Mengurus Mertua Yang Pandai Berakting (Berusaha Ikhlas)

Mengurus Mertua Yang Pandai Berakting (Berusaha Ikhlas)
Rasa Haru


__ADS_3

Liana menghampiri Riki yang sedang memindahkan makanan, "hmm… memangnya itu buat siapa?".


"Buat nenek Ani, tapi kalau yang ini kan makanan kesukaan aku," jawab Riki, dia duduk lalu dengan santainya memakan makanan itu. Sementara Liana masih saja memperhatikan mangkuk yang berisi sup untuk ibunya.


Ada keraguan dalam hatinya, dia akan lebih waspada. Bukankah mencegah itu lebih baik daripada harus mengobati? Batin Liana.


Liana tidak pernah menyajikan sup itu, wanita itu meminta Titin untuk membuat sup yang sama tanpa sepengetahuan orang lain. Gadis itu tentu masih ingat jika kelakuan Maryati memang diluar batas kewajaran.


***


Tak disangka jika keadaan Bu Ani semakin lemah, membuat ibu Nita harus dirawat dirumah sakit. Nita yang tidak bisa menunggu ibunya karena harus menjaga Arni, membuat semua orang bergiliran.


Nita akan menyempatkan datang paling lama dua jam saja, dengan menitipkan Arni pada Titin dengan stok asi yang sudah dia siapkan. Arman akan datang bersama Nabila menggantikan istrinya saat sore hari setelah pulang bekerja. Liana dan Riki pun ikut menjaga disaat mereka tidak disibukkan dengan kegiatan kuliah. Saa pekerjaan Titin telah selesai, wanita itu pun akan datang ke rumah sakit.


Karena sesuatu hal terjadi, mengharuskan Titin pulang kampung. Maryati pun akhirnya buka suara dan menawarkan diri untuk menemani Ani di Rumah Sakit.


"Gimana kalau ibu yang nemenin ibu kamu Nit? Lagian ibu kan gak ada kerjaan juga dirumah, cuma bersih-bersih aja," ucap Maryati.


"Aku… gak mau ngerepotin ibu. Meski hanya bersih-bersih tapi ibu pasti lelah, gapapa Bu… sepertinya Liana akan mengambil cuti kuliah beberapa minggu," jawab Nita.


"Beneran ibu gapapa dan gak merasa direpotkan, justru ini kesempatan ibu untuk menebus semua kesalahan ibu sama ibu kamu," ucap Maryati.


Nita menemukan ketulusan disana, dia mengangguk pelan. Menyetujui usulan itu dan akan membicarakannya pada Liana. Meski Maryati sudah lanjut usia dan beberapa kali sakit, tapi setelah sembuh tubuhnya masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa.


Disana juga ada perawat yang khusus menangani ibu Maryati, tapi tetap saja butuh anggota keluarga untuk menemani Bu Ani agar tidak kesepian.

__ADS_1


***


Liana awalnya menolak, tapi mengingat dia juga tidak bisa mengambil cuti kuliah. Gadis itu pun menyetujuinya, setelah jam kuliah usai, dia akan menemui ibunya dan memastikan keadaannya baik-baik saja.


"Liana, masuk aja Nak..!" Ucap Maryati.


"Iya Bu, gimana keadaan ibu saya. Apa ada kabar baik?" Tanya Liana.


"Dua hari lagi juga sudah boleh pulang, iya kan n


Ni?" Maryati menoleh pada wanita yang kini terbaring di ranjang pasien.


"Iya Liana, kamu gak usah khawatir..!" Ucap Bu Ani.


Liana tentu tidak bisa mengungkapkan rasa keberatannya secara langsung pada Maryati. Gadis itu hanya meminta dengan sopan agar Maryati pulang dan istirahat karena dia yang akan menggantikannya menjaga sang ibu.


