Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Keluarga Mommy Mery


__ADS_3

Tak terasa sudah satu jam Felix menunggu Revina dan mommynya bersiap. Felix memeriksa berkas-berkas yang tadi di bawa oleh asistennya sehingga ia tidak merasa bosan menunggu.


Felix mengalihkan pandangannya melihat seseorang berdiri di depannya. Revina baru saja selesai bersiap dan langsung menuju Felix di ruang tamu dalam kamar hotelnya.


"Sayang, kau cantik sekali. Aku jadi tak ingin mengajak mu keluar dari kamar ini." puji Felix menatap penuh damba istrinya.


Revina tersenyum mendengar kata-kata Felix. Seketika suasana romantis antara Felix dan Revina buyar saat Mery berteriak.


"Hey. Kau jangan macam-macam ya !" Mery menepuk pundak putranya dengan keras.


"Menantu mommy sudah cantik. Mommy ingin mengenalkannya kepada teman-teman mommy nanti. Ayo, kita pergi sekarang." Mery mengandeng tangan Revina menuju pintu keluar.


"Tapi mom, acaranya masih dua jam lagi." ucap Felix beralasan agar ia bisa berlama-lama dengan Revina di dalam kamar.


"Iya. Tapi itu untuk tamu undangan. Kita ini bukan undangan Felix. Tapi kita adalah tuan rumah yang akan mengadakan acara. Kasian Tante dan paman mu." balas Mery membuat Felix kalah telak.


"Hem, baiklah mom. Tapi biarkan aku terus bersama istri ku. Mommy jangan memonopoli Revina sendirian." ancam Felix.

__ADS_1


Belum sempat Mery membalas perkataan Felix tiba-tiba saja suara bel berbunyi. Mery yang saat ini berada paling dekat dengan pintu segera membuka pintu kamar. Mery terkejut melihat seorang pria yang sedang berdiri di depan pintu. Begitu juga dengan pria itu.


Namun seketika raut wajah terkejut pria itu kini berubah menjadi tersenyum.


"Selamat malam, nyonya." sapa Abraham kepada Mery.


Abraham tentu saja mengenal wanita yang ada didepannya ini adalah istri dari rekan kerja samanya yaitu Tuan Eric Maxim. Kemudian Abraham beralih menatap Revina dan Felix.


"Paman baru saja ingin menjemput mu." kata Abraham kepada Revina yang membuat Revina menjadi tidak enak karena ia tidak memberi tahukan kepada pamannya jika ia bersama Felix.


Revina melirik kearah Felix. Begitu juga dengan Abraham yang saat ini tengah menatap tajam Felix. Jika saja nyonya Maxim tidak ada di sini mungkin Abraham sudah memarahi Felix.


"Iya, nyonya. Ide yang bagus. Terima kasih." jawab Abraham.


Akhirnya mereka pergi ke gedung tempat acara menaiki mobil Felix yang dikendarai oleh dia sendiri. Tidak ada pembicaraan apapun yang terjadi antara Felix dan Abraham yang duduk di kursi bagian depan. Berbeda halnya dengan dua orang wanita yang berbeda generasi yang duduk di kursi belakang. Ada saja yang di tanyakan oleh Mery kepada menantunya. Sesekali Mery akan membicarakan tentang masa lalu Felix yang begitu nakal. Revina hanya tersenyum mendengar cerita dari ibu mertuanya.


Sesampai di tempat tujuan mereka langsung masuk ke ruang tunggu untuk keluarga yang disediakan khusus oleh pihak gedung. Mery menggandeng tangan Revina membawanya masuk dan dengan bangga mengenalkan menantunya kepada keluarga besarnya.

__ADS_1


"Sayang, mereka semua adalah keluarga besar mommy. Mari mommy perkenalkan satu persatu." ucap Mery penuh semangat.


"Ini om Heru, kakak mommy yang pertama. Papa nya Sonia dan ini mama Sonia." ucap Mery.


"Selamat malam om, tante. Senang bertemu dengan om dan tante. Saya Revina." Revina mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan keluarga mommy Mery.


Selanjutnya Mery mengenal semua saudaranya yang ada di ruangan itu. Terlintas di pikiran Revina tentang keluarga Felix. Jika di lihat dari penampilan dan gaya bicaranya keluarga Mommy Mery merupakan keluarga terhormat dari kalangan atas. Itu artinya Felix berasal dari keluarga yang berada.


"Felix artinya kau dan Sonia adalah saudara sepupu ?" bisik Revina kepada Felix.


"Iya. Kenapa ?" balas Felix.


"Mengapa dulu kau mengatakan jika Sonia itu adalah teman mu ?" Revina mengingatkan Felix saat pertemuan pertamanya dengan Sonia beberapa bulan yang lalu.


"Oh, saat itu aku sedang menjalankan misi." jawab Felix asal.


"Misi ? Misi apa ?" tanya Revina lagi.

__ADS_1


Belum sempat Felix menjawab pertanyaan Revina. Pintu ruangan itu kembali terbuka.


"Selamat malam semuanya." semua orang yang ada di sana tertuju melihat pada sosok yang baru saja tiba. Begitu juga dengan Revina dan Felix.


__ADS_2