Mengejarmu

Mengejarmu
BAB 51


__ADS_3

" Okey, bicaralah... "


Ucap Kirani sembari duduk di tepi tempat tidurnya.


Arga menghampirinya setelah menutup pintu kamar. Ia duduk di sebelah Qirani. Menatapnya penuh kerinduan.


Beneran berbeda banget dengan yang dulu...


Batinnya.


" Sebelumnya... Aku pingin minta maaf atas apa yang terjadi malam itu. Aku nggak bermaksud menyakitimu kayak gitu. Aku menyesal, bener-bener menyesal. "


" Apa kamu pikir, cuma dengan kata maaf, semuanya bisa kembali baik-baik saja ? "


" Aku tau, nggak segampang itu. Aku akan lakuin apapun yang kamu mau. Aku bener-bener menyesal. Aku dalam pengaruh obat perangsang waktu itu. "


Qirani memalingkan wajahnya, menatap tajam ke arah Arga.


" Obat perangsang ?! Aku nggak percaya ! Kamu itu terlalu sering ngelecehin aku ! Setiap kita ketemu, kamu selalu menyentuhku, menciumku, dan itu paksaan. Jangan cari alasan buat membela diri. Kamu memang berniat memperkosaku ! "


Qirani sangat geram. Arga melihat wajah cantiknya yang kini tampak penuh amarah.


" Kamu salah ! "


Sahut Arga tegas.


" Apanya yang salah ??? "


Bentak Qirani dengan mata yang melotot.


" Kamu ! "


Kata Qirani sembari menggunakan telunjuknya menekan ke dada Arga beberapa kali.


" Selalu menganggapku sebagai mainan, kamu ngelakuin apa aja ke aku, nyuruh ini nyuruh itu ! "


Sambungnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Arga menangkap pergelangan tangan Qirani di depan dadanya. Kemudian ia meggenggam jari jemari Qirani dengan kedua tangannya. Namun, dengan cepat Qirani menarik tangannya.


" Aku akuin, awalnya iya, kamu benar. Aku cuma anggap kamu sebagai mainan baruku. Tatapan matamu saat menatap ku dengan rasa takut, membuatku makin merasa kesal. Itu yang bikin aku makin suka ngerjain kamu. Apalagi kamu mirip dengan seseorang dari masa laluku. Wajah kalian berbeda, tapi sikapmu, tatapanmu, cara bicaramu, semuanya mirip. Aku merasa ka... "


" Adhisty. Aku tau. "


Potong Qirani seraya mengalihkan pandangannya ke arah jendela kamar.


Hujan ?...


Apa Allah sedang menangis untuk ku ?


Melihatku dipermainkan takdir ?


Bukankah takdir itu dari-Mu ?


Setelah sekian lama menghindarinya, menghapus semua ingatan tentangnya, sekarang malah kembali mengenang semuanya dengannya di samping ku...


Aku merasa lucu...


Batin Qirani dengan senyum yang tersungging di sudut bibirnya.


Arga terhenyak mendengar ucapan Qirani. Raut wajahnya sedikit memucat.


Dia tau tentang Adhisty ?...


Sejak kapan ?

__ADS_1


Batin Arga merasa penasaran.


Dilihatnya Qirani yang masih menatap ke arah luar jendela.


" Apa yang membuatmu tersenyum ? "


Ternyata Arga melihat senyuman Qirani yang hanya sesaat tersebut.


" Ada lagi yang pingin kamu bicarakan ? "


Kata Qirani menoleh ke arah Arga.


" Kamu tau tentang Adhisty ? Dari siapa ? Apa aja yang kamu tau ? "


Tanya Arga.


" Nggak penting aku tau dari siapa. Sekarang ini, aku cuma mau kamu tau. Aku bukan Adhisty, aku bukan mainan barumu lagi, dan aku bukan siapa-siapamu. Aku punya kehidupanku sendiri, kamu juga begitu. Aku bukan lagi Qirani. Jadi, lupakan semuanya. Lupakan masa lalu. Jalani hidupmu dengan lebih baik lagi. "


Kata Qirani datar.


Kata-kataku ini juga buat diriku sendiri.


Aku juga harus bisa...


Batinnya.


" Aku bisa melupakan semua masa lalu itu, tapi aku pingin jalani masa depanku denganmu. Kayak janjiku waktu itu. Aku akan tanggungjawab atas dirimu. Aku pingin menikah denganmu. "


Sahut Arga penuh keyakinan.


" Menikah ? Menghabiskan waktu dengan seseorang yang nggak dicintai, apa bisa bahagia ? "


" Kata siapa aku nggak cinta ? Aku cinta padamu. Aku benar-benar cin... "


" Aku yang nggak cinta sama kamu. Dan aku nggak percaya apa itu cinta. Jangan bikin aku ketawa. Atas dasar apa kamu cinta padaku ?! "


" Siapa yang bilang ? Jangan sok tau ! "


" Aku memang nggak bisa baca isi hatimu, tapi aku bisa lihat dengan jelas, kamu ragu. "


" Gimana aku bisa cinta sama kamu ? Kalo aku cinta sama kamu, aku nggak akan ngerasa jijik kalo inget malam itu ! "


Kata Qirani sambil menghindari tatapan mata Arga.


Dan dengan cepat menghempaskan tangan Arga dari kedua pundaknya.


Arga menghela nafas panjang. Kemudian ia merebahkan tubuhnya ke belakang. Menopang kepalanya dengan kedua telapak tangannya.


Langit-langit kamar Qirani yang berwarna biru langit, seketika menjadi sebuah layar dari alat proyektor, memutar ulang suatu memorinya beberapa tahun lalu.


