Mengejarmu

Mengejarmu
BAB 13


__ADS_3

Arga acuh tak acuh, mengedarkan pandangannya ke sekeliling villa. Qirani yang terus duduk disisinya masih terus tertunduk.


Datang Doni dan Indra dengan pasangan mereka. Melihat Arga dan Qirani yang duduk di kursi taman tapi saling diam, membuat mereka bingung.


Tumben Arga nggak agresif kayak biasanya...


Padahal ada cewek polos itu disisinya.


Batin Doni.


" Dari tadi ? "


Tegur Doni begitu tepat berada di hadapan Arga dan Qirani.


Arga menjawab dengan anggukan pelan.


" Aku masuk duluan, guys... Come on, girls ! "


Kata Indra kepada Doni dan Arga.


Dan Indrapun terus melangkah masuk ke dalam villa bersama dua orang gadis di belakangnya.


" Hai, cantik ! Tidurmu nyenyak semalam ? "


Sapa Doni kepada Qirani.


" Diem ! Nggak usah jawab ! "


Belum sampai keluar sepatah katapun dari mulut Qirani, Arga sudah membentaknya.


" Hei, woles, Ga.... Aku cuma nanya aja koq, nggak akan godain dia ini. "


Kata Doni dengan santai.


" Aku lagi nggak mood denger suara dia ! "


Sahut Arga kesal.


Dan selesai berkata, Arga bangkit dari kursi taman. Melewati Doni dan Qirani. Mengikuti jejak Indra.


" Kamu mau diem disitu terus ?! "


Kembali Arga membentak ke arah Qirani saat ia sadar, Qirani tak mengikutinya melangkah masuk.


" Ah, i-iya... "


Jawab Qirani gugup dan segera bangun dari kursi taman.


Bergegas mengejar langkah Arga. Tinggal Doni yang menggaruk kepalanya, bingung dengan ulah Arga.


" Lagi kesambet kali ya tu orang... "


Gumam Doni sembari ikut melangkah masuk ke dalam villa.


Di dalam villa, Indra sudah asyik menyalakan musik pop rock favoritnya. Qirani yang baru saja melangkah masuk ke dalam villa langsung mencari sosok Arga.


" Sini ! Duduk sini ! "


Kata salah seorang gadis kepada Qirani.


Ia menunjuk ke sisi sofa yang ia duduki, yang masih kosong. Qirani pun melangkah ke arah yang ditunjukkan. Dan dengan sopan, tersenyum sembari duduk di sebelah gadis tersebut.


Di salah satu sofa di seberang Qirani duduk, Arga hanya diam, acuh tak acuh melihatnya.


Ini beneran nggak salah ?


Arga cuek aja sama cewek ini....


Indra melihatnya dengan penasaran.


" Hei, dikit lagi waktunya makan malam nih.... "


Kata Doni setelah melihat jam di dinding tepat di sebelah kirinya.


Indra ikut melirik ke arah jam dinding. Dan senyumnya mengembang dengan lebar.


" Iya.... Bisa nggak order makan dari sini lewat aplikasi online ? "


" Nggak usah, biar dia yang masak ! Tadi aku sudah belanja banyak bahan makanan. "


Kata Arga seraya mengarahkan dagunya ke arah Qirani.


" Oh, oke deh ! "


Sahut Indra sedikit kecewa.


Qirani begitu tahu diri, dengan cepat ia bangun dari sofa tempatnya baru saja duduk.


" Allooooohaa ...... "


" Surprise !! "


Tanpa diduga, datang dua gadis cantik yang menghambur masuk ke dalam ruangan dengan hebohnya.


Semua menoleh ke arah mereka, termasuk Qirani yang terhenti melangkah menuju dapur.


" Nih, kita bawain banyak makanan !! "


" Minuman juga..... Uuwuw kaannn .... "


" Wahhh, Elisa dan Intan.... Kalian koq bisa tau-tau kesini aja ?? "


Sambut Doni yang merasa surprise.


