Mengejarmu

Mengejarmu
BAB 53


__ADS_3

Aneh...


Akhir-akhir ini kak Adit sering banget pergi tanpa alasan yang jelas.


Malah kadang udah kayak hantu aja.


Tau-tau nggak ada, eh tau-tau nongol gitu aja.


Aku telepon ke mama, kali aja, mama kasih tugas apa gitu ke kak Adit, tapi mama bilang, mama nggak kasih tugas apa-apa.


Terus kak Adit ini kemana aja ?


Ngapain aja ?


Kak Adit itu nggak pernah pergi kemana-mana kecuali urusan kerjaan kantor atau urusan dari mama.


Aneh banget...


Qirani tampak sangat serius, dapat dilihat dari kerutan di dahinya yang sangat jelas.


Sesekali ia mengubah posisi duduknya. Lalu ia menyandarkan tubuhnya ke belakang. Melihat situasinya, Qirani tampak nggak nyaman. Pikirannya berkecamuk penuh tanda tanya.


Saking seriusnya melamun, Arga yang masuk kantornya tanpa permisi pun tak ketahuan olehnya.


Arga melihat Qirani yang terpejam matanya dan sedang duduk bersandar di kursi kerjanya. Dengan hati-hati dan melangkah tanpa bersuara, Arga mendekat.


Begitu sampai di meja kerja Qirani, Arga meletakkan sekotak kue brownis hazelnut kesukaan Qirani dan sebotol jus buah mangga.


Tepat di sisi samping kursi tempat Qirani berada, Arga menundukkan kepalanya. Memperhatikan wajah Qirani dengan seksama.


Dulu...


Wajahmu nggak setenang ini.


Selalu keliatan ketakutan dan panik.


Senyum pun jarang banget...


Terus manyun dan kadang jutek.


Aku selalu bisa tau, apa isi otakmu.


Bahkan saat tidur pun, kamu nggak pernah keliatan nyaman dan nyenyak.


Keningmu selalu berkerut.


Kadang aku kira, kamu itu tidur apa lagi mikirin sesuatu ?


Sekarang...


Saat ini biarpun kamu tidur beneran, kamu keliatan tenang banget...


Aku nggak pernah bisa baca pikiran mu lagi.


Kamu yang cuek, kalem, nggak pernah lagi keliatan takut, bikin aku makin penasaran...


Kamu yang punya niat balas dendam padaku, aku juga nggak akan menolaknya...


Selama aku ada di pikiranmu, meski sebagai musuh, nggak masalah...


Aku menikmati semua tatapan marahmu, aku suka raut wajah jutekmu begitu ngeliatku, aku suka dengerin ocehan mu yang selalu marah-marah dan kesal padaku, yang penting aku denger suaramu lagi dan lagi...


Terlalu sakit rasanya waktu nyariin kamu nggak pernah ketemu.


Bener-bener putus asa kalo mikirin kamu bakal nggak akan ada disisiku lagi.


Kayak jadi mayat hidup, ngejalani hari-hariku tanpa kamu.


Nggak papa kalo sekarang masih nggak mau menerimaku...


Asal bisa ngeliat kamu, bisa denger suaramu, bisa jadi tempat marahmu, aku udah bahagia banget.


Aku yakin...


Suatu hari nanti, kamu pasti kembali padaku.


Aku yakin itu...


Arga mengulurkan tangannya, hendak membelai pipi Qirani. Namun, baru saja tangannya berjarak beberapa sentimeter lagi dari pipi Qirani, Qirani membuka matanya.


Mata Qirani makin membulat saat menemukan Arga yang sudah berdiri di sisi kursinya dan sedang menatapnya.

__ADS_1


" Kamu ?! "


Ucap Qirani terdengar terkejut.


Arga menurunkan tangannya dan berbalik arah, berjalan ke arah sofa tamu di tengah ruangan.


" Mana Adit ? "


Tanya Arga acuh tak acuh.


Dan dengan santainya, seperti biasa, Arga merebahkan tubuhnya di sofa.


" Tumben nyariin kakakku. Bukannya selama hampir sebulan ini, kerjaanmu kesini cuma numpang tidur ? Jadi berharap, buru-buru datang hari sabtu. "


Sahut Qirani ketus.


Arga menyunggingkan senyumnya dan tertawa kecil.


" Aahh... Sabtu dan minggu, hari liburmu ya. Jadi berharap cepat libur, biar nggak ngeliat aku ? Tapi apa kamu lupa ? Sabtu minggu kan aku selalu main ke apartemen kalian... Jadi tetep aja, nggak mungkin nggak ngeliat aku. "


Timpal Arga dengan nada sombong.


" Paling nggak, sabtu minggu itu aku nggak jadi obat nyamuk mu. Nungguin kamu yang main ngorok di ruanganku ini. Bukannya ruang kerjamu baru saja direnovasi, emangnya masih kurang nyaman ? "


Kata Qirani sinis.


" Nyaman nggak nyaman, nggak senyaman disini. Aku tidur... "


Jawab Arga dan mulai memejamkan mata.


Tidur ya tidur...


Kebiasaan barunya ini bikin aku pusing.


Banyak gosip beredar di kantor tentang aku dan dia.


Tapi dia cuek-cuek aja.


