Mengejarmu

Mengejarmu
BAB 59


__ADS_3

" Masih bersikap dingin ? Atau sudah mulai luluh ? "


Pertanyaan Aditya yang tiba-tiba, membuat Qirani gelagapan.


" Nggak bisa langsung jawab ? Itu artinya kamu mulai ra... gu... "


Sambung Aditya dengan senyum yang mengembang dari sudut bibirnya.


" Kak, bisa nggak kita bahas yang lain ? "


Qirani mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Gimana dengan mertuamu ? Apa masih nggak mau ketemu kamu ? "


Dan Adityapun mengubah topik pembicaraannya.


" Ya, mereka masih nggak mau ketemu aku. Arga beberapa kali mengajak ku kerumah ayah dan oma, tapi mereka menolakku. "


" Hemm... Keras kepala juga ya, orang-orang tua itu. Arga, apa rencananya ? "


" Entahlah... Aku nggak pernah ngobrol dengan dia. Hari-hariku, kakak tau sendiri. Nggak ngaruh juga buatku, diterima atau nggak sama keluarga dia. "


" Sedingin itu ? Arga itu tulus, Div. Kenapa nggak mencoba buat welcome ke dia ? Nggak ada salahnya, kamu menikmati sensasi pengantin baru. Apalagi, ehemm... Dia itu yang pertama buatmu, kan ?... "


" Kakak ! "


Protes Qirani cepat.


Wajahnya seketika memerah. Pipinya terasa panas. Aditya melihat perubahan mendadak itu segera tertawa lebar.


" Hahaha ! "


" Itu nggak lucu ! Bukan sesuatu yang pantas diketawain. "


" Hehehe... Oke, oke... "


" Balik sana ke ruangan mu. Jangan ganggu aku. Kerjaan ku numpuk. "


Usir Qirani.


" Aku dengar, Arga selalu mencari perhatian darimu. Hargailah... "


" Kakak, please... "


" Nggak semua laki-laki bisa romantis setiap hari. Kamu termasuk wanita yang beruntung, sayang. "


" Heemm... "


" Mama menyukai sikap dinginmu, tapi aku pikir, sebaiknya kamu mulai membuka diri. "


" Nggak akan pernah. "


" Oh ya ? Nggak akan pernah atau kamu sedang menundanya ? "


" Kakak... "


" Ayolah, Divya... Mulutmu bisa bilang apa aja. Tapi matamu... Nggak akan bisa berbohong. "


" Jangan sok tau, kak. "


" Lihat aku ! Lihat mataku ! "


Aditya mendadak mendekatkan wajahnya ke wajah Qirani. Menatap dengan dalam ke kedua mata bening Qirani.


" Bilang padaku, kamu nggak pernah cinta pada Arga. "


Kata Aditya tegas.

__ADS_1


Qirani balas menatap lekat-lekat ke arah mata sang kakak. Sejenak keduanya beradu pandang. Namun, di detik berikutnya, Qirani memalingkan wajahnya.


" Kamu itu paling nggak bisa berbohong padaku. "


Ya, benar...


Aku paling nggak bisa ngebohongin kak Adit.


" Nggak masalah koq, kamu cinta sama Arga. Nggak masalah. Kenapa nggak mau jujur ? "


Jujur begitu saja ?


Ngecewain mama ?


Mana bisa ?


" Soal perasaan, nggak ada yang bisa mengaturnya. Termasuk diri sendiri. Cinta ya bilang aja cinta. Arga nggak buruk. Malah dia benar-benar mencintaimu dengan tulus. "


Tulus ?


Ya... kuakui, dia emang tulus.


Sangat tulus malah...


Tapi, apa gunanya ketulusannya padaku ?


Dia cuma akan dapat sakit hati sebagai balasannya ntar.


" Kalau saja, Arga bukan anaknya Pak Bima. Kalau saja, dia bukan pewaris Grup Ekajaya. Kalau saja, dia cuma orang biasa yang nggak terlibat dalam urusan dua grup besar ini... Aku yakin, kalian pasti saling berbahagia sebagai pengantin. "


Ya... kalau saja...


Sayangnya, nggak ada kalau saja...


" Aku akan bantu kamu. "


Qirani menoleh ke arah Aditya.


Aditya menegaskan ucapannya.


" Maksud kakak ? "


Tanya Qirani.


" Rencana mama tetap harus berjalan dan harus sukses. Tapi, aku akan membantumu menyelamatkan Arga. Arga punya perusahaannya sendiri. PT. Asha di Bandung. Aku akan berusaha agar mama tak mengincar perusahaan itu. "


" Apa kamu yakin mama nggak akan mengincarnya ? Mama mau, semuanya hancur, hilang. Mama mau seluruh keluarga Nyonya Besar tak punya apa-apa lagi. Bahkan kalau perlu, nyawa merekapun juga lenyap. "


" Aku tau. Tapi, aku akan berusaha membuat mama mengecualikan Arga dan PT. Asha nya itu. "


" Aku nggak yakin... "


Qirani tampak merenung.