" Curang ya ! Dari kemarin diajakin bilangnya nggak bisa... Tau-tau sekarang nongol !! "


Sambung Indra.


" Kita niat mau surprise kan.... "


Sahut Intan dengan senyumnya yang manis.


Kemudian ia meletakkan beberapa kantong plastik yang penuh dengan makanan dan minuman di atas meja.


Elisa juga meletakkan satu kantong plastik di sebelah bawaan Intan sebelumnya.


" Gengs, aku bawa wine... Mantap kan.... "


Kata Elisa dengan bangga mengeluarkan dua botol wine dari tas ranselnya.


Doni dan Indra tampak sumringah melihatnya. Arga hanya meliriknya sekilas, kemudian menatap Qirani.


Seperti paham maksud tatapan Arga, Qirani membatalkan langkahnya ke dapur. Berjalan mendekati Arga.


Belum sampai ia duduk di sisi Arga, Intan sudah mendahuluinya, duduk tepat di sebelah Arga.


" Hai, Arga... Tumben kamu ikut lagi ? Kangen sama aku ya.... Hemmm ? "


Kata Intan dengan senyum menggodanya, dan menyelipkan satu tangannya ke lengan Arga.


Melihat hal itu, Qirani berinisiatif memilih duduk di tempatnya semula, di seberang tempat Arga duduk.


" Yuli, masak air dong.... Bikin kopi panas, enak nih ! "


Kata Doni kepada gadis di sebelah Qirani.


Yulipun tersenyum dan beranjak bangun menuju ke dapur.


" Bikin berapa ? "


" Ada yang mau kopi ? "


Doni bertanya kepada yang lain.


" Aku mau kopiku, dia yang bikin. "


Kata Arga sembari mengarahkan pandangannya ke arah Qirani.


Spontan, Qirani langsung bergegas ke dapur. Diikuti oleh Yuli setelah menghitung siapa saja yang mau dibuatkan kopi.


" Ada cewek baru disini, dan kayaknya masih ABG gitu.... Bawaan kamu, Don ? "


Tanya Elisa seraya mengambil sebungkus kripik singkong pedas dari kantong plastik mereka tadi.


" Tuh.... "

__ADS_1


Jawab Doni dengan mengarahkan pandangannya ke Arga.


Intan yang berada di sisi Arga, ikut menoleh ke arah Arga.


" Kamu, Ga ? Seleramu berubah sekarang ? ABG ? Seriously ?! "


Kata Intan tak percaya.


" Emang kenapa ? Masalah buat kalian ? Suka-suka akulah, mau suka yang gimana.... Awas, tanganmu. "


Sahut Arga dengan jutek.


Intan melepaskan tangannya dari lengan Arga. Dengan wajah masam, ia beringsut ke sudut sofa.


" Hahaha.... dikacangin.... Arga tuh lagi doyan mangga muda yang belum dipetik, hehehe.... "


Kali ini Indra yang sedari sibuk berkaraoke, berkomentar.


Intan mengambil sebungkus kuaci dari kantong belanja yang dibawanya.


" Udah, jangan dimasukkin ke hati. Paling juga sebulan ntar Arga udah bosen. Tau sendiri, mana ada cewek yang dia bawa lebih dari sebulan jalan sama dia... Nggak ada kan ? Tenang aja deh, Tan... Ntar juga dia balik lagi jalan sama kamu. "


Sambung Elisa, masih sibuk dengan kripik singkongnya.


" Jangan salah.... Yang ini beda. Kataku, Arga bakal betah lama sama yang satu ini, lho... "


Timpal Doni, diikuti anggukan kepala Indra.


Arga hanya menyunggingkan senyum di sudut bibirnya. Intan melihatnya dengan sinis.


