Mengejar Cinta Casanova

Mengejar Cinta Casanova
Bab 13. Terjebak lagi


__ADS_3

Ainisha mulai merasa kepanasan di sekujur tubuhnya. Tubuh seksinya mulai menggeliat diatas ranjang dengan tangan dan kaki yang masih terikat. Ainisha tidak bisa mengendalikan tubuhnya meski dalam hatinya menolak.


Resia dan pasangannya yang bernama John, saling berpandangan dan kemudian mereka melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangan Ainisha. Dengan sedikit kesadaran yang masih tersisa, Ainisha berlari ke arah pintu dan mencoba membukanya dengan keras.


Resia dan John tertawa melihat Ainisha masih berusaha berontak dari reaksi obat yang sudah diminumnya. Dengan cepat, John memeluk tubuh Ainisha yang mulai terlihat limbung. Diangkatnya tubuh Ainisha dan dibaringkan diatas ranjang.


Ainisha sudah tidak sepenuhnya sadar dengan apa yang terjadi dan apa yang dilakukannya. Sementara John mulai meraba dan mencium leher Ainisha dengan penuh gairah. Tubuh John sudah siap menindih tubuh Ainisha bahkan bagian terpentingnya sudah mengeras dan siap beraksi.


Resia tersenyum sambil membuat video Ainisha dan John yang nanti akan ditunjukkan pada Haikal.


"John, cepatlah. Bantu buka seluruh pakaiannya. Jangan ada yang tersisa sedikitpun!" perintah Resia sinis.


"Ah, tentu saja. Aku juga sudah tidak tahan ingin menikmati tubuh seksi ini," jawab John bersiap membuka pakaian Ainisha yang masih melekat ditubuhnya.


Tiba-tiba, terdengar pintu kamar diketuk dengan keras. John dan Resia saling berpandangan. John menghentikan aksinya dan Resia berjalan menuju pintu.


"Siapa," tanya Resia mulai panik.


Tidak ada jawaban dari luar. Resia yang mulai panik, berjalan menuju pintu. Akan tetapi belum sempat dia membuka pintu, pintu sudah terbuka dari luar. Tampak Haikal, manajer hotel dan seorang scurity ada di depan pintu.


Haikal tampak sangat panik dan cemas melihat Ainisha diatas ranjang bersama John. Dia segera berlari dan memukul John dengan keras. Resia dan John bergegas lari keluar dan berusaha melarikan diri. Akan tetapi Resia akhirnya bisa ditangkap meski John bisa melarikan diri.


Sementara, Haikal mencoba menyadarkan Ainisha, tetapi obat itu sudah membuat Ainisha hilang kesadaran dan bahkan kini membuat tubuh Ainisha penuh gairah. Haikal kembali memakaikan baju Ainisha yang tadi sudah dilepas John.


"Mas Haikal, bantu aku. Aku sangat kepanasan," gumam Ainisha setelah menyadari Haikal di depannya.


"Alisha, aku akan mencoba membantumu. Tapi, kita pulang dulu. Tahanlah sebentar lagi," ucap Haikal menenangkan Ainisha.


"Aku tidak tahan lagi," ucap Alisha lalu memeluk Haikal.

__ADS_1


"Kita pulang."


Haikal segera membawa Ainisha pergi dengan menggendongnya. Dengan susah payah, Haikal berhasil membawa Ainisha masuk ke mobilnya dan membawanya pulang ke rumahnya. Sampai di rumah, Haikal membiarkan Ainisha berbaring di ranjangnya.


Haikal keluar sebentar dan hanya beberapa menit, Haikal sudah kembali dengan segelas minuman ditangannya. Akan tetapi, Haikal terkejut ketika melihat Ainisha sudah setengah telanjang. Haikal memejamkan matanya, sambil menghela nafas. Tubuh seksi wanita yang dicintainya, terpampang jelas didepan matanya. Membuat gairahnya muncul tiba-tiba.


Haikal teringat saat Alisha membantunya ketika dia juga mengalami hal yang sama. Alisha tanpa ragu membantunya terbebas dari siksaan obat perangsang. Kali ini, Haikal juga akan melakukan hal yang sama pada Alisha.


Haikal mendekati Alisha dan membuatnya meminum air yang dibawanya. Dengan kesadaran yang masih tersisa, Ainisha memeluk Haikal.


"Bantu aku," gumam Ainisha.


