
Malam sudah menunjukan pukul 7. Haikal bergegas pulang karena perasaannya tidak enak. Bahkan sejak siang tadi, Haikal menghubungi Ainisha, tetapi tidak diangkat. Hati Haikal agak lega, saat ibunya memberitahu bahwa Ainisha sedang pergi ke mall. Haikal berpikir, Ainisha pasti saking asyiknya sampai tidak sempat menjawab panggilan darinya.
Sampai di rumah, Haikal bergegas masuk ke kamar untuk mencari Ainisha dan Haidar. Karena mereka adalah obat lelah Haikal, setelah bekerja seharian. Tapi Haikal terkejut karena tidak mendapati satu orangpun di sana. Bahkan tanda-tanda adanya gerak-gerik orang pun tidak ada.
Kemana mereka? batin Haikal.
Haikal semakin panik dan was-was jika terjadi sesuatu pada anak dan istrinya. Haikal segera keluar kamar untuk bertanya pada ibunya atau siapa saja yang dia temui. Haikal segera mendekati ibunya yang sedang santai bersama Tere di ruang keluarga.
"Ibu, Ainisha dan Haidar ada dimana?" tanya Haikal panik.
"Ainisha, ibu tidak tahu. Memang tadi siang pamit mau ke mall. Ibu pikir dia sudah kembali dan berdiam di kamar seperti biasanya," jawab Bu Kartika sambil melirik Tere.
"Tidak ada. Ainisha dan Haidar tidak ada didalam kamarnya. Kenapa ibu tidak memperhatikan Ainisha dan Haidar jika mereka belum pulang. Setidaknya beritahu Haikal, biar Haikal bisa segera mencarinya," ucap Haikal kesal.
"Haikal, kamu menyalahkan ibu? Kamu berubah sejak kamu bersama Ainisha lagi. Kamu selalu curiga dengan ibu," ucap bu Kartika marah.
"Itu, karena ibu yang memulai. Ibu, Ainisha itu istri Haikal. Kebahagiaan Haikal ada di diri Ainisha dan Haidar. Haikal tidak akan datang ke sini kalau bukan demi mereka. Katakan sekarang, Ainisha dan Haidar dimana?" tanya Haikal sedih.
"Haikal, aku memang pernah berbuat salah pada Ainisha. Tetapi jangan kamu terus mencurigai ibu," ucap Bu Kartika kecewa.
Haikal merasa tidak akan berhasil mencari jawaban tentang keberadaan Ainisha. Haikal segera pergi ke kantor polisi untuk melaporkan orang hilang. Tetapi, polisi belum bisa menulis laporan karena, belum 24 Jam. Saat Haikal putus asa. Datanglah sang ayah yang membantu Haikal mencari Ainisha.
__ADS_1
"Haikal, apa kamu sudah cek CCTV yang ada di komplek depan rumah kita? Mungkin kita bisa menelusuri dari sana. Tidak Ainisha pergi tanpa pamit. Bagaimana dengan ponselnya, apakah masih bisa dihubungi?" tanya pak Hartawan ikut cemas.
"Sudah, Ayah. Tapi ponselnya mati. Padahal tadi siang masih hidup walaupun tidak di angkat," jawab Haikal.
"Ya sudah. Kita pergi ke pos satpam komplek sekarang," ajak pak Hartawan.
Haikal menuruti saja pendapat ayahnya untuk mencarinya lewat CCTV. Haikal sudah mulai putus asa. Tetapi saat teringat senyum Ainisha dan Haidar, semangatnya kembali membara untuk mencari mereka.
Sampai di pos satpam komplek, pak Hartawan menjelaskan apa yang terjadi pada keluarga mereka. Sehingga satpam yang bertugas, akhirnya bersedia menunjukan rekaman CCTV pada siang hari ini.
Dilayar monitor, tampak Ainisha dan Haidar, naik kesebuah taksi. Tidak terlihat jelas, wajah sopir taksi tersebut. Haikal kemudian meminta pak satpam untuk memperbesar nomor polisi mobil tersebut. Haikal segera mencatatnya dan dia ingin mencari tahu kemana sopir taksi itu membawa anak dan istrinya.