Tak lama, muncul Yuli dan Qirani membawa nampan dengan beberapa mug berisi kopi panas. Sampai di meja tengah, dua nampan tersebut diletakkan mereka di atas meja.


" Silahkan... "


Kata Qirani dengan sopan.


Setelah mengambil satu mug untuk diletakkan di hadapan Arga, Qirani kembali duduk di tempatnya tadi bersama dengan Yuli dan Rosa, satu gadis lagi yang datang bersama Doni dan Indra.


Arga menatapnya tajam dan dengan sebuah isyarat dari matanya, menyuruh Qirani duduk di sebelahnya.


Qirani berbalik menatapnya bingung, karena disisi Arga sudah ada Intan. Dan sofa itu hanya muat untuk dua orang saja.


Paham maksud tatapan Qirani, Arga memutar tubuhnya menghadap ke arah Intan. Intan yang tengah sibuk dengan sebungkus kuacinya, melihat Arga bingung.


" Apaan sih ? Tuh, dia kan udah duduk di situ... Wajib emang dia harus duduk disini ?! "


Kata Intan dengan nada yang kesal.


Doni yang tahu seperti apa karakter Arga, segera bangun dan menghampiri Intan.


" Wah, kamu makin berat aja, Tan... "


Kata Doni sambil mengangkat tubuh Intan dan menggendongnya.


" Hei ! Lepasin, Don... Nggak lucu, tau ! "


Kata Intan, berusaha melorot turun dari gendongan Doni.


Yang lain tersenyum melihat mereka.


Sementara Arga langsung mengalihkan pandangannya ke arah Qirani. Segera Qirani berpindah tempat duduk.


" Nih, makan.... Dari kita sampai, kamu belum makan. "


Kata Arga.


Kemudian dia mengambil sebungkus roti sobek dan sekotak puding, disodorkannya kepada Qirani. Qirani menerimanya dengan agak takut. Intan dan yang lainnya melongo keheranan.


Semua mata memandang Qirani dan Arga. Sedangkan Qirani dengan wajah tertunduk mulai menggigit roti di tangannya.


Arga sendiri sedang membantunya membuka penutup puding. Setelah terbuka, puding tersebut diletakkannya di pangkuan Qirani.


" Abisin, biar badanmu nggak kurus begitu. "


Kata Arga penuh perhatian.


Menyadari suasana yang mendadak kaku dan canggung, Arga mengalihkan tatapannya ke arah teman-temannya.


" Kalian ini kenapa ?! "


Begitu suara Arga terdengar, semuanya langsung pura-pura melakukan hal lainnya.


Doni yang masih menggendong Intan, langsung menurunkannya dan mengambil satu mug kopi dan duduk di karpet bergabung bersama Indra.


Yuli dan Rosa pun melakukan hal yang sama. Berbeda dengan Intan dan Elisa, mereka membawa tas ransel mereka dan masuk ke salah satu kamar.


Melihat teman-temannya telah bubar, Arga kembali menoleh ke arah Qirani. Qirani masih mengunyah rotinya dan meminum kopi susunya.


" Jangan lupa, pudingnya juga dimakan. "


Kata Arga mengingatkan Qirani.


" I-iya... Nanti dimakan koq. "


Jawab Qirani masih dengan nada takut.


" Kamu itu, kenapa takut gitu sih ? Ngerasa bersalah tadi menolak ajakan ku di depan bundamu ? "


Tanya Arga.


Dan tanpa basa-basi mengambil sisa potongan roti sobek milik Qirani. Kemudian ikut memakannya.


" Ah, nggak.... Nggak koq. "


Jawab Qirani masih tak berani menatap Arga.


" Ga, cewekmu ntar tidur jadi satu sama Intan dan Elisa, ya. Atau mau bareng Yuli sama Rosa ? Kita tidur bertiga, kamar paling depan ya. "


Kata Indra yang ikut-ikutan mengambil beberapa makanan di dalam kantong belanjaan milik Intan dan Elisa.


