Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 62. Kedatangan Resia


__ADS_3

Ainisha merasa tertekan berada di rumah John. Ada ketakutan yang tidak bisa dia gambarkan setiap kali John datang menemuinya. Jika seperti ini terus, Ainisha takut akan mempengaruhi bayi dalam kandungannya.


Ainisha berusaha menenangkan hatinya sendiri dengan selalu berdoa setiap waktu terutama selesai sholat. Meminta kepada Allah supaya dibukakan hati John agar membiarkan dia pergi dan hidup bersama anak dan suaminya.


Bukan Ainisha tidak ingin ada yang menyelamatkan dirinya dan membawanya pergi dari tempat ini, tetapi, bagi Ainisha itu tidak cukup membuatnya bahagia. Selama John masih terobsesi dengannya, dia tetap tidak akan melepaskan Ainisha hidup tenang bersama Haikal dan anak-anaknya di masa yang akan datang.


Hanya pertolongan dari Allah yang Ainisha butuhkan saat ini.


Ainisha mencoba berdamai dengan keadaan. Dia berusaha membuat John agar menyadari bahwa tempat Ainisha bukan di sisinya. Ainisha akan menjalankan 3 bulan perjanjiannya dengan John dengan bersikap baik dan menghormati John. Ainisha mulai membantu bibik menyiapkan sarapan dan makan malam untuk John. Berharap John akan kasihan dan melepaskan dirinya.


Suatu hari, Ainisha mendengar John sedang berbicara dengan seseorang lewat handphone. Dari pembicaraan itu, Ainisha baru tahu jika John telah membodohinya soal tandatangan. Ternyata dalam kertas itu, di selipkan surat cerai. Surat cerai yang setelah mendapatkan tanda tangan dari Ainisha akan diberikan pada Haikal.


John berharap, surat cerai yang sudah ditandatangani oleh Ainisha, akan ditandatangani pula oleh Haikal secepatnya. Untung saja, John belum terpikirkan cara membuat surat itu sampai di tangan Haikal. Jika dia secara langsung bertemu Haikal dan menyerahkan surat tersebut, Haikal akan tahu jika Ainisha ada bersamanya


Kesulitan John itu, membuat Ainisha agak lega. Surat cerai yang sudah dia tandatangani masih bisa diselamatkan. Tentunya, Ainisha harus berhati-hati dalam bertindak dan tidak boleh ceroboh.


Ketika John pergi bekerja, Ainisha memiliki kesempatan untuk mengambil surat tersebut. Dengan penuh kehati-hatian, Ainisha menuju ruang kerja John. Ainisha masuk tanpa sepengetahuan anak buahnya yang kebetulan berjaga di luar rumah.


Ainisha membuka satu persatu rak buku di ruangan tersebut. Di laci meja dan di tempat lainnya tanpa terkecuali. Akan tetapi, Ainisha tidak menemukan surat tersebut di ruangan ini. Ainisha kembali mencari untuk kedua kalinya dan berharap surat itu terselip.


Ainisha diambang putus asa. Ainisha berniat kembali kekamarnya dan besok akan mencari ke tempat lain. Saat Ainisha akan keluar, Ainisha sangat terkejut ketika mendengar suara langkah seseorang yang semakin mendekat ke ruang kerja John. Dia bergegas bersembunyi di balik pintu.


Pintu dibuka oleh salah seorang pengawal John, yang curiga ada orang di dalam ruang kerja bosnya. Ainisha berusaha menahan napas, agar tidak terdengar oleh pengawal John. Orang itu mengamati beberapa saat keadaan ruang kerja John.


Ainisha menarik napas lega, setelah pengawal itu pergi dari tanpa masuk terlebih dahulu. Tidak dapat Ainisha bayangkan, jika dia ketahuan berada di ruang kerja John. Setelah pengawal itu jauh, Ainisha segera kembali ke kamarnya dengan hati kecewa.

__ADS_1


Esok harinya, saat hari menjelang siang, Ainisha mendengar suara seorang wanita yang sedang berbicara dengan John di ruang tamu. Ainisha berusaha melihat dari atas. Ternyata yang datang adalah Resia.


