
Revina langsung menghubungi Felix setelah Sonia pergi. Felix tersenyum ketika melihat nama Revina di layar ponselnya. Ia pun langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo, sayang. Ada apa ?"
"Felix, Sonia baru saja datang menemui ku." beritahu Revina kepada suaminya.
Ah, apa lagi yang di rencanakan orang tua itu dan Sonia. Tanya Felix dalam hatinya.
"Ada apa Sonia menemui mu ?" tanya Felix menyelidik.
"Dia menyampaikan pesan dari ayah mu. Meminta ku untuk membujuk mu agar mau membantunya." jawab Revina jujur.
Sudah ku duga. Batin Felix. Ternyata daddy-nya menggunakan Revina kali ini untuk membujuknya.
"Mengapa kau menolak untuk membantu usaha orang tua mu. Kasihan mereka."
Apa lagi yang di katakan oleh Sonia untuk meracuni pikiran Revina.
"Sayang, memangnya apa yang dikatakan oleh Sonia pada mu ?" tanya Felix yang sudah merasa kesal pada sepupu dan ayahnya.
"Dia mengatakan jika kau menolak permintaan ayah dan ibu mu untuk menjaga usaha keluarga sementara waktu sampai ayah mu sembuh dari sakitnya." jawab Revina persis seperti apa yang di sampaikan oleh Sonia kepadanya tadi.
__ADS_1
"Mengapa kau tidak mau membantu mereka ? padahal ayah mu sudah meminta maaf pada mu." lanjut Revina lagi.
"Revina, apa kau percaya apa yang dikatakan oleh Sonia ?" tanya Felix yang tidak mau memberitahukan perihal yang sebenarnya.
"Felix, sekali pun Sonia membohongi ku. Tapi tidak ada salahnya jika kau mulai memperbaiki hubungan mu dengan ayah mu. Apa kau tidak mau membawa ku bertemu dengan keluarga mu ?"
Felix menghela napasnya mendengar perkataan Revina. Ini kali ke dua Revina meminta bertemu keluarganya.
"Jadi menurut mu aku harus bagaimana ? Pekerjaan ku di perusahaan bagaimana ?" tanya Felix meminta pendapat dari istrinya.
"Ini kesempatan baik untuk memperbaiki hubungan mu dengan ayah mu. Dia sudah menurunkan egonya untuk meminta maaf pada mu. Dan untuk masalah pekerjaan nanti aku akan bicarakan dengan tuan Abraham." jawab Revina memberikan pendapat.
"Baiklah jika itu mau mu. Aku akan menurutinya. Tapi apa kau sanggup menunggu ku pulang ?"
"Mungkin enam bulan, satu tahun atau dua tiga tahun. Aku juga tidak pasti." kata Felix menggoda istrinya.
"Hah, mengapa selama itu ?" Revina terkejut mendengar perkataan Felix.
"Memangnya kenapa ? Apa kau tidak sanggup menunggu ku maka jangan menyuruh ku." kata Felix lagi.
"Felix aku hanya ingin kau berbaik dengan ayah mu." kata Revina lembut.
__ADS_1
"Hmmm, baiklah. Aku akan melakukannya hanya demi mu." akhirnya Felix mengalah dan mengikuti keinginan Revina.
"Terima kasih." Revina tersenyum meskipun Felix tidak bisa melihatnya. Ia merasa berbunga karena Felix mau mendengarkan kata-katanya.
Felix menghela napas setelah mematikan panggilannya. Ia berdiri di balkon kamar hotel tempatnya menginap. Melihat gedung pencakar langit yang merupakan bangunan tempatnya bekerja sebelum daddy-nya membuat perjodohan konyol untuknya.
Sementara itu Eric sedang menunggu dengan gelisah di dalam ruangannya. Menunggu hasil dari rencana keduanya. Satu jam yang lalu, Sonia sudah memberi tahu kepada Eric, jika Sonia baru saja sudah bertemu dengan Revina.
Selisih waktu enam jam lebih cepat antara Jakarta dan London membuat kondisi dan kegiatan yang berbeda. Jika saat ini Revina sedang mandi sore sedangkan Felix baru saja menyelesaikan makan siangnya dan setelah itu Felix datang kembali ke kantor Boison Grup yang ada di London.
Eric tersenyum samar melihat putranya yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.
"Kalian begitu licik memanfaatkan istriku yang tidak tahu apa-apa." kata Felix dingin sambil menatap tajam ke arah daddy-nya.
"Daddy hanya meminta mu kembali. Selama kurang lebih sepuluh bulan kau sudah membuktikan kehebatan mu. Dan daddy akui itu." ucap Eric sambil mengeluarkan sebuah box berukuran sedang.
"Ini daddy kembalikan semua milik mu." Eric menyodorkan box yang berisikan kunci rumah, apartemen, mobil, ponsel dan kartu-kartu milik Felix.
"Aku melakukan ini hanya demi istriku. Tidak untuk yang lain." Felix masih berbicara sinis kepada ayahnya.
Meskipun Eric sudah menurunkan egonya tapi sepertinya Felix belum mau memaafkannya. Tapi itu tidak masalah, asalkan Felix mau kembali itu sudah cukup untuknya saat ini. Eric memanggil sekretarisnya untuk mempersiapkan rapat bersama seluruh pemegang saham dan para investor besok pagi.
__ADS_1
Eric kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Sonia. Tapi keponakan istrinya itu tidak menjawab. Eric lalu menghubungi istrinya untuk memberi tahu jika Felix bersedia kembali memimpin perusahaan. Mery begitu bahagia mendengar kabar dari suaminya. Tapi, sesaat kemudian ia jadi memikirkan tentang Revina, menantunya.