Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 61. Haidar


__ADS_3

Haikal menemui Bu Minarsih ketika mendapat kabar bahwa Haidar telah ditemukan. Haikal sengaja datang secepat yang dia bisa dan langsung menuju rumah Bu Minarsih. Haikal dan Bu Minarsih berusaha mencari solusi yang terbaik untuk mencari keberadaan Ainisha lewat Haidar.


Haidar masih terlihat syok dan belum banyak bicara. Tetapi beberapa hari ini, dia sudah mulai tersenyum, apalagi setelah ayahnya datang. Haikal berusaha bertanya dan mencari tahu, tempat dia di sekap bersama ibunya.


"Haikal, Haikal kangen nggak sama ibu?" tanya Haikal lembut.


Haidar terdiam sesaat, lalu dia menatap ayahnya sepertinya ingin mengatakan sesuatu tetapi ada rasa takut dimatanya.


"Sayang, Haidar jangan takut. Ada ayah di sini. Ayah akan melindungi Haidar dan ibu," ucap Haikal lagi.


"Ayah, lumahku," jawab Haidar tidak jelas.


"Rumah ... ku. Rumah kita sudah di jual Sayang. Nanti kita beli yang baru, yang lebih bagus lagi," jawab Haikal sambil memeluk Haidar.


Haikal sungguh sangat sedih melihat kondisi Haidar yang terlihat sangat tertekan. Walupun sekarang sudah agak berkurang. Haikal sungguh tidak peka dengan apa yang dikatakan Haidar.


Bu Minarsih juga memberitahukan kabar baru tentang Resia pada Haikal. Mantan tunangan Haikal dan juga mantan istri John. Setelah diceraikan oleh John, Resia tidak memiliki tempat tinggal.


Resia mengalami kecelakaan dijalan raya dan tidak ada orang yang bersedia membantu. Kebetulan saat itu mobil Bu Minarsih lewat di sana dan akhirnya beliaulah yang membawa Resia ke rumah sakit.


Resia mengalami luka cukup parah, tetapi masih bisa di selamatkan. Setelah Resia sadar, Resia meminta maaf pada Bu Minarsih dan menjalin hubungan baik setelahnya. Resia ingin bertobat dan menjalani hidup dengan baik setelah sembuh nanti. Dan hal pertama yang ingin dia lakukan adalah meminta maaf pada orang-orang yang pernah dia sakiti terutama Ainisha.


Resia merasa bersalah dan ingin meminta maaf pada Haikal dan Ainisha. Bu Minarsih menyarankan agar Resia menahan keinginannya karena Ainisha dinyatakan hilang sejak seminggu yang lalu.


"Bu, Haikal tidak ingin tahu tentang Resia atau siapapun. Haikal ingin fokus mencari keberadaan Ainisha," ucap Haikal cuek.

__ADS_1


"Ibu tahu, fokus kita sekarang pada Ainisha. Ya sudah. Besok, ibu akan membawa Haidar ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi tubuh Haidar, takutnya ada yang terluka dalam," ucap Bu Minarsih sambil melihat Haidar yang sudah tertidur dalam pangkuan Haikal.


"Biar Haikal saja, yang membawa Haidar periksa. Jika ibu sibuk, Haikal bisa sendiri," ucap Haikal pelan.


"Kita pergi bersama saja. Haidar akan lebih senang," ucap Bu Minarsih sambil menghela napa berat.


Keesokan harinya, Haikal dan Bu Minarsih pergi ke rumah sakit sesuai janji dengan dokter. Setelah menjalani beberapa pemeriksaan, tubuh Haidar dinyatakan sehat. Hanya saja, ada tekanan dan trauma yang Haidar alami yang butuh waktu untuk menghilangkannya.


Setelah mengambil obat, Bu Minarsih mengajak Haidar menengok Resia. Awalnya Haikal tidak ingin ikut, tetapi akhirnya dia bersedia meski terpaksa.


Bu Minarsih dan Haikal memasuki sebuah ruang rawat inap VIP tempat Resia di rawat. Haikal tidak terlalu bersimpati pada Resia, meskipun dia meminta maaf padanya. Haikal tidak akan pernah lupa, siapa orang yang menyebabkan Ainisha harus menjalani operasi wajah. Operasi yang membuat dia harus hidup dengan wajah orang lain. Haikal segera keluar, setelah dia Resia meminta maaf padanya.


"Tante, Haikal sepertinya tidak bisa memaafkan aku, apalagi Ainisha. Dia pasti tidak akan mau mendengarkan permintaan maafku," ucap Resia sedih.


