Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 39. Surat Gugatan


__ADS_3

Udara pagi di taman kota dengan suasana ramai orang-orang yang sedang berolahraga. Ada yang lari-lari dan ada yang berjalan santai. Bahkan ada juga yang hanya duduk-duduk saja menikmati suasana pagi.


Ainisha membawa Haidar jalan-jalan ke taman kota hanya sekedar untuk menikmati udara pagi yang sejuk.


Ainisha duduk santai di sebuah kursi panjang di pinggir taman. Haidar tampak sangat senang bisa melihat suasana yang berbeda. Suara gelak tawa saat Ainisha menggodanya, menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Ainisha.


Melihat Haidar cukup menikmati suasana taman, Ainisha kembali saat matahari sudah agak tinggi. Sesampainya di rumah, Ainisha yang hari ini cuti, santai dulu sebelum membersihkan badan. Sementara, Haidar tertidur karena kelelahan.


Moment bahagia ini tidak berlangsung lama, karena sebuah surat datang dari pengadilan. Surat gugatan anak yang di lakukan oleh John yang ternyata ingin mengambil hak asuh Haidar. Ainisha sangat marah mengetahui, bahwa John ingin merampas Haidar darinya.


Ainisha segera mandi karena dia ingin segera bertemu dengan John. Sebelum Ainisha pergi menemui John, sebuah panggilan dari John membuatnya emosi.


Ainisha lalu bertanya dimana mereka bisa bertemu. John menjawab dengan santai dan mengirimkan alamat sebuah cafe. Ainisha bergegas menuju alamat yang diberikan John.


Saat sampai disana, Ainisha berdiri sebentar untuk melihat sekeliling. Apakah John sudah sampai atau belum. Saat itu, John yang ternyata sudah sampai ditempat ini terlebih dahulu, memanggil Ainisha sambil melambaikan tangan.


"Clara."


Ainisha menarik napas panjang karena dia berusaha menahan diri untuk tidak terlalu emosi menghadapi John. Dia memang tidak boleh gegabah dan harus memikirkan baik-baik langkah Anyang akan dia ambil dalam menghadapi John.


Ainisha melangkah perlahan menuju meja John sambil menatap tajam pria yang sangat dibencinya. Ainisha berdiri tepat didepan John yang sedang duduk yang kemudian segera mempersilakan dia duduk dengan menarik kursi untuk Ainisha.


"John, apa maksud dari undangan ini?" tanya Ainisha sambil menyerahkan sebuah amplop pada John. Masih terlihat rasa kesal dimata Ainisha.


"Clara, aku sengaja melakukan itu agar kamu mau menemui aku secara suka rela. Jika tidak begini, mana mungkin kamu mau bertemu denganku seperti sekarang ini," jawab John sambil tersenyum.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Dulu kamu tidak mau bertanggungjawab, sekarang kamu ingin mengambil Haidar dariku. Apa menurutmu itu tidak keterlaluan?" tanya Ainisha bertambah kesal mengetahui John dengan sengaja ingin mengambil Haidar darinya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, apa yang terjadi dahulu padamu dan Haidar. Kali ini aku ingin memberikan penawaran dan jika kamu setuju, baik aku atau kamu tidak akan kehilangan Haidar," jawab John dengan percaya diri.


"Apa maksudmu?"


"Menikahlah denganku," jawab John sambil menatap Ainisha penuh kelicikan.


"Apa, menikah denganmu? Jangan mimpi, John. Rasa sakit yang aku rasakan dahulu, belum sepenuhnya hilang. Dan bahkan mungkin tidak akan pernah hilang sampai kapanpun. Dengar, aku tidak akan pernah menikah denganmu apapun yang terjadi," ucap Ainisha dengan penuh emosi.


Perdebatan mereka semakin memanas dan tidak terkendali. Mereka sama-sama menginginkan Haidar agar menjadi tanggungjawabnya. Ainisha semakin dibuat kesal karena John masih terus ngeyel dengan keinginannya yang akan terus maju untuk menuntut hak asuh Haidar.


John yakin, bisa menyakinkan majelis hakim karena dia sudah berkeluarga dan pasti akan dianggap mampu menjadi keluarga lengkap untuk Haidar. Ainisha mulai berpikir, jika ingin mengalahkan John maka jalan satu-satunya, Ainisha harus menikah agar Haidar memiliki ayah baru yang ekonominya lebih baik daripada John.


