Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Revina dan Felix masih berjalan-jalan di mall. "Setelah ini kita mau ke mana ?" tanya Felix ketika mereka baru saja keluar dari bioskop.


"Kita pulang saja." jawab Revina singkat.


Mereka lalu berjalan keluar dari bangunan besar itu.


"Felix !" seseorang memanggil nama Felix.


Revina dan Felix langsung melihat ke arah sumber suara yang ternyata seorang wanita.


"Dewi." seorang seniornya di kantor yang diam-diam menyimpan perasaan terhadap Felix.


"Hai, Felix sedang apa di sini ?" tanya wanita itu yang juga melihat Revina di samping Felix.


Revina melihat tidak suka kepada wanita yang sedang berdiri didepan mereka karena wanita itu adalah salah satu temannya Jasse.


"Aku sedang jalan-jalan bersama istri ku." jawab Felix yang membuat wanita itu terkejut.


Dia tidak tahu jika Felix sudah menikah. Apa lagi saat melihat wanita di samping pria itu. Dewi mengenal wanita yang di katakan oleh Felix sebagai istrinya adalah Revina, adik Jasse. Sedangkan Revina terlihat tersenyum karena Felix memperkenalkan ia sebagai istri.


Felix kemudian menggandeng tangan Revina melanjutkan langkahnya menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari sana, meninggalkan Dewi yang masih terkejut.


"Siapa dia ?" tanya Revina ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.


Sejak tadi Revina menunggu Felix akan memberitahukan tentang wanita itu. Tapi, Felix tidak juga bercerita. Akhirnya Revina bertanya dari pada jadi penasaran.


"Namanya Dewi. Senior ku di kantor. Sekarang ia menjadi staf ku." jawab Felix jujur.

__ADS_1


Revina menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Felix.


"Sepertinya dia menyukai mu." kata Revina tiba-tiba.


Felix tiba-tiba menghentikan mobilnya karena saat ini mereka sudah sampai di rumah. Felix mengunci pintu setelah mereka masuk kedalam rumah.


"Kau tadi bilang apa ?" Felix menahan tangan Revina yang ingin berlalu dari sana.


"Apa ? tidak bilang apa-apa." Revina tidak ingin mengulangi perkataannya tadi yang membuat dirinya jadi sakit hati sendiri.


"Ya, kau benar. Dia memang menyukaiku." kata Felix membuat Revina terkejut.


"Kau tahu ?" Felix mengangguk menjawabnya pertanyaan Revina.


Kini perasaan Revina menjadi tidak menentu. Ada rasa sakit yang menjalar dalam hatinya. Felix tersenyum menyadari perubahan di raut wajah istrinya.


"Kau cemburu ?" Felix menyatukan keningnya dengan kening Revina. Kedua tangannya memegang kedua tangan Revina.


"Aku senang kau cemburu. Itu tandanya kau sayang pada ku." Felix mencium kedua tangan Revina. Membuat hati Revina menghangat mendapatkan perlakuan seperti itu.


Wajah Revina bersemu merah karena bercampur dengan perasaan malu. Perlahan bibir Felix mencium hidung Revina. Kemudian bibir itu turun mencium bibir milik istrinya. Awalnya Felix hanya menempelkan bibirnya, melihat Revina yang hanya diam, Felix memberanikan diri untuk mengecup bibir itu. Felix kemudian menjauhkan wajahnya, ingin melihat reaksi Revina. Setelah melihat Revina tidak menolak, Felix kembali mengecup bibir Revina lagi dan lagi.


Saat Felix ingin mulai me**mat bibir Revina, tiba-tiba tangan Revina menahan dada Felix agar tidak meneruskan kegiatannya. Felix mengerti penolakan dari istrinya. Mungkin Revina belum siap untuk melangkah lebih jauh. Begitu yang sedang dipikirkan oleh pria itu.


Sedangkan Revina merasakan panas dingin saat ini. Ia terlalu malu untuk melakukan lebih meskipun ia begitu ingin merasakannya. Tangannya secara refleks menahan tubuh Felix.


"Baiklah, kita akan memulainya dengan perlahan-lahan." Felix mengengam tangan Revina membawanya masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Sebaiknya seperti ini. Felix takut tidak bisa menahan diri jika mereka melanjutkan ciuman itu.


*


Keesokan harinya Dewi memaksa Jasse untuk bertemu. Ia ingin menanyakan tentang hubungan Revina dan Felix, pria yang disukainya. Pasalnya yang ia tahu Revina belum menikah. Bagaimana bisa Felix mengenakan Revina sebagai istrinya.


"Iya, itu benar." Jasse menjawab malas pertanyaan Dewi.


"Sejak kapan ?" tanya Dewi yang masih tidak percaya.


"Sudah lebih dari enam bulan yang lalu."


"Astaga. Aku benar-benar sudah kehilangan kesempatan." ucap Dewi putus asa.


"Kau juga menyukai Felix ?" tanya Jasse penasaran.


"Iya. Sejak ia mulai masuk kerja. Kami satu devisi."


Ternyata tidak hanya aku yang menyukai Felix. Kata Jasse dalam hatinya. Ide buruk pun muncul dalam pikirannya. Jasse mulai menceritakan bagaimana terjadinya pernikahan antara Revina dan Felix. Jasse menjelek-jelekkan cerita tentang Revina.


"Jadi, adik mu yang menjebak Felix ? kasihan sekali Felix." kata Dewi menanggapi cerita Jasse.


"Iya. Aku juga merasa kasian. Sebenarnya Felix ingin pergi dari Revina. Tapi, Revina selalu mengancam akan melaporkan Felix yang sudah memperkosanya."


"Licik sekali adik mu itu." timpal Dewi.


"Begitulah. Aku sudah sangat mengenalnya. Aku ingin sekali membantu Felix tapi aku tidak bisa melawan adik ku." Jasee pura-pura sedih.

__ADS_1


"Tenang saja. Aku akan membantu mu untuk melepaskan Felix dari ancaman istrinya." ucap Dewi yang membuat Jasse tersenyum dalam hati.


Akhirnya ia bisa balas dendam dengan Revina meskipun tidak langsung dari tangannya. Ia bisa menggunakan orang lain untuk membalasnya.


__ADS_2