
Satu Minggu kemudian.
Didalam sebuah kamar yang mewah, terlihat Ainisha menangis berderai air mata. Dia tidak mengira jika dirinya akan sampai pada titik dimana dia tidak bisa melakukan sesuatu untuk dirinya dan Haidar.
Ainisha teringat pada Haikal dan keluarganya. Pasti mereka sangat khawatir padanya dan Haidar. Ainisha tidak dapat membayangkan, bagaimana paniknya Haikal saat pulang kerja dan dia tidak ada di rumah. Ainisha juga tidak tahu, dimana ponselnya berada. Mungkin jatuh dijalan atau di rumah kosong tempat dia di sekap tempo hari.
Ainisha menatap kamar tidur yang dulu pernah menjadi kamar tidurnya bersama Haikal. Ternyata, rumah Haikal dibeli oleh John.
Ainisha teringat, bagaimana dia dan Haidar dibawa oleh orang-orang suruhan John ke rumah ini. Awalnya Ainisha tidak mengerti apa yang di inginkan John menculik dirinya dan Haidar. Ternyata, John masih terobsesi dengan Clara dan anaknya.
Dengan menggunakan Haidar, John mengancam Ainisha agar putih pada semua keinginan John. Termasuk meminta Ainisha untuk mau menikah dengan John.
"Kamu gila, John. Kamu tahu, aku ini sudah menikah. Dan aku tidak akan bisa dan tidak mau menikah denganmu!" teriak Ainisha sambil memeluk Haidar yang menangis karena ketakutan.
"Aku tidak perduli dengan status kamu saat ini. Aku tetap akan menikahi kamu dan kamu akan menjadi istriku. Kita akan menjadi sebuah keluarga yang bahagia dengan anak-anak kita nanti," jawab John yang sudah tertutup hatinya oleh obsesinya.
"Gila, kamu benar-benar sudah gila. Aku tidak mau ikut dalam kegilaan kamu, John. Sadarlah, diluar sana, masih banyak wanita yang pasti bersedia kamu nikahi. Kenapa kamu harus memaksaku. Jika kamu ingin memiliki anak, setelah menikah, kamu juga pasti memiliki anak sendiri. Kamu tidak harus mengakui Haidar sebagai anakmu," ucap Ainisha panik.
"Kamu tidak perlu mengajariku apa yang harus aku lakukan. Jika aku ingin kamu dan Haidar, maka kalian harus menjadi milikku," ucap John kesal.
John lalu memanggil dua orang anak buahnya untuk memegangi Ainisha. Sementara John mengambil paksa Haidar dari pelukan Ainisha. Dengan sekuat tenaga, Ainisha berusaha mempertahankan Haidar, tetapi, dia kalah tenaga dengan dua pria beserta John.
"Jangan ambil anakku!" teriak Ainisha yang terus berusaha meraih tubuh Haidar.
"Clara, aku akan memberimu waktu untuk berpikir. Jika kamu ingin Haidar baik-baik saja, kamu harus mengikuti apa mauku," ancam John lalu pergi membawa Haidar yang menangis memanggil Ainisha.
__ADS_1
"John, jangan sakiti Haidar. Kembalikan anakku!" teriak Ainisha lebih keras.
"Kunci pintunya!" perintah John pada anak buahnya.
Dua orang itu mendudukkan Ainisha diatas ranjang dengan kasar. Mereka lalu berjalan keluar dan hendak mengunci pintu. Ainisha tidak ingin terkunci di dalam kamar sementara Haidar dibawa John entah kemana. Ainisha berlari di belakang anak buah John dan berusaha menyelinap keluar. Tetapi, dia tertangkap lagi oleh mereka, lalu dibawa masuk kembali. Mereka bergegas keluar dan langsung mengunci Ainisha dari luar.
Ainisha hanya bisa menangis dan menyerahkan segalanya pada Allah. Memohon pertolongan dan memohon diberikan jalan, agar bisa lepas dari John.
Bagaimana nasib Haidar? Dia masih terlalu kecil untuk mengalami hal seburuk ini.
Maafkan ibu, Haidar. Ibu tidak bisa melindungi kamu. Ini semua salah ibu, ratap Ainisha.
Esok harinya, bibik mengirimkan makanan kepada Ainisha. Ainisha menggunakan kesempatan ini untuk meminta bantuan bibik, untuk mencari tahu kondisi Haidar. Awalnya, bibik menolak karena takut ketahuan oleh majikannya. Tetapi karena Ainisha terus memohon, akhirnya bibik merasa kasihan pada Ainisha.
