Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 40. Mulai PDKT


__ADS_3

Suasana ruang kerja Bu Minarsih masih terasa menegangkan setelah Ainisha mengadu masalah gugatan John. Ainisha beralih duduk di sofa sambil menyadarkan kepalanya yang mulai pening.


Ainisha ingin beristirahat sebentar lagi, agar saat dia pulang, suasana hatinya bisa lebih tenang. Sementara Bu Minarsih menghubungi pengacara keluarga untuk membantu Ainisha menghadapi gugatan John.


Bu Minarsih tampak sangat serius dalam menangani masalah Ainisha. Meskipun Ainisha bukan anak kandungnya, tetapi Bu Minarsih sangat menyayangi Ainisha dan Haidar seperti anak dan cucunya sendiri. Hal itu membuat Ainisha juga berharap bisa sedikit menghilangkan kesedihan Bu Minarsih dengan menjadi Clara.


Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu yang membuat Ainisha membenarkan cara duduknya. Dia takut jika ada yang melihatnya dalam keadaan kacau, akan menimbulkan gosip di lingkungan tempat kerjanya.


"Masuk," ucap Bu Minarsih sambil melihat ke arah pintu.


Dari arah pintu, tampak Haikal berjalan dengan gagah menuju meja Bu Minarsih. Haikal tersenyum saat melihat Ainisha yang ada di ruang kerja Bu Minarsih.


"Pak Haikal, maaf sebelumnya. Telah meminta pak Haikal datang," ucap Bu Minarsih sambil tersenyum.


"Tidak masalah," jawab Haikal santai.


"Begini, sebenarnya tadi saya ingin mengajak pak Haikal untuk pergi meninjau proyek baru kita. Tetapi, karena Clara ada disini, sebaiknya kalian saja yang pergi," ucap Bu Minarsih sambil melihat Ainisha.


Ainisha kaget mendengar perkataan Bu Minarsih yang memintanya pergi dengan Haikal. Hari ini, harusnya dia ada di rumah menemani Haidar, tetapi karena ulah John dia harus terjebak bersama Haikal.


Ainisha berusaha menjelaskan pada Bu Minarsih jika hari ini dia cuti. Tetapi Bu Minarsih mengatakan pada Ainisha dengan nada memohon. Ainisha yang sudah terlanjur datang, maka harus bekerja sekalian. Haikal tampak tersenyum mendengar perdebatan dua wanita yang akan menguntungkannya.


Ainisha akhirnya bersedia pergi dengan Haikal, meski hati Ainisha masih belum tenang benar. Hal itu membuatnya terlihat sedikit cemberut yang membuat Haikal memutar otak untuk membuat bisa membuat Ainisha tersenyum.


Ainisha mengikuti langkah Haikal menuju mobilnya yang terparkir rapi di area parkir. Haikal bergegas membukakan pintu mobil untuk Ainisha dengan penuh hormat.


Sepanjang perjalanan, Ainisha masih saja terlihat tidak bahagia. Haikal membawa Ainisha berhenti di sebuah rumah makan sederhana yang menjual mi bakso kesukaan Ainisha.


Ainisha kaget saat tahu, Haikal tidak membawanya menuju proyek tetapi malah mengajaknya makan.


"Kenapa membawaku ke sini?" tanya Ainisha kaget dan melihat ke luar mobil.

__ADS_1


"Aku lihat kamu tampak lelah, jadi kita istirahat di sini sejenak sampai kamu siap kesana," jawab Haikal gugup. Haikal takut jika Ainisha tidak menyukai pemikirannya.


"Baiklah," ucap Ainisha yang disambut senyum oleh Haikal.


Haikal segera turun dari mobil dan membukakan pintu mobil lagi untuk Ainisha. Diapun segera masuk dan segera memesan makanan dan minuman. Lalu, Haikal berjalan menuju tempat duduk Ainisha dan dia duduk disamping Ainisha.


Jantung Ainisha berdetak kencang dan hatinya berdebar-debar saat Haikal duduk tepat disampingnya. Haikal juga merasakan hal yang sama. Terlebih setelah tahu bahwa ada kemungkinan bahwa wanita yang disampingnya adalah istrinya.


Suasana tampak hening dan rasa canggung mulai terlihat dari sikap mereka berdua, sampai pesanan mereka datang. Haikal mencoba menikmati makan siangnya dengan santai, sedangkan Ainisha terlihat gugup.


Saat wajah Ainisha ada bekas makanan, Haikal reflek mengusap tanpa meminta izin terlebih dulu pada Ainisha. Tentu saja hal itu membuat Ainisha kaget. Entah Ainisha harus senang atau sedih dengan sikap Haikal. Padahal saat ini, wajah Ainisha adalah wajah orang lain.


