Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Acara Syukuran


__ADS_3

Selama satu minggu penuh Felix tidak datang ke kantor karena membantu Revina mengurus baby Louise. Begitu juga dengan Mery. Ia memutuskan untuk satu bulan tinggal di sini. Mery mengawasi langsung para pembantu yang menyiapkan makanan khusus untuk Revina. Makan sehat dan bergizi untuk Revina yang menyusui baby Louise.


"Sayang, aku pergi ke kantor dulu." Felix mencium kening Revina setelah itu mencium baby Louise yang terlelap di gendongan Revina.


"Ya. Hati-hati." balas Revina.


Menjelang makan siang Eric tiba di rumah Felix. Ia baru sempat bisa datang ke London hari ini karena pekerjaannya yang sangat banyak. Itu pun hanya beberapa hari.


Mery dan Eric masuk ke kamar cucunya. Revina baru saja selesai menyusui baby Louise..


"Sayang, lihat itu siapa yang datang ?" Revina berbicara dengan baby Louise seakan bayi yang baru berusia sepuluh hari itu mengerti apa yang di katakan olehnya.


"Daddy apa kabar ?" Revina lebih dulu menyapa ayah mertuanya.


"Daddy baik-baik saja." jawab Eric.


"Terima kasih karena sudah melahirkan penerus keluarga Maxim." ucap Eric sambil memeluk menantunya.


"Sayang, sebaiknya kau makan siang dulu. Biar Louise mommy yang jaga." kata Mery. Karena sekarang sudah masuk waktu Revina untuk makan siang.


"Terima kasih, mom." Revina menyerahkan Louise kepada grandma nya. Kemudian Revina keluar kamar Louise untuk makan siang lebih dulu.


"Eric, lihat ini cucu kita. Persis seperti Felix saat masih bayi." Mery menunjukkan baby Louise yang sedang di pangkuannya kepada sang suami. Kedua orang tua yang baru saja menjadi kakek dan nenek itu sangat bahagia melihat cucu pertama mereka.


"Eric malam ini kita akan pergi ke rumah Jason untuk melamar Diana." kata Mery.


Tujuan kedatangan Eric ke London yaitu selain untuk melihat cucunya juga sekaligus untuk melamar Diana.


"Kau sudah yakin ? aku tidak ingin perjodohan ini gagal lagi. Kasihan Diana jika di tolak dua kali. Lagi pula nanti akan mempengaruhi hubungan baik kita dengan keluarga Jason." balas Eric sambil mengajak cucunya bermain.


"Aku yakin kali ini pasti akan berhasil. Diana akan jadi menantu di keluarga besar kita." jawab Mery yakin.


Dari balik pintu Revina memegang dadanya yang terasa sesak. Mengapa dia harus kembali mendengarkan pembicaraan ibu mertuanya yang membuatnya sakit hati. Revina menarik napasnya dalam-dalam untuk menenangkan hatinya. Setelah berhasil menguasai perasaannya, baru Revina masuk ke dalam kamar putranya.


"Berikan Louise pada ku." pinta Revina pada mommy Mery.


"Kau sudah selesai makan, sayang." tanya Mery lembut seperti biasanya sambil menyerahkan baby Louise kepada Revina.


Revina hanya menjawab dengan menganggukkan kepala. Ia sungguh tidak bisa menyembunyikan perasaan kecewa kepada ibu mertuanya.


Malam harinya Revina dan Felix makan malam hanya berdua. Revina pura-pura bertanya kepada Felix tentang mommy dan daddy nya.

__ADS_1


"Felix di mana mommy dan daddy ?"


"Mereka pergi ke rumah temannya daddy." jawab Felix jujur. Sementara Revina terus memperhatikan ekspresi wajah Felix yang mungkin juga tahu apa tujuan mommy dan daddy pergi ke sana.


"Ada apa mereka pergi ke sana ?" tanya Revina menyelidiki.


"Tidak tahu." jawab Felix singkat membuat Revina jadi curiga kepada suaminya itu.


"Tidak tahu apa pura-pura tidak tahu ?" sindir Revina sambil menatap kesal suaminya. Tapi yang di tatap dengan santainya menikmati makanannya.


Satu bulan berlalu.


Felix dan Revina mengadakan acara syukuran menyambut kelahiran putra pertama mereka. Mereka hanya mengundang keluarga dan teman dekat saja. Acara akan di adakan pada waktu pagi menjelang siang. Sekalian makan siang bersama.