" Nggak, dia tidur sama aku di luar aja, ntar bagi bantal dua, dan selimut satu. "


" Uuhhuukk ! Uuhukk !! "


Qirani langsung tersedak mendengar jawaban Arga yang santai.


" Ngapain juga kaget begitu ?! Nih, airmu ! "


Kata Arga sambil mengambil sebotol air mineral dari dalam tas belanja.


" Uuhukk ! Uhmm.... Uhhuukk !! "


Qirani masih tersedak, dan dengan lembut, Arga menepuk punggungnya. Indra hanya menggelengkan kepala melihat keduanya.


" Oke deh, atur aja.... "


Sahut Indra sambil berbalik, kembali bergabung dengan yang lainnya di atas karpet, berkaraoke.


" Kalo makan pelan-pelan. Kamu kan udah gede. "


Kata Arga masih menepuk punggung Qirani dengan lembut, bahkan nada suaranya juga ikut menjadi lembut.


" Kak, kita tidur disini ? "


Qirani ingin memastikan apa yang akan terjadi.


" Iya... kenapa ? Takut ? "


" Ah, nggak begitu. Maksudnya.... Kakak dan aku... "


" Kenapa wajahmu shock begitu ? Kita pernah tidur bar... "


Qirani langsung membekap mulut Arga.


" Jangan bicara lagi.... "


Kata Qirani dengan wajah memerah


Kemudian menoleh ke arah karpet dimana yang lain sedang berkumpul. Berharap tak ada yang mendengar kalimat Arga.


Arga tersenyum geli melihat ulah Qirani, kemudian ia mengambil tangan Qirani yang membekap mulutnya, dan menciumi telapak tangan Qirani.


" Kenapa kamu lucu banget, hah ? "


Tanyanya sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


Qirani segera menarik kedua tangannya dari genggaman Arga. Arga menatapnya penuh rasa suka.


" Lihat ini, kenapa cewekku seimut ini ya ? Hemm.... "


Tambah Arga.


Yang kemudian memperlakukan Qirani seolah-olah sebuah boneka kesayangan. Arga mencubit ujung hidung Qirani, meninggalkan warna merah di ujung hidung tersebut.


" Kakak... kita nginep ? Nggak pulang ? "


Kali ini Qirani mencoba bertanya lebih jelas.


" Nggak pulang.... Besok senin kan tanggal merah, jadi kita nginep sehari disini. Besok malem baru kita pulang. Nanti aku yang bilang ke bundamu, deh. "


" Ta-tapi... "


" Apalagi ? Kalo aku bilang nginep ya nginep ! Jangan banyak tanya lagi. Inget, kamu masih punya utang maaf sama aku soal tadi di panti. "


Arga yang memang tak suka dibantah, mulai mengintimidasi Qirani kembali.


Qirani mengangguk lemah. Mengambil sisa air mineralnya tadi. Meneguknya sampai habis.


" Ayo ah... Buka wine nya ! "


" Iya, buat apa dibawa cuma dianggurin aja... "


Kata Doni dan Indra yang menarik satu kantong belanja, dan mengeluarkan dua botol wine yang dibawa Intan dan Elisa.


Doni mengetuk pintu kamar yang tadi dimasuki Intan dan Elisa.


" Ada apa ? "


Tanya Intan yang ternyata baru saja selesai mandi, dengan rambut nya yang masih setengah basah.


Ia mengenakan setelan piyama pendek yang ketat di tubuh sintalnya.


" Waaahhh.... boleh nggak malam ini aku yang temani kamu tidur ? "


" Haaa, ngarep amat ! Nih ! "


Sahut Intan sambil melempar handuk yang tadi digunakannya untuk mengeringkan rambut pirangnya yang panjang.


" Ayolah.... kamu hot banget, sayang ! "


Kejar Doni saat Intan keluar kamar.