Ainisha juga meminjam mukena dari Bibik untuk bisa menjalankan sholat. Disaat seperti ini, dia harus lebih berserah diri pada Allah.
Ainisha terus berpikir, bagaimana dia bisa menyelamatkan Haidar dari tangan John. Tetapi, Ainisha sana sekali tidak bisa menemukan jalan keluarnya. Hanya ada satu jalan, yaitu menerima keinginan John untuk menikah dengannya.
Mungkin, masih ada harapan bagi Ainisha untuk melakukan barter dengan John. Menukar Haidar dengan hidupnya. Yang terpenting Haidar bisa jauh dari tempat ini.
Ainisha menunggu sampai John datang untuk meminta jawaban darinya. Hanya itu kesempatan dia untuk bisa menyelamatkan Haidar.
Yang di tunggu telah tiba. John datang sendirian tanpa membawa Haidar. Hal itu membuat Ainisha merasa kesal dan marah pada John. Ainisha berusaha menahan semua demi tujuannya menyelamatkan Haidar.
"Bagaimana, Clara? Kamu sudah membuat keputusan?" tanya John sambil tersenyum licik.
__ADS_1
"Dimana Haidar? Kenapa kamu tidak membawanya padaku?" tanya Ainisha kesal.
"Tenang, Sayang. Haidar sudah berada di tempat yang aman. Dia baik-baik saja. Saat kamu bilang setuju menikah denganku, Haidar akan aku kembalikan padamu," jawab John sambil menatap Ainisha dengan tatapan mesra. Sungguh sangat menjijikan.
"John, aku akan setuju menikah denganmu, tetapi aku memiliki syarat yang harus kamu penuhi," ucap Ainisha mencoba membuat kesepakatan dengan John.
"Di sini, kamu tidak berhak memberikan penawaran apapun padaku. Kamu tidak memiliki pilihan lain, jika ingin Haidar selamat," ucap John kesal.
"Aku tahu. Aku tidak memiliki pilihan lain. Bukankah kamu menganggap Haidar sebagai anakmu, harusnya kamu memperlakukan dia dengan baik," ucap Ainisha sedih.
"Hahaha, kamu benar, Clara. Haidar adalah anakku, itu jika kamu bersedia menikah denganku. Karena jika aku tidak bisa memilikimu, maka Haikal juga tidak. Kamu tahu maksudku, bukan?"
"Kamu benar-benar tidak bisa di selamatkan lagi, John. Tapi, kamu hanya akan memiliki satu diantaranya," ucap Ainisha mencoba sekali lagi.
"Maksud kamu?"
"Jika kamu ingin menikah denganku, lepaskan Haidar. Biarkan dia bersama neneknya. Aku akan dengan suka rela menikah denganmu," ucap Ainisha dengan berat hati.
"Oh, dengan suka rela. Itu yang aku harapkan. Tapi ... apa kamu tidak akan mengingkari janjimu setelah aku memberikan Haidar pada neneknya?" tanya John curiga.
"Aku sudah berjanji, dan aku tidak akan mengingkari janjiku selama kamu melakukan apa yang aku inginkan. Bukankah kamu ingin memiliki keluarga yang bahagia?"
John tampak berpikir sejenak. Lalu dia menyetujui permintaan Ainisha. Ainisha merasa agak lega, akhirnya Haidar akan lepas dari pria jahat seperti John. Ainisha tidak peduli dengan hidupnya lagi, selama dia bisa menyelamatkan Haidar. Mungkin ini pilihan yang akan membuat Ainisha menyesalinya seumur hidupnya.
Hari ini, hari pernikahan Ainisha dan John. Hari ini juga, Ainisha dipertemukan dengan Haidar, sebelum Haidar di serahkan pada Bu Minarsih. Ainisha memeluk Haidar dengan penuh kesedihan. Dia lalu mencoba memberitahu Haidar sesuatu yang sangat berat bagi Ainisha.
__ADS_1
"Haidar, Sayang. Hiduplah dengan baik, di rumah nenek. Jangan buat nenek sedih," pesan Ainisha sambil menyelipkan sebuah surat di saku Haidar.
Pertaruhan hidup Ainisha telah dimulai. Ainisha berharap, Bu Minarsih akan membacanya. Sehingga bisa memberikan pertolongan padanya. Ainisha menyerahkan diri pada takdir.