Maryati mengangguk, dia menghubungi Arman supaya menjemputnya mengingat hari sudah sore dan anaknya pasti sudah pulang. Tapi dia mengurungkan niatnya saat Arman dan Nita datang sementara Arin dan Nabila bersama Titin dirumah.


"Tadinya ibu mau menghubungi kamu Man, ibu mau pulang. Yaudah kita pulang sama-sama saja nanti," ucap Maryati.


"Iya Bu, Arman juga hanya sebentar. Kasian Arni bersama Titin, takutnya rewel," jawab Arman.


"Titin sudah pulang? Syukurlah…" Maryati tersenyum senang. Liana yang melihat senyuman tulus itu seketika kaget, gadis itu kini menyadari jika ibu mertua sang kakak sudah benar-benar berubah. Saat tersenyum, tidak terlihat lagi kesan galak dan sangar. Alhamdulillah…. Batin Liana.


"Makasih Mar, kamu udah mau merawat aku disini," ucap Bu Ani dengan suara pelan dan lemah. Mata Bu Ani mulai tak bisa melihat dengan jelas karena ada genangan air di sana, air yang tertahan.

__ADS_1


Maryati berhambur memeluk Ani, mereka merindukan momen itu. Dulu mereka adalah sahabat dekat, hanya karena Ani berjodoh dengan lelaki yang disukai Maryati, membuat hubungan mereka renggang bahkan berubah menjadi gundukan kebencian di hati maryati.


"Tidak usah berterima kasih, karena seharusnya aku yang minta maaf. Aku yang banyak salah sama kamu, anakmu Nita juga selama ini merawatku dengan sabar meski tahu kalau aku itu keras, terimakasih karena telah memberikan istri yang baik untuk anak lelakiku, sebenarnya aku malu saat aku menyadari kelakuanku dulu … hiks," ucap Maryati kemudian menangis.


Nita menghampiri mereka, wanita itu memeluk kedua ibunya. Ya… ibu mertuanya sudah dianggap ibunya sendiri, banyak pahala yang diraih saat merawat ibu mertuanya itu. Dia belajar ikhlas dan sabar dari sana, dia kini tahu kalau setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Setiap musibah pasti ada hikmah di dalamnya, intropeksi diri dan selalu bersyukur setiap hari.


Arman, Liana dan Riki hanya menjadi penonton, mereka ikut merasakan rasa haru serta berucap Alhamdulillah didalam hati karena keluarga mereka akhirnya akur dan utuh.


Ada hidayah yang datang yang berhasil membuat hati Maryati melunak, ada kesabaran dan keikhlasan Nita yang membuat Maryati sadar. Ada peran suami yang selalu mendukung istri yang membuat Nita bisa bertahan. Semua memiliki peran penting disini, ya... harus ada kerjasama dan pengertian satu sama lain.


Sabar, ikhlas, syukur memang harus kita tanamkan dalam hati kita meski itu sulit, tapi kita harus tetap mencoba untuk meraih ridho-Nya.


Ya… terlebih rasa syukur . Bersyukur setiap hari membuat hati kita tenang. Tidak ada rasa iri saat melihat orang lain lebih sukses, rezeki sudah ada yang mengatur. Kita hanya perlu berusaha dan berdoa.


Tahukah kamu, saat kita memiliki makanan untuk dimakan hari esok saja. Kita sudah dikatakan kaya, kita wajib bersyukur, karena diluar sana banyak orang yang tidak tahu harus makan apa besok.


          


... TAMAT...


Maaf jika kalian semua tidak puas dengan cerita ini, mohon maaf atas kekurangan saya dalam hal menulis dan menyalurkan imajinasi ini.


Saya ucapkan terimakasih untuk kalian yang mampir ke cerita ini. Semoga dilancarkan rezekinya, aamiin… 🙏🙏🙏


Kalian bisa mampir ke ceritaku yang lain ya..! bisa cek di akun icha_violet. jangan lupa follow / ikuti/ subscribe 💜💜💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2