Aku yang merasa risih jadinya.


Bukan siapa-siapa, tapi selalu kesini dan tidur di ruanganku.


Bisa bikin Arga terus menempel padaku, maka Arga akan melakukan apapun buatku.


Padahal saat ini aja, aku masih tarik ulur dengannya.


Batin Qirani yang masih menatap ke arah Arga yang berbaring di sofa, yang hanya berjarak kurang lebih lima meter dari tempatnya duduk.


Ya udah deh...


Nggak rugi juga sih, malah untung rasanya ngebiarin dia terus kesini.


Selain bikin kak Adit senang, aku juga dapat yang aku suka banget.


Brownies hazelnut...


Sambung Qirani dalam hati sembari menahan air liurnya saat mengalihkan pandangannya ke arah kotak kue di mejanya.


Kemudian Qirani pun menarik kotak kue tersebut ke hadapannya. Membukanya dengan tatapan bersinar. Seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah kado di hari ulang tahunnya.


Tiap hari dibawain kayak gini...


Bener-bener nggak bisa nolak ah.


Lalu iapun mengambil sepotong dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Dengan sangat menikmatinya, Qirani mengunyah kue tersebut.


Dan Qirani pun membuka laptopnya. Memilih melanjutkan pekerjaannya sambil menyuap satu per satu potongan kue brownies tersebut.


Hampir sebulan, kegiatannya selalu sama. Sejak Arga selalu memaksa tidur di ruangannya, Qirani pun memilih melanjutkan pekerjaannya ditemani kue brownies bawaan Arga sebagai makan siangnya.


Untuk beberapa lama, suasana ruangan Qirani benar-benar tenang. Arga yang benar-benar tertidur pulas dan Qirani yang terus menatap laptopnya, mengerjakan pekerjaannya sebagai desain interior. Membuat beberapa rancangan untuk para klien perusahaannya.


TOK TOK TOK !


Keheningan pun pecah, karena suara ketukan dari arah luar ruangannya. Qirani melirik sekilas ke arah Arga yang berbaring. Setelah memastikan Arga masih diam tak bergerak, barulah Qirani beranjak dari kursinya.


" Masuk ! "


Sahutnya sembari merapikan mejanya dari kotak kue browniesnya yang telah habis.


Sesaat kemudian, terdengar pintu di buka dan masuklah seorang gadis dengan raut wajah yang panik.

__ADS_1


" Bu Divya, maaf. Saya mengganggu. Itu bu... Pak Adit, beliau... beliau... "


" Nis, bicara perlahan. Ada apa dengan Pak Adit ? "


Kata Qirani menenangkan Anisa, sekretaris Aditya.


" Pak Adit... Beliau, beliau... itu bu, beliau... "


Anisa tampak gugup dan panik.


" Iya, ada apa ? Ini, minum dulu. Itu jus buahku, belum kubuka, minum saja, biar kamu tenang. "


Kata Qirani yang langsung menyodorkan botol jus buah yang dibawa Arga sebelumnya.


Anisa menerimanya dan dengan buru-buru membuka segel dari botol jus tersebut. Setelah itu, ia langsung menenggak jus buah tersebut.


" Sudah bisa tenang ? "


Tanya Qirani sesaat setelah melihat Anisa yang mulai bisa mengatur nafasnya dengan baik.


" Iya bu, terimakasih. "


Jawab Anisa.


" Jelasin, ada apa dengan Pak Adit ? "


Tanya Qirani dengan nada tenang.


" Pak Adit tadi telepon saya, bu. Aduh, gimana ya jelasinnya... Itu, beliau saat ini berada di kantor polisi, soalnya be... "


" Apa kamu bilang ?! "


Seru Qirani dengan wajah yang sangat pucat.


" Iya, bu... Pak Adit ada di kantor polisi. "


Ulang Anisa setengah ketakutan melihat tanggapan dari Qirani.


" Apa yang terjadi ?! "


" Pak Adit nggak jelasin apa-apa. Cuma pesan, Bu Divya datang kesana. Sebelumnya telepon ibu, katanyan nggak diangkat-angkat. "


Jawab Anisa, kali ini sembari menundukkan kepala.


Ah iya...


Handphone ku di dalam tas, aku silent.


Tentu saja, kakak telepon nggak aku angkat, aku nggak tau.


Batin Qirani sembari melirik ke arah tas jinjingnya yang tergeletak di sudut meja kerjanya.


" Suruh Pak Simon siapin mobil, aku segera turun. "


Putus Qirani akhirnya.


" Ya bu. "


Dan Anisa pun bergegas keluar ruangan.


Qirani membuka tas nya dan mengambil handphone di dalam tas tersebut.


Benar....


Ada dua puluh tiga panggilan tak terjawab dari kakak, sejak setengah jam lalu.


Tapi kenapa nggak ada chat sama sekali ?


Apa terjadi sesuatu yang fatal ?!


Kenapa bisa tau-tau ada di kantor polisi ?


Ditangkap atau gimana ?


Nggak... Nggak mungkin.


Kalo ditangkap, atas kejahatan apa ?


Kakak bukan orang yang suka bikin onar di luar.


Ada masalah apa ini sebenarnya...

__ADS_1


__ADS_2