Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Terimakasih Sayang


__ADS_3

Flash back tujuh belas jam sebelumnya.


Felix mengeraskan rahangnya ketika mendapat telepon dari orang suruhannya yang di tugaskan untuk selalu mengawasi Revina yang mengatakan jika saat ini Revina baru saja take off bersama Abraham menuju London.


"Jadi kau mencoba menipu ku." gumam Felix sambil tersenyum menyeringai.


Bukannya marah, Felix justru merasa sangat bahagia dan tidak sabar untuk menunggu kedatangan Revina. Felix menugaskan seseorang untuk berjaga di bandara dan mengikuti Revina sampai di tempat ia menginap. Felix kembali melanjutkan pekerjaannya dengan penuh semangat. Ia bekerja sampai larut malam untuk menyelesaikan semua pekerjaannya karena Felix berencana ingin menghabiskan waktu bersama istrinya besok dan tidak mau di ganggu.


"Lihat saja nanti. Aku akan memberikan kejutan untuk mu."


Flashback off


Felix mulai memposisikan tubuhnya di tengah-tengah kedua kaki Revina. Ia ingin segera memulai kegiatan yang sempat tertunda beberapa bulan.


"Aku takut. Pasti akan sangat sakit." kata Revina dengan suara bergetar mengingat betapa besarnya milik suaminya.


"Aku janji akan melakukan dengan pelan-pelan dan lembut." pujuk Felix untuk menenangkan istrinya.


Felix mulai mengecup bibir Revina dan mencumbu seluruh tubuh wanita itu agar siap untuk menerima kehadirannya miliknya di bawah sana. Revina mengeliatkan tubuhnya mendapatkan sentuhan hangat dari Felix. Bibir mungilnya tidak bisa menahan suara lengu-han yang keluar dari mulutnya ketika lidah Felix memainkan, menggelitik dan menghisap bagian inti tubuhnya.

__ADS_1


"Felix, a aku ... eemmhh." Revina tidak dapat meneruskan kalimatnya. Tangannya semakin menekan kuat kepala Felix yang berada di antara kedua kakinya ketika sesuatu dalam dirinya terasa ingin meledak.


Felix tersenyum puas setelah berhasil membuat Revina basah. Kini Felix siap mengarahkan miliknya untuk melakukan penyatuan.


"Aaahh" Revina mencengkeram lengan Felix dengan kuat untuk menahan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya ketika sesuatu yang keras ingin memaksa masuk.


"Felix, sakit." teriak Revina dengan mata yang sudah berlinang.


"Tahan sebentar sayang." balas Felix yang semakin menekan inti tubuh Revina.


Felix kembali mencium bibir Revina untuk mengalihkan rasa sakit yang sedang di rasakan oleh istrinya. Sementara bagian bawah tubuhnya terus menekan dengan kuat. Tidak hanya Revina, Felix juga merasakan sakit yang luar biasa pada miliknya yang berharga.


"Felix." Revina kembali meneriakkan nama suaminya saat ia merasakan semakin sakit yang teramat sangat. Sakit seperti merasakan tubuhnya terbelah.


"Sedi-kit la-gi sa-yang." ucap Felix terengah-engah. Felix sudah berhasil meretas jalan masuk. Dengan sekali hentakan lagi maka Felix akan benar-benar menyatu dengan Revina.


"Aaahhhhh.." pekik Revina dengan kuat sambil mencengkram kuat punggung Felix.


Felix mele-nguh panjang saat sudah berhasil melakukan penyatuan.

__ADS_1


"Terima kasih sayang." Felix mencium kening Revina. Ia berhenti bergerak untuk membuat Revina nyaman menerima bagian tubuhnya yang sudah bersarang di dalam jalan rahim Istrinya.


Felix begitu bahagia karena ia menjadi yang pertama untuk Revina. Begitu juga dengan Felix, Revina adalah wanita pertama untuknya. Meskipun lama tinggal di luar negeri, tidak membuat Felix hidup dengan pergaulan bebas.


Beberapa saat kemudian Felix kembali menggerakkan tubuhnya dengan tempo yang lambat dan teratur sehingga membuat keduanya sama-sama merasakan nikmat menggantikan rasa sakit yang luar biasa sebelumnya. Suara des-ahan dan lengu-han mulai menggema di ruang kamar hotel itu.


Felix semakin mempercepat gerakannya ketika sebuah sensasi yang belum pernah di rasakan sebelumnya tiba-tiba muncul dalam dirinya. Begitu juga dengan Revina yang mulai merasa gelisah ketika sensasi yang sama menyerangnya.


"Felix eemmhh." Revina kembali melenguhkan nama pria yang sejak tadi menggerayanginya.


Lengu-han panjang keluar dari mulut keduanya saat mereka sama-sama mencapai puncak ke nikmat an. Felix merebahkan tubuhnya yang dipenuhi keringat di atas tubuh polos Revina.


"Aku sangat mencintai mu, sayang. Terima kasih sudah menjadikan aku yang pertama." Felix membawa Revina kedalam pelukannya.


"Aku juga mencintaimu." balas Revina sambil memejamkan mata. Tubuhnya menggeliat mencari kenyamanan dalam pelukan Felix.


"Sayang aku ingin sekali lagi." bisik Felix yang membuat Revina langsung membuka kembali matanya yang baru saja terlelap.


Tanpa menunggu persetujuan dari Revina, Felix langsung memposisikan kembali tubuhnya di atas tubuh Revina dan siap mengulangi kegiatan panas mereka yang ke dua.

__ADS_1


*


Revina mengerjabkan matanya ketika mendengar suara panggilan masuk dari ponselnya. Ia melepaskan belitan tangan Felix yang masih terlelap dari tubuhnya kemudian Revina membangunkan sedikit tubuhnya untuk meraih ponsel di meja samping tempat tidur.


__ADS_2