Mengejarmu

Mengejarmu
BAB 16


__ADS_3

Udah empat hari berlalu...


Kak Arga gimana kabarnya ya ?


Apa dia masih marah ?


Abis ribut-ribut di puncak waktu itu, Kak Arga langsung nganterin aku pulang dengan tampang yang kesal.


Sebenarnya... dia itu marah karena apa sih ?


Dia kan udah bikin cowok-cowok itu sampai pada nggak bisa bangun.


Terus apa yang bikin dia masih kesal ?


" Isshhh.... apa-apaan sih ? Kenapa juga aku mikirin dia ? "


Qirani menggelengkan kepalanya beberapa kali.


" Ah ! Bodo amatlah ! "


Ucapnya lagi sambil merebahkan kepalanya di atas meja.


" Ada apa sih, temanku yang cantik ? Aku liat, kayaknya lagi galau banget gitu. "


" Oh, hai Lun... "


Qirani mengangkat kepalanya saat Luna, sahabatnya, menegurnya.


Luna tersenyum simpul, menarik bangku kosong dan mendudukinya tepat di hadapan meja Qirani.


" Ada apa, say ? Ribut sama cowokmu ? Bukannya mas Galih mu ini seseorang yang kamu bilang, sangat dewasa dan bijaksana ? Kenapa bisa berantem ? "


Kata Luna sambil meletakkan siku lengannya di meja Qirani, kemudian memangku wajahnya.


Membuat posisi yang nyaman untuk mendengarkan curahan hati sang sahabat. Qirani melakukan hal yang sama. Dan dengan senyumnya yang manis, ia menatap Luna.


" Aku kasih tau ya, aku dan mas Galih udah selesai. "


" Whaaattt ??? "


Luna bangun dari duduknya saking kagetnya mendengar kalimat Qirani tersebut.


Qirani tertawa geli melihat tingkah laku Luna yang terlihat shock tak percaya.


" Qirani Asha... ayolah ! Jangan bercanda ! Mas Galih itu udah passs banget buat kamu yang lemah gemulai nggak bisa apa-apa ini... "


" Heii... kamu ini sahabat aku apa bukan sih ?? "


Protes Qirani.


Dia ttersinggung dengan kalimat Luna langsung menyerobot kesal. Luna kembali duduk dan tertawa kecil.


" Hehehe.... say, aku ini jujur apa adanya, aku temenan sama kamu dari SMP lho, jadi aku tau betul sifatmu. "


Kata Luna.


" Kamu itu nggak bisa ngeluarin isi hatimu dengan gampang, kamu nggak bisa bilang nggak pada siapapun dan apapun, itu yang bikin kamu sering dikerjain sama orang lain. "


" Kamu itu type cewek penurut yang kalo disuruh terjun ke sumur pun, kamu pasti nggak bisa bilang nggak mau, kamu... "


Sambung Luna penuh pengertian.


" Anda kenal betul ya dengan saya, hah ? "


Kembali Qirani memotong ucapan Luna dengan wajah yang terlihat kesal.


" Okey, okey, jangan marah ah ! Nggak seru... "


" Abisnya..... "


" Sekarang cerita ke aku, ada apa gerangan, hah ? Kenapa kamu bisa putus sama Mas Galih ? Isshhh, sayang banget.... "

__ADS_1


" Huuufftthhh.... Aku juga nggak tau, sebenarnya aku ini udah putus apa belum sama Mas Galih. Tau-tau, dia ngilang gitu aja. Nggak pernah ke panti lagi, nggak pernah anter jemput aku sekolah... "


Qirani bercerita dengan raut wajah sedihnya.


" Tapi, jujur padaku, kamu... nggak abis dihamili kan ? "


Tanya Luna dengan setengah berbisik.


Sesekali matanya melirik ke sana sini, memastikan teman-teman sekelasnya yang sedang istirahat, tidak ada yang mendengar apa yang diucapkannya.


" Luna ! "


Sentak Qirani kesal.


Luna terkejut untuk sesaat dan menepuk tangan Qirani dengan pelan. Mencoba menenangkan sahabatnya.


" Maksudku, kalian pacaran, terus dia ilang gitu aja, aku kuatir, dia nggak mau tanggung jawab ke kamu. "


" Kamu pikir, aku segampang itu ? "


" Mmm.... nggak sih, kamu nggak gampangan. Tapi kamu kan suka banget sama Mas Galih mu itu, matamu itu kalo ngeliat Mas Galih udah kayak ngeliat makanan mahal yang enak dan emas segepok, bersinar banget. "


" Ya kan wajar aku suka sama dia segitunya, dia cowok pertama yang jadi pacarku, dia bener-bener baik banget sama aku dan semua yang ada di panti. "


" Nah itu, bisa aja kamu akhirnya luluh seluluhnya dan nyerahin yang satu itu sama dia kan.... "


Kalimat Luna belum selesai saat ia menyadari beberapa pasang mata yang sedang memperhatikannya dan juga Qirani. Qirani pun merasakan hal yang sama.