Haikal segera mengecek keberadaan taksi dan sopirnya dengan pergi ke perusahaan taksi tersebut. Hasilnya, sungguh diluar dugaan. Sopir taksi itu mengatakan bahwa saat taksi yang dipesan Ainisha datang, ternyata Ainisha dan Haidar tidak ada. Jadi, Ainisha dan Haidar naik taksi yang salah.
"Tenang Haikal, dengan bukti ini, kita bisa melaporkan ke kantor polisi lagi. Kali ini tidak akan menunggu hingga 24 jam," ucap pak Hartawan.
Haikal dan ayahnya, kembali menuju kantor polisi. Mereka memberikan bukti CCTV yang sudah di salon kepada polisi. Polisi akhirnya menerima laporan Haikal dan akan segera mengusut peristiwa ini.
Haikal meminta ayahnya untuk pulang, sedangkan dia ikut mencari keberadaan Ainisha dengan 3 personil polisi. Sementara beberapa polisi yang lain mencari ke arah lain.
Mereka juga ada yang bertugas mengecek CCTV sepanjang jalan, yang sekiranya akan dilalui oleh mobil tersebut. Dan akhirnya didapatkan tempat yang mereka curigai. Bagian cyber, segera menghubungi temannya yang bertugas di lapangan bersama Jika untuk segera mengecek rumah yang mereka curigai.
__ADS_1
Sebuah rumah kosong yang terlihat berantakan karena sudah lama tidak dipakai. Haikal mengikuti langkah para polisi dengan hati-hati. Hatinya sangat khawatir dengan keselamatan anak dan istrinya.
Bagaimana jika penculik itu menyakiti mereka? batin Haikal.
Polisi dengan sigap mengepung rumah tersebut dan segera menyerbu ke dalam rumah. Tetapi ternyata, rumah itu kosong tidak berpenghuni. Ainisha dan Haidar sama sekali tidak terlihat, apalagi para penculik. Mereka mengamati keadaan sekitar ruangan yang bau pengap karena tidak pernah terkena sinar matahari.
Haikal juga ikut berkeliling dan dia berhenti di pojok ruangan. Haikal melihat, sebuah ponsel tergeletak di sana. Haikal mengenali ponsel itu sebagai ponsel Ainisha. Haikal bergegas mengambil ponsel tersebut yang membuat dia yakin, bahwa Ainisha dan Haidar benar-benar di cilik.
"Pak, ini ponsel istri saya. Saya yakin istri dan anak saya benar-benar di cilik oleh pemilik mobil itu. Tolong istri dan anak saya, Pak Polisi," ucap Haikal panik.
"Tentu, pak Haikal. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa segera menemukan istri Pak Haikal," jawab salah satu polisi.
"Begini saja, hari ini kita pulang dulu. Hari sudah sangat larut. Besok baru kita lanjutkan pencarian," kata polisi yang lain.
Haikal sebenarnya masih ingin mencari Ainisha, tetapi dia menghormati keputusan polisi untuk dilanjutkan besok.
Polisi itu berpesan kepada Haikal, jika ada telepon yang mencurigakan dari seseorang yang meminta uang tebusan, Baiklah harus segera menghubungi polisi untuk ditindaklanjuti. Haikal berharap akan ada telepon dari penculik, karena jika tidak ada, bagaimana dia akan mencari tahu keberadaan Ainisha dan Haidar.
Haikal pulang dengan hati sedih. Sementara Bu Kartika dan Tere berpura-pura ikut bersedih. Padahal dalam hati, mereka tersenyum senang.
Semalaman, Haikal menunggu telepon dari penculik. Tetapi, sama sekali tidak ada yang menghubunginya hingga pagi menjelang. Haikal hanya terlelap beberapa menit saja. Setelah itu dia kembali terbangun karena hari sudah hari sudah menjelang pagi.
__ADS_1
Semenjak itu, Haikal tidak bisa lagi fokus bekerja. Dia sibuk mencari keberadaan Ainisha dan Haidar. Haikal bingung, kemana lagi dia harus mencari. Polisi sudah meminta Haikal untuk tetap bersabar menanti kabar dari polisi. Tetapi Haikal tetap saja mencari sendiri meskipun tidak membuahkan hasil.
Ainisha, Haidar, kalian dimana? Apakah kalian baik-baik saja? Aku sangat merindukan kalian?