" Malam itu, semuanya keliatan normal, berpesta, kumpul-kumpul dengan yang lain. Minuman pun dipesan secara asal, harusnya kalo memang ada yang naro obat sialan, bisa siapa saja yang kena. "


Sejenak Arga berhenti bicara, diliriknya Qirani yang masih diam dalam duduknya dan kini melihat kearah jendela.


" Aku nggak begitu ingat sebelumnya, tapi tiba-tiba kepalaku terasa pusing. Mataku juga, terasa berat banget. Semakin aku berusaha buat sadar, yang ada malah ngerasain badanku yang makin aneh. Antara panas, menggigil dan bernafsu. Ada sesuatu yang baru pertama itu aku ngerasain, bener-bener... nafsu. Aku sadar, ada sesuatu di minumanku. Dan kupikir, kalo aku harus ngelakuin itu, paling nggak, aku nggak ngelakuin nya sama orang lain. Itu yang pertama buatku, aku mau, kamulah yang pertama buatku. Pikiranku... "


" Itu juga yang pertama buatku ! "


Potong Qirani yang langsung memutar tubuhnya ke arah Arga rebahan.


Arga melihat ke arahnya sejenak.


" Aku tau... Waktu itu, pikiranku kacau. Asal sama kamu, aku nggak peduli masalah yang lainnya. Karena emang aku cuma mau kamu. "


" Kamu salah ! Harusnya kamu peduli banyak hal yang akan terjadi setelah malam itu. Kamu hancurin masa depanku ! Kamu buat aku jauh dari adik-adik ku, dari Bunda ! "

__ADS_1


" Seharusnya, kalo kamu tenang dan nggak main kabur gitu aja malam itu, nggak akan terjadi semua ini. "


" Kamu nyalahin aku ?! "


" Bukan begitu, aku cuma berharap waktu bisa diputar ulang. Aku bisa menahanmu pergi malam itu, jadi aku nggak akan depresi, kehilangan kamu. "


" Mana ada cewek yang abis diperkosa, bakalan diam aja dan bisa dengan tenang menemani pemerkosanya tidur sampai pagi, hah ?! "


" Please, Qiran. Jangan sebut kata itu, aku udah bilang, aku akan bertanggungjawab atas semuanya. "


Kata Arga sambil bangun dari rebahannya dan duduk bersila menghadap ke arah Qirani.


" Kata apa ? Bukannya kamu memang ngelakuin nya, hah ?! "


" Aku nggak bermaksud ka... "


" Tapi kamu memang ngelakuin hal yang menjijikkan itu !! Kamu memperkosaku !!! "


Tepat saat Qirani menutup mulut, saat itu pula Arga langsung memeluknya dengan erat. Qirani langsung memberontak, berusaha melepaskan diri.


" Kumohon, menikahlah denganku. Aku akan menebus semua kesalahanku padamu. Semuanya. Aku cuma mau kamu bahagia. "


Kata Arga lirih tepat di telinga Qirani.


" Lepasin aku ! "


Bentak Qirani dalam dekapan Arga.


" Nggak, mulai detik ini, aku nggak akan lepasin kamu lagi. Aku hampir gila karena kehilangan kamu. '


Ucap Arga sembari membelai rambut Qirani dengan lembut.


Qirani yang mulai merasa gerah dengan pelukan erat dari Arga, kini menggigit bahu Arga sekencang mungkin.


" Aarrgh... Gigit aja sampai kamu puas. Aku nggak akan lepasin kamu sampai kamu bilang kamu setuju menikah denganku. "


Kata Arga sambil meringis menahan sakit.


Qirani terus menggigitnya sekuat tenaga. Melampiaskan semuanya melalui giginya. Samar-samar terdengar olehnya, Arga yang merintih kesakitan tapi tetap terus memeluknya.


Aku mau liat sampai berapa lama kamu bisa menahan sakitmu ini...


Batin Qirani.


Dan iapun terus menggigit Arga sekuat-kuatnya.


" Aarrgghh... "


Rintih Arga.


Qirani tak peduli. Semakin kencang Arga memeluknya, semakin kuat pula ia menggigit bahu Arga.


Untuk beberapa menit lamanya, keduanya masih pada situasi yang sama. Dan tiba-tiba Arga melepaskan pelukannya, menarik tubuh Qirani dari tubuhnya. Dalam hitungan detik, Arga mencium bibir Qirani.


Qirani yang tak menyangka Arga akan menciumnya, langsung melayangkan tangannya hendak memukul tapi Arga dengan cekatan mencekal kedua pergelangan tangan Qirani sambil terus menciumnya.


Qirani menarik wajahnya, berusaha melepaskan bibirnya dari bibir Arga. Tapi Arga malah mendorongnya ke belakang, membuatnya terjatuh di tempat tidur.


Arga yang terus menciumnya pun akhirnya menindih tubuh mungilnya. Qirani mencoba berbagai cara melepaskan diri. Sayang kekuatannya tak sebanding dengan Arga.


Bukan hanya tak bisa melepaskan diri dari ciuman dan tindihan tubuh Arga, Arga malah semakin kuat memeluknya kembali di atas tempat tidur tersebut.


Memilih menyerah, Qirani pun bak patung, membiarkan Arga menciumnya tanpa membalasnya. Qirani memejamkan matanya. Pasrah.


Demi Allah...

__ADS_1


Kalo dia ngelakuin lebih dari ini, kalo dia berani mengulang kejadian malam itu, hari ini juga, aku akan membunuhnya !!!


__ADS_2