Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Pikiran Sesat Jasee dan Asila


__ADS_3

Tiga Minggu sudah berlalu. Acara resepsi pernikahan Felix dan Revina benar-benar akan di adakan di dua negara sekaligus yang membuat Mery sedikit kerepotan. Beruntung kakak iparnya yaitu mamanya Sonia membantu persiapan acara yang akan di adakan di London.


"Mommy, maafkan aku yang sudah membuat mommy kerepotan." ucap Revina yang baru saja tiba di Jakarta bersama dengan Felix.


"Tidak masalah, sayang. Mommy senang melakukannya karena dari dulu mommy menginginkan Felix untuk menikah." balas Mery.


"Terima kasih, mom." ucap Revina.


"Sama-sama. Sekarang pergilah istirahat." perintah Mery yang di jawab dengan anggukan oleh anak menantunya.


"Ingat Felix. Jangan membuat Revina kelelahan." pesan Mery kepada putranya.


"Baik, mom." jawab Felix sambil menghela napas lemah. Baru saja ia berencana ingin menyalurkan hasratnya setelah tujuh belas jam melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat kokomersial.


Acara pesta pernikahan mereka akan di adakan dua hari lagi. Bahkan berita tentang pesta pernikahan tuan muda Maxim sudah tersebar di seluruh negeri sejak tiga minggu yang lalu.


Seorang utusan dari orang suruhan Abraham baru saja mengantarkan undangan beserta pakaian untuk Jonatan dan keluarganya.


"Dari siapa, ma ?" tanya Jasse yang melihat Asila membawa sebuah box dengan sebuah undangan di atasnya.


"Kata kurirnya undangan dari keluarga Maxim." jawab Asila yang masih kebingungan.


"Oh, astaga. Kita di undang ma di acara pernikahan tuan muda Maxim." Jasse menutup mulutnya tidak percaya.

__ADS_1


Ia tidak menyangka akan di undang oleh keluarga Maxim. Padahal ia tahu papa dan mamanya tidak pernah memiliki hubungan dengan keluarga yang terkenal itu.


"Dan apa ini ?" Jasee beralih pada sebuah box yang lumayan besar.


Mereka berdua segera membukanya karena penasaran. Jasse dan Asila membelalakkan matanya melihat isi dari box tersebut. Tiga pasang pakaian untuk mereka kenakan untuk datang ke acara pernikahan tuan muda Maxim.


"Jasse, apa kau menyembunyikan sesuatu dari mama ?" tanya Asila menatap curiga kepada putrinya.


"Menyembunyikan apa maksud mama ?" tanya Jasse tidak mengerti.


"Apa kau memiliki hubungan khusus dengan tuan muda Maxim ?" Asila menjelaskan maksudnya.


"Ya ampun, mama. Hubungan dari mana ? aku saja tidak kenal dengan orangnya. Tapi ..." Jasse mulai terpikirkan sesuatu.


"Tapi mungkin saja dia mengenali ku dan diam-diam menyukai ku. Jika tidak untuk apa dia memberikan pakaian khusus untuk ini." kata Jasse tidak tahu malu.


"Iya. Kau benar Jasse. Jika tidak ada sesuatu mana mungkin kita di undang dan di berikan pakaian bagus seperti ini." Asila memeluk putrinya dengan rasa bahagia.


Asila merasa bangga jika memang benar tuan muda Maxim yang akan menikah dua hari lagi menyukai Jasse. Entah dari mana mereka mendapatkan pemikiran sesat seperti itu.


Tapi kebahagiaan yang di rasakan oleh ibu dan anaknya itu tidak berlangsung lama dan harus terhempas begitu kuat ketika mereka membuka undangan dengan sempurna dan melihat nama Revina Wiliam sebagai mempelai wanitanya.


"Apa ?" ucap keduanya bersamaan.

__ADS_1


"Tapi bagaimana bisa ?" tanya Asila tidak percaya.


"Lihat ini, ma. Nama tuan muda Maxim adalah Felix." Jasse menunjukan nama yang tertera di undangan tersebut.


"Jadi Felix itu adalah sebenarnya putra dari keluarga Maxim." Asila kembali mengingat-ingat jika Felix suaminya Revina itu memang tidak memiliki nama belakang keluarganya. Jadi, bisa jadi ini benar. Felix adalah tuan muda Maxim.


"Tidak mungkin ma. Tidak mungkin Revina seberuntung ini. Revina tidak boleh dan tidak pantas untuk mendapatkan ini semua." Jasse mulai histeris membayangkan kenyataan tentang Revina.


Sementara itu dua orang yang sedang di bicarakan kini tengah asik memadu kasih di dalam kamar Felix di kediaman mewah keluarga Maxim.


"Sayang, kau selalu membuat ku gila." ucap Felix di tengah-tengah gerakannya keluar masuk pada suatu bagian dari tubuh Revina.


Felix mengabaikan pesan dari mommynya agar tidak membuat Revina lelah. Ia tidak bisa untuk tidak menyentuh istrinya meskipun hanya sehari.


"Felix sebentar lagi jam makan malam. Mommy dan daddy pasti akan menunggu kita." kata Revina mencoba menghentikan kegiatan Felix.


"Sekali lagi sayang. Setelah itu kita mandi dan keluar untuk makan malam. Aku janji." kata Felix meyakinkan istrinya.


"Tidak, Felix. Ayo kita mandi sekarang." Revina membangunkan tubuhnya ingin menuju kamar mandi.


"Aku mohon sayang satu kali lagi."


Felix mendekap tubuh Revina dari belakang sambil mencium belakang telinga Revina memberikan rangsangan pada tubuh wanita itu. Tangan Felix juga tidak tinggal diam yang ikut menyusuri kulit mulus istrinya sehingga tiba pada dua buah benda kenyal padat berisi. Kedua tangan itu begitu lihai memainkan kedua benda tersebut sehingga Revina tidak bisa menahan suara lengu-han yang terdengar seksi di telinga Felix.

__ADS_1


Felix tersenyum menyeringai karena telah berhasil membuat Revina kembali terbakar ga-irah. Dan kini Felix siap memulai penyatuan untuk yang ketiga kalinya.


__ADS_2