Intan tak mempedulikannya. Dan wajahnya tampak masam saat mendapati Arga yang masih duduk berdua dengan Qirani.


Arga bahkan tak meliriknya. Tatapan Arga terus melekat ke arah Qirani yang kini sedang menyuap puding.


" Tan, wine nya dibuka ! "


Kata Indra menunjukkan sebotol wine yang sedang dituangnya di gelas berkaki yang baru saja diambil oleh Yuli di dapur.


" Ayo, kita nikmatin bareng. "


Sahut Intan yang berusaha tetap santai saat melewati Arga dan Qirani.


" Kak... Kamu nggak gabung sama temen mu ? "


Tanya Qirani yang merasa tak enak dengan tatapan tajam Intan saat melewatinya.


" Kamu mau gabung ? "


Arga balik bertanya.


" A-aku .....nggak tau.... "


Qirani bingung mau menjawab apa.


" Ayo, kita gabung.... "


Akhirnya Arga memutuskan untuk mengajak Qirani bangun dari sofa dan bergabung dengan yang lain.


Tak lama Elisa juga keluar dari kamar dengan rambut yang setengah basah dan sudah berganti baju.


" Sudah mulai kah ? "


Tanya Elisa yang mengambil duduk tepat di antara Yuli dan Doni.


" Belum... Ayo ah, mulai.... "


Sahut Doni.


" Lagunya ganti dong.... Jangan pop rock lagi... Disko, disko ! "


Usul Rosa, diikuti anggukan dan sorak sorai yang lain.


Tentu saja kecuali Arga dan Qirani. Arga menggeser duduknya, sebelumnya berada di antara Qirani dan Yuli, kini berpindah di belakang Qirani.


Qirani yang sedang diajak ngobrol Yuli, menjadi terdiam.


Dimana ia menyadari Arga yang sudah berada di belakangnya dan melingkarkan tangannya ke perut Qirani. Dan dengan santainya, Arga mendekatkan wajahnya tepat di bahu Qirani.


Intan yang diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan Arga, merasa kesal sendiri dalam hati. Yang lainnya memang tak begitu peduli dengan apa yang dilakukan Arga.


" Nih... Giliran pertama buat si bucin baru ! "


" Kata siapa aku bucin, hah ?! "


Arga menjawab dengan nada kesal.


Indra terkekeh saat Arga mengambil gelas berisi wine ditangannya.


" Gantiin minum ! "


Kata Arga menyodorkan gelasnya kepada Qirani.


Qirani langsung pucat mendengar Arga selesai bicara.


" Ga ! Yang bener aja .... "


" Kamu apaan sih, Ga ?! "


Protes Doni dan Indra bersamaan.


" Lah, kenapa kalian yang protes sih ?... Dia milikku, suka-suka aku lah mau nyuruh dia ngapain. "


" Tapi jangan kayak gitulah.... Qirani kan pastinya nggak kenal minuman kayak gitu... "


Doni berusaha membela Qirani.


Yang lain hanya bisa menahan nafas melihat ulah Arga.


" Ambil ! Habiskan ! "


Perintah Arga.


Dengan takut-takut, Qirani mengambil gelas dari tangan Arga. Mendekatkan gelas tersebut ke bibirnya.


" Jang.... "


" Buruan minum ! "


Arga memotong ucapan Indra.


Bagi Qirani, aroma wine tersebut membuatnya pusing.


Apa yang kutakuti terjadi juga...


Dia emang nggak bisa terima penolakan.


Aku udah ngerasa, bakal habis aku dikerjain ini orang.


Selama perjalanan cuma diam.


Baiknya sesaat cuma karena cewek yang dipanggil Intan tadi...


Dia kayak manfaatin aku buat ngehindarin cewek itu.


Gimana ini....


Aku belum pernah minum ini.


Ya Allah.... kenapa aku apes banget kenal sama cowok ini....

__ADS_1


__ADS_2