" Kok pada banyak yang kumpul dikelas kita sih ? "


Tanya Luna setengah berbisik kepada Qirani.


Qirani yang juga penasaran, bersamaan dengan Luna mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang kelas.


" Oh my God !!! "


Jerit Luna dengan sangat kagetnya hingga melompat dari bangkunya.


Seketika matanya terbelalak saat pandangannya mendapati sosok laki-laki muda yang tinggi berdiri tepat di belakang Qirani.


Gumam Luna dengan lirih.


Qirani yang masih kebingungan dengan tatapan teman-teman di sekitarnya, makin merasa bingung melihat Luna yang terkejut.


Dilihatnya Luna yang terbelalak, matanya yang bulat bahkan hampir mau keluar dari tempatnya dan bibirnya menganga dengan lebar.


Penasaran, dengan perlahan Qirani memutar tubuhnya, mengikuti pandangan mata Luna tersebut.


" Astaghfirullah !!! "


Jeritnya ikut terkejut, sama dengan Luna.


Mata Qirani juga hampir copot. Dengan cepat ia berdiri dari kursinya, merasakan tubuhnya yang bergetar hebat.


Di hadapannya kini, berdiri Arga yang dengan tatapan tajamnya tersenyum sinis di sudut bibirnya.


" Apa ? Ngeliat hantu ? Monster ? Setan ? Matamu itu yaaa... "


Kata Arga dengan nada ketus.


" Ka-kamu ini siapa, bukan murid sini, kenapa bisa ada di kelas ini ? Kamu keliatan lebih tua dari kita-kita .... "


Kata Luna gagap, penasaran sambil memperhatikan Arga dari atas ke bawah.


" Jelas aku lebih tua, aku bukan ABG, ada masalah ? "


Jawab Arga masih dengan nada ketusnya.


" Hei, kamu ini si... "


" Kakak kenapa ada disini ? "

__ADS_1


Qirani mengalihkan perhatian Luna dan Arga agar tidak berdebat lebih lama lagi.


" Kakak ? Kamu kenal dia ? "


Kali ini Luna menatap Qirani dengan bingung.


" Mmm, ya... Di-dia... "


" Aku wali asuhnya sekarang. Cewek bodoh ini milikku, dan aku mau jemput dia pulang sekarang. "


Ucapan Arga yang memotong kata-kata Qirani membuat semua yang ada di ruang kelas terperangah.


Tak terkecuali Luna dan Qirani..Seperti jaringan internet yang cepat, seketika itu terdengar kasak-kusuk di sekitar mereka.


Merasa risih dipergunjingkan teman-teman kelasnya, Qirani mendekat ke arah Arga.


" Kak... "


Lirih Qirani dengan nada cemas sembari memegang lengan Arga.


Aduh... apalagi ini...


Apa dia mau bikin heboh di sekolahan ku ?


Kenapa selalu buat ulah sih ?


Ini sekolahan... bisa-bisanya dia ngomong sembarangan.


Batin Qirani.


" Hari ini aku udah adopsi kamu, jadi mulai hari ini akulah yang bertanggungjawab semua atas hidup mu. Kalo nggak percaya, kamu bisa tanya bundamu. Ayo, benahi buku-bukumu, sekarang juga ikut aku. Aku udah minta ijin buat kamu sama wali kelasmu barusan. "


Kata Arga sembari merapikan buku-buku Qirani di atas meja dan memasukkannya ke dalam tas yang tergantung di sandaran kursi Qirani.


" Qiran.... "


Ucap Luna masih tak percaya dengan apa yang terjadi dan didengarnya saat ini.


" Tapi kak, aku... "


" Jangan banyak ngomong, ayo ! "


Dan Arga pun mencekal lengan Qirani, menariknya keluar kelas diikuti pandangan dari teman-teman sekelasnya.


Luna masih terdiam, antara percaya dan tidak, antara mimpi dan kenyataan. Pandangannya masih tak lepas dari Qirani yang dipaksa Arga keluar kelas.


Apa aku nggak salah dengar ?


Qirani diadopsi ?


Dia kan udah gede...


Terus... yang adopsi seorang cowok lagi.


Cowok itu paling seumuran dengan Mas Galih, masa iya jadi wali asuh Qirani ?


Emang bisa ya ngadopsi anak panti yang udah segede Qirani gitu ?


Apa tujuannya ?


Nggak beres...


Pasti nggak beres ini.


Jangan-jangan itu cowok cuma mau ambil keuntungan doang dari Qirani.


Qirani kan polos banget.


Aku harus nolongin Qirani dari cowok hidung belang itu.


Okey, nanti pulang sekolah, aku mampir ke panti.

__ADS_1


Pasti bundanya Qirani bisa jelasin soal ini.


Batin Luna bergejolak, penuh tanda tanya dan penasaran yang teramat sangat.


__ADS_2