Menggapai Rindu (Daddy)

Menggapai Rindu (Daddy)
Spoiler


__ADS_3

Sequel of Menggapai rindu (daddy) & Macau love story.


...🌷Sinopsis🌷...


Tentang Evelyn Stevanie, seorang gadis yang harus terpisah dari orang tuanya sejak baru lahir karena sebuah dendam, dan Kellen Austin yang tak pernah lengah mencari bayi dari pria yang sudah menjebloskan sang tante ke penjara hingga meninggal dunia untuk membalaskan dendamnya.


Masa kecil Evelyn yang menyedihkan, membuatnya kebal dengan tantangan hidup yang begitu keras, apalagi ketika menjadi asisten pribadi untuk Kellen Austin Mahardani. Gadis itu harus bisa menahan diri untuk tidak meluapkan emosi di depannya. 


Eve, sama sekali tak berharap jatuh cinta pada pria egois dan semaunya sendiri seperti Kellen.


Hingga sebuah pergantian peristiwa yang tak terduga, membuat pasangan bos dan asisten itu akhirnya menikah.


Akankah sebuah pernikahan yang didasari dendam akan bertahan??


Bagaimana gadis itu bisa bertemu kembali dengan orang tua kandungnya?


"Bukan Eve target kita untuk membalas kematian Tania" kata sang paman. "Tapi orang yang sudah menculik bayi itulah target kita sesungguhnya. Eve, hanyalah korban atas kejahatan dari seseorang yang belum kita ketahui hingga detik ini, dia harus berpisah dengan orang tuanya bahkan sesaat setelah di lahirkan. Dan Tania sebagai pemilik rumah sakit yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan si penculik itu. Karena mereka pikir, kita tidak memprioritaskan keamanan di rumah sakit milik Tania."


El tertegun mendengar kalimat sang paman, ia berusaha keras mencerna setiap kata yang tersusun itu.


"Sudah cukup dan jangan kau tambah lagi penderitaan istrimu, kalau tidak, uncle akan mengadukanmu ke daddy dan mommymu. Uncle pastikan detik itu juga kau akan menyesal, mengerti?" Tambah sang paman yang tersisip sebuah ancaman.


...🌷Just Spoiler🌷...


"Kau urus bayi ini, setelah usianya tiga bulan kita buang dia ke luar negri" Ucap seorang wanita yang tersulut dendam. "Jangan sampai orang-orang tahu akulah yang sudah menculiknya"


"Satu lagi" Tambahnya masih tanpa ekspresi. "Jangan bawa bayi ini keluar rumah, mengerti"


Lawan bicaranya mengangguk paham.


Balas dendam adalah satu-satunya alasan dia melakukan penculikan di rumah sakit Family care. Dia akan membuang bayi itu ke Macau agar tak ada seorangpun yang bisa menemukannya.


"Tidak perlu membuang tenaga untuk membalaskan semua pesakitan yang ku rasakan atas ulah kalian. Karena balas dendam terunik adalah mencuri hartanya yang paling berharga"


"Melalui Evelyn Stevanie, aku yakin seumur hidup kalian, hanya ada penderitaan yang akan mengisi hari-hari kalian. Sementara penderitaan kalian, adalah kepuasan bagiku"


Matanya tajam terarah ke bayi itu, dengan seringai jahat tersungging di sudut bibir. Sedangkan hatinya tertawa merayakan kepuasannya.


"Evelyn Stevanie, ku sematkan nama ibumu di belakang namamu. Jika suatu saat kita bertemu, aku akan langsung bisa mengenalimu lewat nama wanita yang sudah mengacaukan hidupku"


...🌷Cuplikan bab.🌷...

__ADS_1


Peserta nomor satu sampai lima harap masuk" kata petugas HRD.


Satu persatu mereka memasuki ruang interview. Di sana sudah ada sekertaris Ben, Kellen dan Ester yang akan mewawancarai calon karyawannya.


"Only four?" tanya Ester yang memegang semua berkas pelamar kerja.


