Mengejarmu

Mengejarmu
BAB 40


__ADS_3

Aditya membaca beberapa dokumen di hadapannya dengan sangat serius. Satu persatu halaman dibaliknya dengan perlahan.


Qirani memperhatikan kakaknya dengan seksama. Kemudian dengan perlahan mendekat ke kursi kerja sang kakak.


" Kak, ada yang bisa aku bantu ? "


Tanya Qirani penuh perhatian.


" Sudah berapa hari sejak kita dari kantor Arga ? "


Bukannya menjawab pertanyaan sang adik, Aditya malah balik bertanya.


" Mmm, satu minggu sampai hari ini. "


" Satu minggu.... Kayaknya sudah waktunya buat dapetin jawaban. "


" Dia belum hubungi aku sampai hari ini. "


" Kalo dia nggak menghubungi sampai hari ini, baiklah... Kita harus kasih umpan, kalo pingin mancing ikan, bukan ? "


Kata Aditya dengan senyum simpul dan merapikan dokumen-dokumen yang dibacanya tadi.


" Maksud kakak ? "


Qirani masih tak mengerti.


" Ganti pakaianmu dengan pakaian santai dan simpel. Kita akan senang-senang di diskotik malam ini. "


Kata Arga setengah memerintah dan beranjak bangun dari duduknya.


Qirani segera berjalan menuju ke arah kamar tidur. Sesuai perintah Arga, untuk segera berganti pakaian.


DISKOTIK JJ


Aditya menggandeng tangan Qirani dan bersama melangkah masuk ke ruang diskotik yang hingar bingar dengan suara musik dan lampu warna warninya.


" Arga dan kawan-kawan nya ada di meja paling ujung. Cari perhatian agar dia menarik kita untuk bergabung. Okey ? "


Bisik Aditya tepat di telinga Qirani.


Qirani paham maksud perkataan Aditya. kemudian ia melepaskan pegangan tangan Arga dan berjalan dengan berpura-pura sedikit sempoyongan mendekati seorang laki-laki yang sedang berdiri bersandar dimeja bar, tak jauh dari meja dimana Arga dan sahabatnya berkumpul.


" Heii ! "


" Ah, sorry.... "


Ucap Qirani sesaat setelah berhasil menabrak bahu orang di hadapannya.


" Wow... cewek cantik, hah ?! "


Ucap laki-laki tersebut setelah menoleh dan mendapati Qirani dengan senyum nakalnya.


" Aku nggak sengaja, sorry.... "


Ucap Qirani.


" Just say sorry ? How about I treat you to a drink, honey ? "


( Cuma bilang maaf ? Gimana kalo aku traktir kamu minum, sayang )


Kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangan, berniat membelai pipi Qirani.


Qirani melangkah mundur, menghindarinya. Laki-laki yang telah terpesona dengan kecantikan Qirani melangkah maju mendekat.


" I don't drink, and I didn't mean to. "


( Aku nggak minum, dan tadi aku nggak sengaja. )


Jawab Qirani masih dengan senyumnya.


" Oh yes ? A girl goes to a discotheque, if not to drink what to sell herself ?


( Oh ya ? Seorang gadis main ke diskotik, kalo nggak buat minum apa mau jual diri ? )


" Watch your talk ! I'm sorry, what's your problem ? "


( Jaga bicaramu ! Aku sudah minta maaf, apa sih masalahmu ? )


" Masalahku adalah aku ingin kamu temani aku ! "

__ADS_1


Begitu berhenti bicara, laki-laki itu langsung menarik lengan Qirani. Sayangnya, Qirani melawannya, menghempaskan tangan laki-laki tersebut.


Merasa penasaran, laki-laki itu kembali maju menerjang Qirani, berniat memeluk. Namun Qirani lebih cepat darinya, melompat ke samping menghindari pelukan laki-laki tersebut.


Makin merasa penasaran ditambah rasa kesal karena penolakan yang dilakukan Qirani, laki-laki itu memutar tubuhnya dan kembali menyerang Qirani.


Dalam sepersekian detik, Qirani melakukan tendangan memutar ke arah laki-laki tersebut. Laki-laki yang memang sudah setengah mabuk itu pun terhuyung-huyung ke belakang.


Dan sekali lagi Qirani menendangnya tepat di dadanya, kemudian laki-laki tersebut langsung jatuh tersungkur tepat di hadapan meja Arga dan para sahabatnya.


" Heiii !! Jangan ribut disi... "


Arga yang kesal melihat seseorang jatuh di depannya karena berkelahi, langsung bangun dari duduknya, berniat menegur.


Akan tetapi, kalimatnya terputus begitu saja saat melihat lawan berkelahi laki-laki yang jatuh tadi.


" Kamu ? "


Kata Arga antara percaya dan tak percaya.


" Cewek sialan !! "


Laki-laki yang jatuh tadi kembali merangsek ke arah Qirani begitu bangun dari jatuhnya.


Tapi lagi-lagi Qirani bisa menghindar ke samping dan melayangkan bogem mentah tepat di bawah ketiak laki-laki tersebut.


GUBBRRAAKK !!!


Laki-laki tersebut jatuh menabrak meja yang penuh dengan makanan dan botol minuman di hadapannya.