Abraham dan Sonia datang lebih awal karena ingin puas melihat cucu sekaligus keponakannya.


"Lihat, baby Louise lucu sekali." kata Sonia kepada Abraham.


Bayi laki-laki itu hanya tersenyum mengeliat di dalam dekapan mommynya.


Menjelang jam makan siang hampir semua keluarga besar mereka berkumpul. Senyuman Revina langsung memudar ketika melihat mommy Mery dengan antusiasnya menyambut seorang wanita cantik yang baru saja tiba.


Diana.


Diana berjalan sangat anggun di samping mommy Mery. Dia membawa sebuah kado dan berjalan menuju Revina.


"Sayang, kenalkan ini Diana." kata mommy Mery.


"Diana ini Revina. Istri Felix."


Diana lebih dulu mengulurkan tangannya sambil tersenyum ramah kepada Revina.


"Selamat ya , Revina."


"Terima kasih." balas Revina dengan senyum seadanya.


Sungguh Revina tidak bisa menyembunyikan rasa tidak sukanya kepada wanita itu. Wanita yang mungkin akan merebut suaminya.


"Hai, kakak ipar. Selamat sudah menjadi mommy sekarang."


Suara Tama membuyarkan pikiran Revina. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kepada sepupu suaminya yang sedang berdiri di depannya.

__ADS_1


"Terima kasih, Tama." balas Revina tersenyum.


Tama ingin memeluk Revina, tapi tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung ke belakang karena Felix menariknya.


"Jangan coba-coba menyentuh istri ku." kata Felix tidak suka.


"Ayo lah. Aku hanya ingin memberikan selamat pada kakak ipar ku." balas Tama.


"Cukup dengan kata-kata saja. Tidak perlu pakai pelukan " Felix merangkul Revina menandakan kepemilikannya.


"Kau pasti cemburu pada ku, kan ? kau takut kakak ipar jatuh cinta pada ku karena aku lebih tampan dari mu." Tama menggoda Felix.


"Cih, istri ku tidak mungkin jatuh cinta pada ban*i seperti mu."


Bukannya marah, Tama malah terkekeh mendengar Felix mengatakan ia ban*i. Ia memang suka memancing kemarahan sepupunya itu.


"Felix, Tama sudah. Mari kita mulai makan siangnya." kata Mery menyudahi perdebatan antara anak dan keponakannya yang setiap kali bertemu akan seperti itu.


Sekarang semuanya sudah berkumpul di meja makan keluarga yang besar. Baby Louise juga sudah kembali ke kamar bersama pengasuhnya. Sebelum memulai makan siang, Heru meminta waktu sebentar untuk menyampaikan sesuatu.


"Felix, Revina, om ucapkan selamat buat kalian berdua. Sekarang sudah menjadi orang tua. Semoga keluarga kalian selalu bahagia dan di berkahi." Heru terlebih dahulu mengucapkan selamat buat keponakannya.


"Dan om akan menyampaikan kabar gembira lainnya yaitu tentang Tama. Minggu depan Tama akan bertunangan dengan Diana." lanjut Heru lagi.


Tama tersenyum melirik Diana yang duduk di sebelahnya. Sedangkan Diana menunduk malu, menyembunyikan rona di wajahnya.


Sementara Revina terkejut bukan kepalang mendengar apa yang di sampaikan oleh Heru. Revina melihat tidak percaya pada Tama dan Diana.


Benarkah apa yang baru saja ia dengar ? jadi mommy melamar Diana untuk Tama ? tanya Revina dalam hatinya.


Melihat reaksi Tama dan Diana yang malu-malu meyakinkan Revina jika apa yang baru saja di sampaikan oleh Heru itu benar. Revina membuang napas lega ternyata dugaannya salah.


"Sayang, kau kenapa ?" bisik Felix yang duduk di sebelahnya. Felix menggenggam erat tangan Revina. Takut istrinya itu kenapa-napa.


"Tidak ada. Aku hanya turut bahagia dengan berita ini." jawab Revina.


Kini Revina benar-benar bisa tersenyum lebar karena tidak ada lagi yang ia khawatirkan jika Felix akan di rebut oleh wanita lain. Felix hanya miliknya seorang.


"Sekarang ayo kita makan." kata Eric yang merasa sudah lapar.


Dan mereka pun mulai mengambil makanan masing-masing dan menikmatinya.

__ADS_1


"Hooeek"


Semua orang yang ada di sana melihat ke arah sumber suara.


__ADS_2