" Sekarang aja, diam-diam mama sudah mulai memasukkan orang-orangnya ke dalam jajaran pejabat utama Grup Ekajaya. Beberapa pemilik saham yang juga keluarga besar dari Arga, itu cuma kedok aja. Tinggal mama kasih perintah, mereka akan langsung menyerang omanya Arga dan Grup Ekajaya. Cuma dalam dua bulan pernikahanku, dua bulan ! Secepat itu ! "


Ujar Qirani.


" Bayangin, mereka itu kan masih keluarga dengan Arga, tapi mama bisa membuat mereka berkhianat. Keluarga ini cuma tinggal menunggu waktu kehancurannya. "


Sambung Qirani.


" Karena mereka serakah. Dari awal, mama mengenal sifat mereka ini. Itulah yang dimanfaatin sama mama. Sebelumnya, mereka berinvestasi di Grup Ekajaya, karena memiliki jaminan dari Nyonya Besar, keuntungan yang cukup besar. Bukan karena ingin berjuang bersama membuat perusahaan berkembang, tapi karena menguntungkan mereka masing-masing. "


Sambung Aditya.


" Ingat nggak, saat Grup Ekajaya hampir bangkrut ? Mereka langsung mengajukan sidang perusahaan, menuntut Pak Bima dan Nyonya Besar agar segera mengembalikan semua investasi mereka berikut bunganya. Nggak ada sama sekali toleransi. Padahal Grup ini, sudah memberikan mereka keuntungan selama ini. "

__ADS_1


" Sifat yang nggak mau rugi inilah yang dimanfaatin mama. Memasukkan orang sebagai pengaruh, dan buummm ! Mereka langsung datang kepada mama, menawarkan sahamnya dan tutup mulut dari Nyonya Besar. "


" Siapa yang nggak mau punya saham di Grup Paradise ? Siapa yang akan menolak saat sahamnya yang diprediksi bakalan jatuh lalu digantikan dengan saham Grup kita ? "


" Mereka nggak mau berinvestasi di perusahaan yang memiliki pinjaman dan nggak jelas apa bisa seterusnya bangkit atau malah jatuh. Bandingkan dengan Grup Paradise. Saham yang stabil. Dan di bursa saham, termasuk yang berharga tinggi. "


Mendengar penjelasan Aditya, Qirani merasa merinding.


Mama yang baru aku kenal tiga tahun ini...


Penuh kehangatan, kasih sayang.


Ternyata bisa selicik itu demi sebuah balas dendam.


Ya, itu pantas dilakuin, karena mereka semua merenggut semuanya dari mama.


Keluarga dan perusahaan.


Belasan tahun mempersiapkan semuanya, butuh perjuangan yang keras, butuh usaha yang sangat besar.


Seharusnya aku nggak boleh egois bukan ?


Cuma karena sebuah perasaan...


" Perasaanku, cukup aku dan kamu saja yang tau, kak. Jangan bikin rencana mama berantakan. Aku nggak mau menjadi anak durhaka. Soal ini, sampai disini saja. "


Kata Qirani setengah memohon.


Aditya berjalan menjauh dari sisi Qirani. Ia memilih duduk di sofa tamu di tengah ruangan. Diambilnya kopi hitamnya di ats meja dan menyeruputnya.


" Okey... Kalau kamu bilang kayak gitu, aku juga nggak akan bicara apa-apa lagi. Anggap saja, aku nggak pernah punya usul apa-apa soal itu. "


Kata Aditya sembari melirik ke arah sang adik.


Lihat itu...


Wajahmu aja keliatan banget, kalo kamu ragu-ragu.


Aku yakin, nggak lama lagi kamu akan memohon pada kakakmu ini, agar memberikan saran demi cintamu yang sekarang masih belum kamu akui itu.


Divya, Divya...


Kamu trauma saat itu karena apa yang dilakuin Arga padamu.


Tapi kamu diam-diam memiliki rasa cinta kepada Arga juga.


Perasaan apa itu ?


Merasa sakit hati tapi bisa mencintai ?


Menarik...


Tapi itu lebih baik dariku.


Yang sampai hari ini nggak bisa ngerasain cinta dengan normal...


Aku terlalu lemah, nggak sanggup ngilangin mimpi burukku selama ini...


Kasus kita hampir sama...


Bedanya, kamu jatuh cinta kepada sang tersangka.


Sedangkan aku, kehilangan kelaki-lakianku sampai nggak sanggup buat kenal apa itu jatuh cinta.


Berpura-pura punya pacar, agar terlihat normal...


Orang itu... sayang banget, aku belum sampai membunuhnya...

__ADS_1


Penganiayaan berat ?


Huh ! Aku akan kontrol diriku saat ini, tapi begitu semua urusan mama selesai, nyawamu bakalan hilang di tanganku secepatnya !!!!


__ADS_2