"Untuk apa lagi kamu datang ke sini? Kamu bukan lagi istriku, kamu tidak memiliki hak untuk menuntut apapun darimu," ucap John kasar.


"Aku datang, bukan untuk menuntut atas apa yang sudah kamu ambil dariku. Aku datang untuk mengambil barang-barang milikku yang masih tertinggal di kamarku," ucap Resia beralasan.


"Katakan, barang macam apa itu. Aku akan suruh anak buahku untuk mengambilnya," ucap John panik.


"John. Kenapa kamu terlihat panik? Apa kamu menyembunyikan sesuatu di kamarku?" tanya Resia mulai curiga dengan sikap John.


"Apa, aku ... menyembunyikan sesuatu? Tidak, apa yang harus aku sembunyikan darimu. Meskipun aku memiliki istri baru, itu juga tidak perlu aku sembunyikan," jawab John gugup meskipun berusaha dia sembunyikan.


"Kalau begitu, aku akan mengambilnya sendiri, kamu pergi saja bekerja dengan tenang. Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengambil apa yang bukan milikku," ucap Resia sinis. "Tidak seperti kamu, mencuri semuanya dariku."


Disaat Resia melewati kamar Ainisha, Ainisha sengaja menjatuhkan gelas minumannya, untuk menarik perhatian Resia.


"Suara apa itu, seperti gelas jatuh?" tanya Resia kaget.


"Kamu pasti salah dengar. Aku tidak mendengar apa-apa," jawab John gugup.


Karena tidak ada reaksi dari Resia, Ainisha berusaha menjatuhkan lagi, sebuah vas bunga yang suaranya cukup keras juga. Setelah itu, Ainisha bersembunyi dibalik pintu, sambil mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


"Sebenarnya, siapa yang ada didalam kamar itu, John?" tanya Resia mulai yakin jika Ainisha yang ada di dalam kamar tersebut.


"Sudahlah, Resia. Bukankah kamu ke sini untuk mengambil barang-barang milikmu, jadi fokuslah dengan itu. Jangan peduli yang lain," jawab John kesal.

__ADS_1


"Oke, lagipula aku juga tidak ingin ikut campur urusan pribadimu," jawab Resia sambil melangkah menuju ke kamarnya yang dulu.


Ainisha merasa kesal, karena usahanya menarik perhatian Resia tidak berhasil. Ainisha lalu membersihkan pecahan gelas dan pecahan vas bunga dengan sangat pelan. Dia begitu berhati-hati agar pecahan kaca itu tidak menggores tangannya.


Tidak berapa lama, Resia telah pergi meninggalkan rumah ini. Dan seharusnya John juga akan segera pergi bekerja. Tetapi, seseorang membuka pintu kamarnya tanpa mengetuk pintu.


"Kenapa tidak mengetuk pintu?" tanya Ainisha kesal.


"Clara, aku tidak perlu mengetuk pintu karena ini rumahku. Kamu sengaja memecahkan gelas hanya untuk membuatku marah?" tanya John emosi.


"Apa maksudmu?" tanya Ainisha pura-pura tidak mengerti.


"Apa kamu berharap, Resia akan membantumu? Jangan mimpi, karena Resia juga sangat membencimu. Sekarang kamu ikut aku!" ucap John lalu menarik tangan Ainisha dengan kasar.


"John jangan tarik aku, aku sedang hamil!" teriak Ainisha.


"Aku tidak peduli kamu hamil. Anak itu bukan anakku. Lebih baik jika anak itu tidak lahir ke dunia ini," jawab John kesal. "Kamu lebih baik diam, dan ikut saja."


"Mau kau bawa ke mana, aku?" tanya Ainisha semakin panik.


"Ke tempat yang tidak akan ada yang mengenalimu," jawab John sambil berhenti sebentar dan menatap wajah Ainisha yang ketakutan.


Ainisha hanya bisa pasrah saja, karena jika dia berontak, John akan bertindak nekat. Ainisha takut, bayi dalam kandungannya akan digugurkan oleh John.


Saat John akan membuka pintu, seseorang telah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


__ADS_2