Wanita yang baru saja menikah memanggil nama pelamar satu persatu hingga sampai pada pelamar dengan nomor 004.


"Pelamar nol nol empat atas nama Evelyn Stevanie?"


Hening, tak ada yang menyahut. Mereka hanya saling melempar pandangan.


"Evelyn Stevanie?" ulangnya membuat Kellen serta Ben mengernyit. "Okey kalau tidak ada, pelamar nol, nol empat di nyatakan gugur" tambah Ester datar.


Usai mengatakan itu, Ester meminta pihak HRD untuk memanggil satu karyawan selanjutnya.


"Tolong panggil pelamar nomor nol nol enam"


Alih-alih mengiyakan perintah atasan, salah satu pegawai HRD justru mengatakan hal lain "Maaf Nona, pelamar nol nol empat sedang berada di luar dan memaksa untuk masuk"


"Kau bilang padanya, dia sudah di nyatakan gugur karena datang terlambat" jawab Ester datar.


"Kecelakaan?" tanya Ester. Sementara Kellen dan sekertaris Ben hanya menggelengkan kepala. Sudah hal biasa jika ada seorang karyawan yang terlambat wawancara, pasti akan beralasan seperti itu.


"Iya nona, dia bilang kalau tadi saat berjalan menuju kemari, dia di tabrak oleh seorang pria cabul, dan karena bajunya terkena tumpahan kopi, dia terpaksa harus pergi membeli baju untuk mengganti kemeja yang kotor itu. Karena tidak mungkin dirinya melakukan tes wawancara dengan pakaian kotor. Dia juga sempat memperlihatkan kemeja putihnya yang terkena noda kopi"


Mendengar penjelasan pegawainya, jantung Kellen mendadak mencelos. "Gadis tertumpah kopi?" gumamnya dalam hati. "Dia mengataiku pria cabul di depan pegawaiku?"


"Itu hanya alasan, bilang padanya kami tidak menerima alasan apapun" tambah Ester dengan nada tegas.


"Baik nona, saya permisi"


"Tunggu"


Mendengar suara yang keluar dari mulut Kellen, pegawai HRD dengan nickname Sean pun urung membalikkan badan.


"Iya tuan?"


Bukannya merespon Sean, Kellen malah meminta berkas dengan nama Evelyn Stevanie. Ia ingin memastikan jika gadis itu yang sudah mengusik ketenangannya.


"Berikan aplikasi pelamarnya padaku"

__ADS_1


"Ada apa kak?" tanya Ester seraya menyerahkan kertas berisi nama dan foto Evelyn.


Kellen tak menjawab. Dia fokus membaca berkas berisi curiculum vitae milik Eve.


Jadi namamu Evelyn Stevani?


Dua puluh tiga tahun.


Single.


Fresh graduatuin, itu artinya belum ada pengalaman kerja sama sekali.


Tapi hasil tes tertulis sangat bagus.


Gadis itu ternyata melamar di sini? itu sebabnya dia berkeliaran di area perusahaanku.


Pria itu tersenyum miring dengan seringai tajam yang siap menerkam mangsanya.


"Aku menemukanmu Evelyn, dan mari kita lihat, aku atau kau yang akan lenyap"


"Kak" panggil Ester penuh heran. "Kita tidak memiliki banyak waktu"


"Oh iya" sahut Kellen tersadar. Lalu mengarahkan pandangan ke wajah Sean. "Kau panggil dia, kami akan memberikan kesempatan untuknya"


"Tapi kak" sanggah Ester cepat.


"Dia tidak beralasan, kakak ada di sana saat kejadian itu. Dan ini keputusan kakak, Ester"


"Dia terlambat kak"


"Panggil dia sekarang Sean" perintah Kellen pada Sean, Ia tak mengindahi ucapan adik sepupunya.


"Baik tuan"


****


Hanya cuplikan... tapi sudah launcing di novel baru.


Cari Judul : Personal Assistant.


Atau buka profil saya. 😊

__ADS_1


__ADS_2