Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Kedatangan Wanita Cantik dan Seksi


__ADS_3

Sore harinya Felix pulang kerja di sambut oleh Revina dengan penuh senyuman. Seketika rasa lelah dan beban pada pikirannya menguap begitu saja saat melihat senyuman Revina.


"Akhirnya kau pulang." kata Revina saat Felix baru saja masuk ke rumah.


"Aku merindukan mu." Felix langsung menyambar bibir Revina di depan pelayan yang ada di sana sebagai salam pertemuan. Membuat wajah Revina bersemu kemerahan.


"Jangan di sini. Aku malu." bisik Revina yang membuat Felix merasa gemas dengan istrinya.


"Kalau begitu ayo kita ke kamar." Felix langsung menarik tangan Revina dan membawanya ke kamar.


Setelah melepaskan kerinduan dengan melakukan kegiatan panas di sore hari menjelang malam, Felix kembali teringat akan kedatangan Mia siang tadi.


"Kenapa ?" tanya Revina yang menyadari ada sesuatu yang sedang di pikirkan oleh Felix.


"Tidak, ada." jawab Felix bohong. Ia semakin mengeratkan pelukannya di tubuh polos Revina. Mencium ceruk leher jenjang Revina dan menghidu wangi tubuh wanita itu yang mampu menenangkan dirinya.


Apa yang di katakan oleh Mia tadi sangat menggangu pikiran Felix. Meskipun ia merasa tidak melakukan apa yang dikatakan oleh wanita itu. Tapi siapa tahu itu benar karena ia sangat mabuk malam itu. Tidak mungkin. Batin Felix.


Suara keroncongan dari perut Revina menyadarkan lamunan Felix.


"Kau lapar. Ayo kita mandi dan setelah itu makan malam." Felix membangunkan tubuhnya dan mengangkat tubuh Revina membawanya ke kamar mandi.


Felix meletakkan tubuh Revina di dalam bathtub. Sedangkan ia berjalan menuju shower untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah mandi dan makan malam, Felix mengantarkan Revina ke kamar untuk beristirahat. Sedangkan Felix pergi ke ruangan kerjanya. Felix mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Kau cari informasi seseorang yang berhubungan kejadian dua tahun yang lalu. Aku akan mengirimkan namanya." perintah Felix.


Felix tidak ingin masalah ini berlarut larut mengganggu pikirannya. Apa lagi jika sampai Revina mengetahuinya. Ia harus segera mencari tahu yang sebenarnya.


Revina sudah tertidur pulas saat Felix masuk ke dalam kamar. Dipandanginya wajah cantik wanita yang sanggup menerimanya di saat dia sedang tidak memiliki apa-apa. Bagai mana mungkin dia bisa menyakiti hati wanita yang telah begitu baik padanya dan mencintainya dengan tulus tanpa memandang latar belakangnya.


Felix menghela napasnya. Kemudian ia ikut berbaring di samping Revina dan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh istrinya seakan-akan ia tidak ingin kehilangan wanita itu.


Keesokan harinya seperti biasa, Revina mengantarkan Felix untuk pergi bekerja.


"Mengapa wajah mu cemberut seperti itu ?" Felix mencubit pipi istrinya yang terlihat tidak bersemangat seperti biasa.


"Aw, sakit." Revina mengusap bekas cubitan Felix di pipinya.

__ADS_1


"Sini biar aku cium agar sakitnya hilang." Felix menahan tangan Revina dan mencium pipi wanita itu.


"Kau kenapa seperti tidak bersemangat, hem ?"


"Aku bosan di rumah terus." rengek Revina manja sambil memeluk tubuh Felix.


"Kau ingin ikut ke kantor dengan ku ?" tawar Felix.


"Memangnya boleh ?" tanya Revina semangat.


"Tentu saja. Aku bos nya, tidak akan ada siapapun yang akan melarang ku." Revina tersenyum mendengar kata Felix.


"Baiklah. Aku ikut. Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu." kata Revina riang. Kemudian ia segera berlari kembali ke kamar untuk mengganti pakaian.


Belum sepuluh menit, Revina sudah tiba di hadapan Felix sambil membawa tasnya.


"Ayo, berangkat. Aku sudah siap." ajak Revina penuh semangat.