Pertengkaran yang tidak ada habisnya ini, membuat mereka menjadi bahan tontonan. Saling menggebrak meja dan saling ngotot dalam berbicara. Lama-kelamaan, Ainisha merasa malu dan segera mengakhiri perdebatan ini.


Peristiwa hari ini, membuat Ainisha semakin sedih karena bagaimanapun juga, dirinya adalah wanita biasa yang tidak tahu apapun tentang pengadilan dan perebutan hak asuh anak. Ainisha harus mencari jalan keluar dengan memberitahu Bu Minarsih secepatnya agar cepat mendapatkan solusi yang tepat.


Ainisha bergegas pergi tetapi tidak langsung pulang ke rumah. Dia menuju ke kantor Bu Minarsih. Dia tidak sabar ingin segera meminta bantuan untuk bisa menghadapi ulah John yang menurut Ainisha tidak masuk akal.


"Clara, ada apa, bukannya kamu harusnya bersama Haidar?" tanya Bu Minarsih sambil sambil menatap Ainisha yang masih dalam keadaan kesal.


"Ibu, aku lagi kesal," jawab Ainisha sambil duduk dihadapan Bu Minarsih.


"Pantas saja, Ibu melihat wajahmu murung sejak masuk tadi," ucap Bu Minarsih menarik napas panjang. "Katakan, ada apa?"


Ainisha menceritakan semua tentang gugatan John atas hak asuh Haidar. Ainisha juga memberitahu Bu Minarsih solusi yang ditawarkan John untuk menikah dengannya.


Bu Minarsih, mencoba menganalisa apa sebenarnya tujuan John terhadap Ainisha dengan melakukan gugatan tersebut. Tiba pada kesimpulan bahwa, John mulai putus asa karena dia dan istrinya tidak akan bisa memiliki keturunan. John tidak tahu jika Haidar bukanlah anaknya, melainkan anak Ainisha dengan suaminya.

__ADS_1


"Clara, kamu tidak perlu khawatir, kita akan menyewa pengacara yang handal untuk melawan John. Ibu janji, ibu akan pastikan Haidar akan tetap bersamamu. Jika terpaksa, ibu akan membuka jati diri kamu dan Haidar yang sebenarnya," ucap Bu Minarsih sambil menatap Ainisha sedih.


"Ibu, Ainisha juga berpikir begitu. Mungkin memang lebih baik semua kembali pada tempatnya," ucap Ainisha sambil menarik napas berat.


"Clara, ibu tidak akan lagi menjadi penghalang bagimu untuk bisa berkumpul dengan suami dan juga orangtuamu. Ibu sudah cukup bahagia karena kamu bersedia menganggap aku sebagai ibumu juga," ucap bu Minarsih sambil tersenyum.


Ainisha akhirnya membulatkan tekad dan akan mencoba untuk memberitahu orangtua Ainisha, agar mereka tidak kaget melihat putri mereka dengan wajah orang lain. Akan tetapi, Ainisha akan mencoba terlebih dahulu untuk melawan John secara hukum jika John tetap bersikeras maka Ainisha memang harus mengunggapkan jati dirinya dihadapan John.


Mengatakan bahwa dia adalah Ainisha, sedangkan rupa mereka berbeda , akan memberi tantangan yang cukup sulit bagi Ainisha untuk bisa membuktikannya. Hanya dengan tes DNA, Ainisha baru bisa membuktikan siapa dirinya dihadapan John. Hal itu juga akan melibatkan orangtuanya.


Saat itu, ternyata Haikal mendengarkan pembicaraan mereka dari balik pintu. Awalnya Haikal berniat menemui Bu Minarsih untuk membicarakan proyek kerjasama mereka karena Haikal tahu bahwa hari ini Clara sedang cuti.


Haikal tidak menyangka jika dia akan mendengar sesuatu yang sangat ingin dia ketahui meskipun masih secara samar-samar. Tetapi hal itu menguatkan kecurigaannya, bahwa apa yang dia pikirkan tentang Clara adalah benar. Clara pasti ada kaitannya dengan Ainisha dan itu bukanlah sebuah mimpi semata.


Bersambung


Sambil menunggu up selanjutnya baca juga yuk karya temen aku, judulnya Hasrat Tuan Kesepian karya Reni T.


Jangan lupa mampir ya, ceritanya keren banget ....


Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Gabriel menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.


Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.


Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.


Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.

__ADS_1


Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?



__ADS_2