"Ainisha bukan orang seperti itu. Dia pasti akan memaafkan kamu, asalkan kamu tulus dan mau bertaubat," ucap Bu Minarsih menenangkan hati Resia.


"Benar. Tapi, saat ini dia mengalami trauma setelah penculikan itu. Ainisha juga belum di temukan," jawab Bu Minarsih sedih.


"Jika Haidar selamat, tentunya Ainisha juga pasti baik-baik saja. Mereka tidak meminta tebusan, jadi apa tujuan mereka menculik Ainisha?" tanya Resia berusaha menganalisa apa yang terjadi.


"Menurutku, tidak ada orang yang berkepentingan terhadap Ainisha, kecuali ...," ucap Bu Minarsih terhenti karena kaget.


"Pikiran kita sama," ucap Resia membenarkan apa yang ada di dalam benak Bu Minarsih.


"Tapi, apa mungkin John berbuat sejauh itu?" gumam Bu Minarsih.

__ADS_1


"Semoga aku segera sembuh dan bisa segera keluar dari sini. Aku ingin ikut membantu menyelidiki keberadaan Ainisha di rumah John," ucap Resia sambil menarik napas berat.


"Karena kamu memiliki niat baik pada kami, maka aku akan membantumu mendapatkan kembali apa yang John ambil darimu," ucap Bu Minarsih.


Mereka lalu membuat kesepakatan secara lisan. Bu Minarsih membantu Resia mendapatkan hartanya kembali dan Resia membantu menemukan Ainisha.


Haikal menunggu dengan sabar Bu Minarsih dan Haidar hingga mereka keluar dari ruang rawat inap Resia. Haikal masih bingung, bagaimana caranya memberitahukan hilangnya Ainisha pada orangtua Ainisha. Secara ibunya memiliki riwayat penyakit jantung.


Setelah mengantar Haidar dan Bu Minarsih pulang, Haikal berencana menuju rumah mertuanya. Ditengah jalan, dia berniat melewati rumahnya yang dulu dia tempati bersama Ainisha dan Haidar. Tidak hanya Haidar yang ingin melihat rumah yang penuh kenangan ini, tetapi juga dirinya.


Mobil Haikal berhenti di tepi jalan di dekat rumah lamanya. Secara tidak sengaja, dia melihat sesosok wanita yang mirip dengan Ainisha sedang berdiri di sisi jendela. Tetapi, hatinya menolak untuk percaya jika itu adalah Ainisha.


Mana mungkin Ainisha berada di rumah lamanya. Rasa rindu ini benar-benar membuatku berkhayal, batin Haikal.


Haikal menarik napas panjang sebelum akhirnya dia berlalu pergi menuju rumah mertuanya.


Sesampainya di rumah mertuanya, Haikal mengajak sang ayah mertua untuk pergi keluar tanpa ibu mertuanya. Mereka menuju ke sebuah cafe dan Haikal berusaha menceritakan hilangnya Ainisha dengan perlahan.


Pak Harjo tampak kecewa dan marah pada Haikal karena merasa Haikal tidak bisa melindungi Ainisha. Tetapi beliau juga tidak bisa mengalahkan Haikal seratus persen karena ini mungkin juga garis takdir yang harus mereka jalani untuk menguji cinta mereka.


Pak Harjo memutuskan untuk tidak memberitahukan peristiwa hilangnya Ainisha pada istrinya. Beliau takut jika istrinya kaget dan akan berakibat fatal pada kesehatan istrinya.


"Ayah, maafkan Haikal yang tidak bisa menjaga Ainisha dengan baik. Haikal juga tidak bisa memberikan hidup yang layak bagi Ainisha," ucap Baiklah penuh penyesalan.


"Haikal, ayah tidak ingin menyalahkan siapapun juga menyalahkan kamu. Sebagai suami dan seorang ayah, kamu seharusnya bisa memberikan rasa aman dan selalu melindungi mereka. Jangan karena alasan pekerjaan, kamu melupakan dirinya dan tidak memperhatikannya. Lebih baik hidup biasa saja, tapi hati bahagia dan damai. Hal mudah yang Ainisha inginkan, harusnya kamu bisa mengerti, harapannya," ucap pak Harjo sedih.

__ADS_1


Haikal menunduk sedih, karena selama ini dia terlalu sibuk bekerja untuk mendapatkan banyak uang. Tetapi melupakan kehidupan berkeluarga yang juga membutuhkan kehadirannya secara nyata.


__ADS_2