
Berbeda halnya dengan pasangan Eric dan Merry, Jonatan dan Asila saat ini justru sedang bertengkar.
"Ini semua karena perjodohan konyol yang papa lakukan dengan keluarga Parker." Asila menyalahkan Jonatan dengan apa yang terjadi kepada Jasse saat ini.
Kondisi Jasse saat ini cukup menyedihkan. Setelah di kurung beberapa hari, Jasse juga di paksa melayani dan di gilir oleh beberapa orang pria. Dalam kondisinya yang lemah Jasse berhasil kabur dari rumah Sean dan pulang ke rumah orang tuanya.
"Mengapa kau jadi menyalahkan aku. Bukannya kau yang meminta agar Jasse menggantikan Revina setelah apa yang dilakukan oleh Revina saat itu." Jonatan tidak terima jika Asila menyalahkan dirinya.
Asila sejenak terdiam. Benar yang dikatakan oleh Jonatan. Ini semua memang bukan salah suaminya. Ini adalah sepenuhnya salah Putrinya. Jasse lah yang begitu berkeinginan untuk menikah dengan Sean. Karena Sean tampan dan juga kaya.
Merasa tidak akan menang terus berdebat, Asila kemudian pergi menuju kamar Jasse untuk melihat keadaannya.
"Mama, aku ingin bercerai dengan Sean." Jasse mengutarakan keinginannya kepada Asila.
"Apa kau tidak menyesal melepaskan Sean ?" Asila menanyakan lagi tentang keputusan Jasse. Pasalnya Jasse selalu bertindak gegabah dalam membuat keputusan. Takutnya dia akan menyesal setelah bercerai nanti.
"Tidak, ma. Aku tidak sanggup lagi bertahan jika Sean memperlakukan aku seperti bina**ng." ucap Jasse yakin.
"Terserah kau saja." Asila tampak tidak peduli dengan keputusan Jasse.
__ADS_1
Sebenarnya Asila tidak setuju jika Jasse bercerai dengan Sean. Meskipun tidak mendapatkan hartanya. Tapi setidaknya orang akan memandang statusnya sebagai bagian dari keluarga Parker.
*
Seminggu kemudian Sean tersenyum puas melihat surat perceraian di tangannya yang di kirimkan oleh pengadilan. Jasse benar-benar mengurus perceraiannya.
"Akhirnya kau sendiri yang memilih pergi." Sean tertawa senang. Kini statusnya kembali bebas. Kedua orang tuanya tidak akan bisa menyalahkan dirinya. Karena Jasse yang menuntut ingin bercerai darinya. Jasse pasti tidak akan berani mengadukan perbuatannya kepada kedua orang tuanya.
Setelah resmi berpisah, Jasse kembali bekerja di perusahaan papanya. Kini Jasse semakin bertindak sesuka hatinya. Karena tidak ada lagi Revina yang akan menegur perbuatannya.
Saat sedang berada di sebuah Mall, Jasse tidak sengaja bertemu Felix dan Revina. Seperti biasa, setiap malam minggu Felix akan membawa Revina berkencan ala ala orang pacaran.
Jasse terang-terangan menggoda Felix di depan Revina. Namun bukan Felix yang membalas, melainkan Revina.
"Hai, Jasse. Selamat atas perceraian mu." Revina memberikan ucapan selamat kepada Jasse seolah-olah itu merupakan kabar gembira untuknya.
"Cih, aku tidak butuh ucapan dari mu." balas Jasse tidak suka Revina mengejeknya.
"Oh ya, Jasse. Aku cuma mau mengingatkan, setelah mendapat gelar janda, kau jangan sampai di sebut pelakor. Jika kau mau menggoda pria, carilah yang duda atau yang belum menikah. Itu pun jika mereka mau pada mu yang sudah janda." ucap Revina panjang lebar yang membuat Jasse semakin emosi.
__ADS_1
"Beraninya kau mengejek ku. Aku akan pastikan kau akan merasa apa yang aku rasakan." Jasse mengancam Revina.
"Hey ! Jangan berani-beraninya mencelakakan istri ku. Karena aku tidak akan membiarkan mu melakukan itu." Felix yang sejak tadi diam, kini membuka suaranya untuk membela Revina.
"Ayo, sayang. Kita pergi dari sini." Felix mengengam tangan Revina. Membawa wanita itu pergi meninggalkan Jasse yang sedang marah.
"Awas kalian. Aku akan membalasnya." Jasse menatap benci kepada pasangan suami istri yang sudah berjalan menjauh.
Jasse langsung pulang ke rumahnya. Ia tidak jadi untuk pergi hang out bersama teman-temannya. Karena suasana hatinya yang menjadi buruk setelah bertemu dengan Revina.
"Sialan ! lihat saja nanti aku yang akan menertawakan mu." umpat Jasse sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Jasse, kau kenapa ?" tanya Asila yang mendengar Jasse berbicara sendirian.
"Mama, Revina menghina ku karena aku seorang janda sekarang." Jasse mengadu kepada ibunya.
"Biarkan saja Jasse. Kau jangan coba-coba mencari masalah dengan Revina lagi." Asila mengingatkan Jasse.
Jasse menghela napasnya mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya. Ia merasa kesal karena tidak bisa membalas Revina. Jika ia nekat melakukannya maka Abraham akan menghancurkan keluarganya.
__ADS_1
"Huh, iya ma. Jasse tau." Mau tidak mau Jasse harus menahan dirinya untuk tidak membalas dendam pada Revina.