" Woii ! Apa-apaan ini ?! "


Sang pemilik meja langsung protes dan menarik tubuh laki-laki yang menyerang Qirani tadi menjauh dari mejanya.


Dua orang petugas keamanan dengan tubuh yang tinggi dan berotot bak binaraga menghampiri Qirani dan laki-laki tersebut bersama Aditya.


" Ga, jangan ikut campur ! "


Tegur Indra saat melihat Arga yang berniat menghampiri Qirani.


Arga menghentikan langkahnya saat melihat laki-laki yang berkelahi dengan Qirani tadi diseret paksa keluar oleh dua orang petugas kemanan tersebut.


" Qirani ? "


" Qirani ? "


" Bukan. Bukan Qirani... Namanya Divya. "


Jawab Doni.


" Lho, ada Pak Arga disini juga ? Maaf ya kalo terganggu. Maaf banget ! "


Aditya yang baru saja memutar tubuhnya dan mendapati Arga yang tengah memperhatikan Qirani langsung menegur.


" Ah iya... Tunangan anda sungguh hebat dalam berkelahi. "


Sahut Arga tanpa basa-basi.


" Cuma orang yang udah mabuk dan usil, cewek lemahpun bisa ngalahin orang kayak gitu... "


" Tapi saya lihat, nona Qi, maaf, nona Divya bukanlah cewek lemah. "


" Anda terlalu memuji tunangan saya.... Sekali lagi maaf ya ! Ayo, sayang... Kembali ke meja kita. "


Kata Aditya yang kemudian menggandeng tangan Qirani untuk menjauh dari meja Arga.


" Kenapa nggak bergabung saja dengan kita ? "


Cegah Arga, diikuti tatapan tajam Doni.


" Ah, jangan. Takut mengganggu. Kami sudah pesan meja juga, di sana, dekat bar di pintu masuk. "


Sahut Aditya sambil menunjuk ke arah meja yang telah dipesannya saat Qirani berkelahi tadi.


" Itu bisa diatur. Waiters ! "


Arga memanggil seorang laki-laki berusia lebih muda darinya mengenakan seragam pelayan diskotik.


" Ya, boss ? "

__ADS_1


" Tolong pindahin makanan dan minuman di meja sana, bawa ke sini. "


Kata Arga sambil menunjuk ke arah meja Aditya dan memberikan selembar uang seratus ribu kepada pelayan tersebut.


" Siap, boss. Silahkan ditunggu ya. "


Jawab pelayan tersebut dan segera mengikuti instruksi dari Arga.


" Tuan muda ini, suka memaksa rupanya. Okey... mungkin bergabung lebih seru ya. "


Kata Aditya sambil tersenyum.


Indra segera menggeser duduknya berdekatan dengan Elisa dan menawarkan tempatnya duduk kepada Aditya dan Qirani. Karena sofa dimana Indra duduk memang yang masih tersisa.


Aditya memilih duduk berdekatan dengan Indra, baru Qirani duduk di ujung sofa di sebelah Aditya.


Arga juga kembali duduk di tempatnya setelah pelayan tadi sudah membawa beberapa makanan dan minuman pesanan Aditya ke mejanya.


" Jus buah, hah ? "


Komentar Indra saat Qirani mengambil gelas miliknya.


" Tunangan saya nggak minum yang beralkohol. Jadi saya pesankan jus buah untuk dia. "


" Hei, kita disini buat kumpul-kumpul santai. Bahasanya bisa lebih santai juga, jangan formal begitulah. Rasanya kedengarannya jadi aneh. Betul nggak ? "


Kata Intan kepada Aditya.


" Oh, maaf. Baiklah, aku akan coba bicara lebih santai lagi, okey ? "


Sahut Aditya.


" Nah iya betul... Hallo, Intan. "


Dan Intanpun memperkenalkan diri.


" Okey, Intan. Panggil aja Adit. Usia kita mungkin sebaya... Dan ini Divya, panggil aja Divy, aku biasa panggil dia Divy. "


" Hai, Divy. Salam kenal ya. Dua kata buatmu. Jagoan Cantik ! "


" Makasih, tapi aku bukan jagoan koq. Cuma ngebela diri aja dari orang rese. "


" Hai, aku Elisa. Salam kenal juga ya. "


" Ya, makasih banyak. "


" Ayo, kita bersulang ! "


Ajak Aditya sembari mengangkat botol birnya dari tempatnya duduk.


" Ayo ! "


Sahut Doni yang melakukan hal sama pula.


Diikuti oleh yang lain, termasuk Qirani. Hanya saja, kalau yang lain bersulang dengan botol birnya, Qirani bersulang dengan gelas berisi jus buah.


" Cheers !!! "


Ucap semuanya serempak bersamaan.


Tiga tahun lalu...


Di tempat yang sama, dengan waktu yang kurang lebih sama.


Bersulang kayak gini juga.


Tapi akhirnya saat itu, aku kehilangan semuanya.


Kehilangan kehormatan ku...


Kehilangan ingatanku...


Kehilangan waktu ku bersama keluarga pantiku...


Kamu akan membayarnya, Arga Ekadanta !


Aku akan membuatmu membayar semua yang kualami saat itu !


Aku bersumpah !!!

__ADS_1


Batin Qirani dengan wajah yang menampilkan senyum manis tepat saat matanya beradu pandang dengan Arga.


__ADS_2