangat mencintaiku," jawab Ainisha menahan sesak di dadanya.


"Kamu mencintai Haikal?"


"Ainisha mencintai Haikal, tapi Haikal mencintai Alisha," jawab Ainisha.


"Seharusnya kamu hidup bersama mereka saja. Kamu tidak perlu kembali ke rumah ini."


"Maksud ibu, aku harus menghapus kalian dari hidup Ainisha? Ainisha tidak bisa hidup tanpa kalian," jawab Ainisha sedih.


"Ainisha, jika kamu sudah memutuskan melepaskan suamimu, ibu hanya bisa mendukungmu. Hiduplah bahagia dan tatap masa depanmu. Jangan tengok lagi kebelakang jika hanya akan membuatmu sedih."


"Ibu, Mai hari ini. Alisha sudah mati. Yang ada kini hanya Ainisha sang delivery. Semoga Ainisha tidak di pecat agar Ainisha tidak perlu mencari pekerjaan lain," kata Ainisha.


"Kamu tidak usah khawatir. Ibu sudah menjelaskan pada atasanmu jika kamu menghilang. Besok, coba kamu kesana," kata ibunya.

__ADS_1


Ainisha mengusap airmatanya yang menetes perlahan. Ainisha tidak ingin menangis lagi. Itu bukan sifat Ainisha. Ainisha yang ceria dan tidak mudah menyerah dengan keadaan. Ainisha tidak boleh terus berlarut dalam kesedihan. Tetap semangat, meski terasa ada yang hilang dari dirinya.


Ainisha tidak boleh lagi memikirkan Haikal, meskipun Ainisha sangat khawatir dengan keadaan Haikal setelah dia pergi.


__ADS_2