Perusahaan Boison Grup


Revina menatap kagum pada bangunan di depannya. Sebuah bangunan yang sangat megah dan tinggi menjulang. Terdapat tulisan Boison yang cukup besar di atasnya. Benarkah suaminya memimpin perusahaan sebesar ini ? Revina rasanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Satu tahun yang lalu, saat pertama kali bertemu dengan Felix, pria itu tampak seperti gelandangan. Bahkan untuk membeli pakaian saja Felix menggunakan uang miliknya. Sungguh ia tidak menyangka jika pria yang dianggap gelandangan itu memiliki perusahaan sebesar ini. Ternyata keluarga Maxim lebih kaya dari yang ia pikirkan selama ini.


Seluruh karyawan menunduk hormat menyambut kedatangan bos mereka bersama dengan sang istri.


"Duduklah di sini temani aku bekerja." Felix menunjuk sofa di tengah ruangannya.


"Jika kau lelah, kau bisa istirahat di kamar." lanjut Felix lagi.


"Baik. Tapi aku mau di sini saja." balas Revina sambil mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Terserah anda, Nyoya Maxim." kata Felix kemudian berjalan menuju ke meja kerjanya.


Felix mulai berkutat dengan pekerjaannya dan sesekali ia melirik ke arah Revina yang sedang memainkan ponselnya di sofa.


Di tengah keheningan yang terjadi di ruangan Felix, tiba-tiba saja terdengar keributannya dari luar.


"Maaf tuan, nona ini memaksa masuk." kata sang sekretaris begitu pintu terbuka.

__ADS_1


"Felix." sapa wanita itu manja sambil berjalan menuju ke arah meja kerja Felix tanpa menyadari ada seorang wanita yang sedang duduk di sofa tengah membelakkan matanya.


Ya, saat ini Revina sedang terkejut saat melihat wanita cantik dan seksi berjalan melenggok di depan suaminya serta memanggil Felix dengan suara yang di buat-buat menggoda.


Siapa dia ? beraninya di menggoda suami ku di depan mata ku ! Revina merasa marah sekaligus cemburu.


"Apa kau sibuk ? aku ingin mengajak mu makan siang." kata wanita itu tersenyum menatap Felix.


"TIDAK BISA !"


Bukannya Felix yang menjawab melainkan Revina yang tiba-tiba saja sudah berdiri di samping Felix. Merangkul bahu Felix yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


Wanita itu tampak terkejut melihat kedatangan Revina yang tiba-tiba. Sedangkan Felix tersenyum menatap wajah Revina di sampingnya. Felix merasa senang saat melihat Revina bersikap tegas menunjukkan kepemilikannya.


"Kami akan makan siang berdua dan tidak mau di ganggu." lanjut Revina lagi. Memberikan sindiran halus kepada wanita itu.


Seketika wajah wanita itu berubah karena mendapatkan penolakan. Tapi dalam sekejap ia tersenyum melihat kearah Felix.


"Apa benar begitu Felix ?" tanya wanita itu kepada Felix.


"Kau tidak dengar yang di katakan oleh istri ku ?" kata Felix sambil mencium mesra tangan Revina tanpa memandang ke arah wanita yang tampak kesal melihat kemesraan sepasang suami istri didepannya.


Dengan senyum terpaksa wanita itu berkata "Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu."


Wanita itu langsung berbalik menuju pintu keluar dengan perasaan yang penuh kesal. Ia datang ke sini berusaha untuk menggoda Felix, tapi malah terpaksa harus melihat kemesraan Felix dan istrinya.


Felix menarik pinggang Review untuk duduk di atas pangkuannya.


"Apa setiap hari kau mendapatkan kunjungan seperti ini ?" tanya Revina sambil cemberut.


"Tidak juga. Hanya sesekali." jawab Felix santai.


"Apa ? jadi benar kau sering di kunjungi wanita-wanita cantik dan seksi ?" tanya Revina dengan nada marah.


"Kau cemburu ?" bukannya menjawab pertanyaan Revina, Felix malah balik bertanya kepada istrinya itu.


"Tidak." jawab Revina yang tidak sesuai dengan hatinya.


"Benarkah ?" Felix sengaja menggoda Revina.

__ADS_1


"Aku senang kau cemburu. Itu artinya kau takut kehilangan ku." Felix mencium pundak Revina dari belakang.


"Felix !" kesal Revina karena bisa-bisanya pria itu menggodanya saat ia sedang merasa marah begini.


__ADS_2