"Iya, aku akan membantumu. Maafkan aku jika aku bersikap kurang ajar terhadapmu," bisik Haikal di telinga Ainisha.


"Aku percaya padamu," gumam Ainisha lagi.


Sampai keesokan harinya Ainisha terbangun dengan tubuh pegal-pegal. Ainisha membuka matanya perlahan-lahan dan dia sangat kaget saat mendapati dirinya berada diatas ranjang yang cukup nyaman dengan selimut yang lembut.


Kemarin, dia berada di sebuah hotel bersama Resia dan kekasihnya. Bahkan Ainisha ingat, mereka telah memberinya obat perangsang. Ainisha tiba-tiba menangis, saat melihat tubuhnya dalam kondisi setengah telanjang. Ainisha tidak berani melihat pria yang masih terbaring di sampingnya.


"Sudah bangun?" tanya pria di sampingnya yang membuat Ainisha kaget. Ainisha hafal betul suara itu.


"Haikal," gumamnya. "Semalam kita ...."


"Kenapa kaget? Maaf jika semalam aku memperlakukan kamu agak kasar. Reaksi obat yang kamu minum sangat kuat, dan aku hanya mengimbangi kamu saja. Kita semalam melakukan apa yang pernah kita lakukan di tempat yang sama. Di ranjang ini juga, saat aku mabuk dulu," kata Haikal sambil menatap Ainisha yang terlihat masih bingung.


Berarti, Haikal yang sudah menyelamatkan dirinya dari Resia dan teman prianya. Dan berarti pula, Haikal yang telah menyentuh dan mengambil kesuciannya bukan pacarnya Resia. Tapi tetap saja sama-sama telah di nodai.


"Alisha, aku mohon kamu jangan marah. Aku hanya berniat membantumu saja. Dan hanya dengan itu, kamu baru bisa terlepas dari obat itu," ucap Haikal kemudian.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Aku berterimakasih karena Mas Haikal sudah menyelamatkan aku dari hal buruk yang dilakukan tunangan Mas Haikal. Aku tidak menyangka kalau dia ternyata sangat membenciku dan ingin merusak hidupku," ucap Ainisha sambil menangis.


"Alisha, sekarang aku dan Resia sudah tidak ada hubungan lagi. Pertunangan kami sudah batal. Aku mencarimu kemana-mana, tapi aku tidak bisa menemukanmu. Untung saja, saat Resia dan temannya membawamu di depan restoran, aku tidak sengaja melihat. Alisha, menikahlah denganku," ucap Haikal serius.


Ainisha tertegun dan membisu. Haikal melamarnya dalam kondisi seperti ini. Ainisha bingung harus menjawab apa. Kini dia terjebak dengan permainannya sendiri. Dia yang ingin menjebak Haikal, malah kini dia yang dijebak Haikal agar mau menikah dengannya.


"Alisha, kenapa diam saja. Kiat sudah beberapa kali melakukan dosa, bukankah lebih baik menikah?" tanya Haikal.


"Iya, tapi bagaimana jika Resia datang lagi dan menyakitiku karena kita akan menikah?" tanya Resia kemudian.


"Kamu tidak usah khawatir. Dia sudah ditangkap polisi dan ayahnya kemarin meninggal karena kecelakaan."


"Apa, pak Ferdi meninggal?" tanya Alisha panik.


"Kamu kenal ayahnya Resia?" tanya Haikal kaget.


"Tidak. Tentu saja aku tidak kenal. Aku ..."


"Lalu, bagaimana kamu tahu kalau ayahnya Resia bernama pak Ferdi?" tanya Haikal curiga.


"Aku–aku tahu, Resia pernah menyebutkan nama ayahnya saat berbicara dengan teman prianya. Mas Haikal, bolehkah aku mandi sekarang?" tanya Alisha mengalihkan pembicaraan.


"Tentu, mandilah. Sebentar lagi, orangtuaku datang dari luar kota. Aku sudah memberitahu mereka kalau kita akan menikah."


"Secepat itu?"


"Tentu saja. Apalagi yang kita tunggu. Aku tidak ingin menambah dosa lagi. Kita halalkan saja hubungan kita, lebih cepat lebih baik," jawab Haikal sambil menatap Ainisha yang masih tidak percaya dengan kenyataan ini.


Siapkah aku untuk menjadi istri Haikal dengan berperan sebagai Alisha? batin Ainisha.

__ADS_1


__ADS_2