Apakah Haikal jatuh cinta pada Clara? batin Ainisha.


Ainisha mencoba berpikir positif. Wajar jika Haikal jatuh cinta dengan Clara karena Clara memiliki wajah yang cantik. Ainisha berpikir untuk mengikuti permainan Haikal jika benar Haikal jatuh cinta pada Clara. Mungkin ini kesempatan baginya untuk dekat dengan Haikal kembali.


Mereka bergegas kembali menuju ke mobil dan mobil segera melaju ke jalanan yang cukup ramai. Perjalanan yang tidak terlalu jauh, tetapi cukup membuat Haikal terlihat kelelahan. Mereka berhenti disebuah proyek yang masih berjalan dan baru dikerjakan setengahnya.


Haikal yang memang baru pertama kali ini mengajak Ainisha ke area proyek, merasa kasihan. Dia berjalan dibelakang Ainisha untuk mengawasinya agar tidak terjatuh saat berjalan. Tiba-tiba, Ainisha berhenti.


"Ada apa?" tanya Haikal juga ikut berhenti.


"Entahlah, perasaanku tidak enak," jawab Ainisha jujur.


"Hati-hati saja berjalannya, atau aku sendiri saja yang akan ngecek. Kita hanya perlu tahu, sudah sampai tahap mana pembangunan gedung ini. Kamu kembali saja ke mobil," ucap Haikal sambil melihat ke arah Ainisha yang terlihat ragu-ragu.


"Tidak apa-apa. Kita lanjutkan saja pekerjaan kita. Semoga semua baik-baik saja," jawab Ainisha sambil menghela napas.


Ainisha kembali melangkah melewati material-material bangunan yang masih belum tertata rapi. Ainisha menginjak batu bata dan badannya tiba-tiba limbung ke kanan. Haikal yang sudah antisipasi dari awal akan adanya kejadian seperti itu, segera menangkap tubuh Ainisha.


Dengan gagahnya, Haikal menangkap tubuh Ainisha dan menahannya dengan tubuh kekarnya. Pelukan yang tidak disengaja itu, membuat jantung Ainisha kembali berdetak lebih cepat. Bahkan Ainisha juga merasakan detak jantung Haikal berdetak lebih cepat seperti dirinya.

__ADS_1


Rasa canggung kembali terasa diantara mereka. Ainisha melepaskan pelukan Haikal lalu dengan agak malu-malu, Ainisha mundur selangkah.


"Terima kasih," ucap Ainisha pelan.


"Apa, aku tidak dengar?" tanya Haikal pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Ainisha.


"Terima kasih, Pak Haikal," ucap Ainisha lebih keras.


"Sama-sama, Bu Clara," jawab Baiklah sambil tersenyum manis sekali.


Ainisha sampai dibuat malu ketika Haikal menatapnya sambil tersenyum. Senyum yang pernah membuatnya tidak bisa melupakan kenangan ketika di cafe dulu. Perasaan itu kembali muncul dan Ainisha terasa kembali ke masa lalu. Masa yang membuatnya menjadi istri dari seorang Haikal.


Ainisha teringat saat pertama kali, dia menyentuh bagian tubuh Haikal yang jika diceritakan tidak akan mungkin orang akan percaya. Senyum mesum Ainisha tiba-tiba terlihat oleh Haikal. Sehingga membuat Haikal penasaran dengan apa yang saat ini ada didalam pikiran wanita didepannya ini.


Anehnya, Ainisha malah menikmati rasa penasaran Haikal menjadi suatu pemandangan yang lucu. Saat itulah, sebuah papan melayang jatuh dari atas tepat kearah kepala Ainisha. Suara teriakan pekerja dari atas, membuat Haikal panik dan segera menarik tubuh Ainisha kerahnya. Hal itu membuat tubuh Haikal terjatuh ke belakang dan bahunya terbentur batu.


Haikal sengaja menjatuhkan diri secara miring. Selain bisa melindungi Ainisha yang ikut terjatuh, dia juga melindungi area kepalanya yang akan terluka lebih fatal jika terbentur material proyek.


"Aduh ...," terima Haikal merasakan sakit pada area tangannya.


Ainisha panik saat melihat keadaan tangan Haikal yang terluka demi menyelamatkan dirinya. Dia segera berteriak minta tolong dan meminta beberapa pegawai proyek untuk meminta mengantarkan mereka ke rumah sakit terdekat.


Ainisha menangis sepanjang jalan. Hatinya sebagai seorang istri, sangat sedih melihat suaminya terluka.


Bersambung


Sambil menunggu up selanjutnya, baca juga karya teman aku. Judulnya JAMUR, Janda dibawah umur karya Ramanda.


Jangan lupa mampir ya ....


__ADS_1


__ADS_2