
Seminggu sudah berlalu sejak Revina keluar dari rumah sakit. Dua hari yang lalu Felix dan Revina sudah kembali ke London dan malam ini merupakan acara pesta pernikahan yang di adakan di sana.
"Sayang jika kau merasa lelah katakan saja. Jangan memaksa. Aku tidak ingin kau sakit." kata Felix kepada Revina di sela-sela mereka menyapa para tamu.
"Aku baik-baik saja, Felix." balas Revina.
Felix memeluk erat pinggang ramping Revina, tak ingin membiarkan wanita itu jauh dari sisinya. Sejak kejadian itu, Felix sangat protektif kepada Revina. Pengawasan semakin di tingkatkan. Baik di rumah maupun di luar rumah. Begitu juga malam ini, seluruh tamu undangan harus di periksa agar acara berlangsung tetap aman.
Pesta masih belum usai. Felix sudah membawa istrinya untuk kembali. Bukan kembali ke kamar hotel melainkan kembali ke rumah. Ia tidak ingin kejadian kemarin terjadi lagi. Felix masih trauma melihat Revina terbaring lemah di rumah sakit.
"Felix bagaimana dengan pestanya ?" kata Revina saat mereka masuk ke dalam mobil dan meninggalkan hotel tempat acara.
"Mommy dan daddy akan mengurusnya. Aku tidak ingin kau lelah." kata Felix sambil menggenggam tangan Revina.
"Tapi aku tidak merasa lelah sama sekali." balas Revina yang memang merasakan tubuhnya sudah sehat dan baik-baik saja. Pasalnya mereka baru satu setengah jam memulai acaranya.
__ADS_1
"Aku tau. Tapi setelah ini aku akan membuat mu kelelahan." kata Felix mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda istrinya.
"Felix !" Revina memukul lengan Felix mendengar ucapan nakal pria itu.
Begitu tiba di rumah, Felix mengangkat tubuh Revina dan membawanya ke kamar. Felix menurunkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Felix langsung mencium bibir Revina dengan rakus dan menuntut sehingga membuat Revina kehabisan oksigen.
"Sayang aku sangat menginginkan mu." suara Felix terdengar serak menahan ga irah yang sudah seminggu ini ia tahan.
Sejak Revina pulang dari rumah sakit, tidak sekali pun Felix menyentuh istrinya karena tidak ingin membuat Revina sakit lagi di masa penyembuhannya.
Felix merebahkan tubuhnya di samping Revina setelah satu kali mendapatkan pelepasan.
"Tidurlah. Kau pasti lelah." Felix membawa Revina ke dalam pelukannya.
Revina mendongak untuk melihat wajah Felix. Tak biasanya suaminya itu langsung menyuruhnya tidur setelah satu kali putaran. Karena Felix tidak akan puas jika tidak berkali-kali melakukannya.
__ADS_1
"Ada apa ?" tanya Felix yang melihat Revina menatap ke arahnya.
"Kau yakin ingin aku tidur ?"
Felix tersenyum mendengar pertanyaan Revina. Ia tahu apa maksud istrinya itu.
"Kau sudah begitu sangat mengenal ku." Felix mencium sayang kening istrinya.
"Kau tahu aku tidak akan pernah cukup melakukannya hanya sekali. Tapi aku sungguh tidak ingin membuat mu sakit, sayang. Melihat mu terbaring tidak berdaya di rumah sakit merupakan ketakutan terbesar dalam hidup ku." Felix semakin mengeratkan pelukannya mengingat bagaimana keadaan Revina di rumah sakit waktu itu.
Revina membalas pelukan Felix. Ia sangat terharu mendengar perkataan Felix. Apa sebesar itu cinta Felix terhadapnya sehingga sangat takut kehilangannya.
*
Sementara itu Sonia baru saja tiba di rumah bersama dengan kedua orang tuanya. Setelah acara Felix selesai maka acara pernikahannya juga sudah semakin dekat.
__ADS_1
Sonia menghela napasnya mengingat hal itu. Seketika bayangan Abraham terlintas di pikirannya. Pria tua itu sangat licik dalam memanfaatkan kesempatan. Jika saja ia tidak berbuat nekat saat itu, pasti ia tidak akan pernah berurusan dengan Abraham.