Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Apa Yang Terjadi


__ADS_3

Jonatan masih berada di depan rumah Abraham. Sudah hampir empat jam menunggu di sana, tapi ia tidak di izinkan masuk oleh penjaga.


"Sialan !" Jonatan menutup pintu mobil dengan kuat.


Akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Rasanya percuma jika ia terus menunggu di sini semalaman. Karena Abraham pasti tidak mengizinkannya bertemu dengan Revina. Besok Jonatan akan pergi ke tempat kerja Revina untuk menemuinya di sana.


*


Seperti yang sudah direncanakan oleh Jonatan, keesokan harinya pagi-pagi sekali Jonatan sudah tiba di perusahaan Black Diamond. Namun pria itu tidak langsung masuk, melainkan hanya menunggu di parkiran sambil bersembunyi di tempat yang aman.


Setelah hampir dua puluh menit menunggu, akhirnya Jonatan melihat Revina keluar dari sebuah mobil yang baru saja tiba. Jonatan melihat ke sekeliling untuk memastikan Abraham tidak ada di sana. Melihat keadaan yang aman, Jonatan berjalan cepat menuju Revina.


"Revina." panggil Jonatan yang menghentikan langkah kaki Revina.


"Papa." Revina terkejut melihat kedatangan Jonatan di perusahaan Abraham.


Sudah lama Revina tidak bertemu dengan papanya. Terakhir kali waktu Jonatan datang ke rumahnya untuk meminta maaf dan memintanya kembali ke rumah.


"Apa yang papa lakukan di sini ?" tanya Revina.


"Papa ingin bertemu dengan mu, Revina. Papa ingin mengajak mu kembali. Ayo, nak. Tinggallah lagi di rumah papa. Ajak serta suami mu." beritahu Jonatan maksud kedatangannya.


Revina merasa aneh melihat papanya. Mengapa harus jauh-jauh datang sepagi ini hanya untuk memintanya kembali.


"Papa ..."


Belum sempat Revina menghabiskan kalimatnya, tubuhnya tiba-tiba tertarik ke belakang.

__ADS_1


"Beraninya kau datang ke sini !" hardik Abraham kepada Jonatan yang membuat Revina terkejut.


"Aku ingin bertemu dengan Revina." balas Jonatan. Kemudian ia beralih menatap Revina.


"Revina, ayo pulang bersama papa." suara Jonatan terdengar memelas. Menatap Revina penuh harap.


"Kau sudah tidak ada hubungan dengannya. Sebaiknya kau pergi dan jangan pernah menemui Revina lagi."


"Tidak. Revina akan ikut kembali bersama ku lagi." kekeh Jonatan.


Revina menjadi bingung mendengar perdebatan papanya dengan Abraham. Sungguh dia tidak mengerti apa-apa.


"Revina tolong papa. Abraham sudah mengambil semuanya. Mengambil perusahaan dan.." Jonatan tidak dapat meneruskan kata-katanya ketika tubuhnya di pegang oleh dua orang pria dan menyeretnya pergi dari hadapan Abraham dan Revina.


"Hey, apa yang kalian lakukan ? lepaskan papa." Revina ingin menuju ke arah papanya untuk membantu melepaskan dari cengkeraman dua pria itu. Tapi tidak bisa karena lengannya juga di tahan oleh Abraham.


"Bawa di pergi dari sini dan pastikan dia tidak mendekati Revina lagi." perintah Abraham.


Abraham tidak menjawab pertanyaan Revina. Pria itu terus memegang lengan Revina dan membawanya masuk ke dalam gedung perusahaan. Melihat kejadian itu, sontak saja mengundang perhatian seluruh karyawan yang ada di sana. Tidak biasanya CEO mereka dekat dengan wanita. Apa lagi sampai menyentuhnya seperti itu. Mulai timbul berbagai spekulasi tentang hubungan antara Revina dan Abraham.


Abraham masih memegang Revina sampai mereka tiba di dalam lift.


"Tuan apa maksud anda tadi ?" Revina mengulangi pertanyaannya.


"Dan apa benar anda mengambil perusahaan papa ?" lanjut Revina lagi.


Abraham melihat wajah Revina "Ya, itu benar." jawab Abraham singkat.

__ADS_1


"Tapi kenapa ?" Revina butuh penjelasan lebih lanjut.


"Nanti aku akan mengatakan pada mu. Sekarang kau bekerjalah dengan baik." kata Abraham yang langsung pergi ketika pintu lift terbuka.


Sedangkan Revina masih mematung di tempatnya memikirkan apa yang terjadi sampai pintu lift tertutup kembali.


Revina tidak berkonsentrasi dalam bekerja. Pikirannya terus terganggu dengan kejadian tadi pagi.


"Mengapa lama sekali." Revina bicara sendiri. Sejak tadi ia bolak balik melihat jam tangannya.


Revina ingin menemui Abraham di ruangannya. Tadi ia sudah mendatangi ruangan Abraham, tapi kata sekretarisnya Abraham sedang rapat bersama klien dan akan kembali setelah jam makan siang.


Setelah selesai makan siang, Revina langsung datang kembali ke ruangan CEO.


"Apa ? pergi ke luar negeri. Kapan ?" tanya Revina kepada sekretaris Abraham.


"Baru saja, nona. Setelah bertemu dengan klien, Tuan Abraham langsung berangkat ke luar negeri."


"Berapa lama ?"


"Tuan pergi selama tiga hari." jawab Sekretaris itu lagi.


"Baiklah, terimakasih." Revina pergi dari sana. .


Revina melangkahkan kakinya lemah menuju ruangannya. Ia harus menunggu tiga hari lagi untuk bertemu dengan Abraham. Bisa-bisa aku mati penasaran menunggu tiga hari lagi. Batin Revina.


"Astaga. Kenapa aku bodoh sekali." Revina menepuk keningnya.

__ADS_1


Mengapa sejak tadi ia tidak terpikir untuk langsung menghubungi papanya. Revina mengambil ponsel dalam tasnya. Baru saja ia ingin mencari nomor papanya, tiba-tiba ponselnya berdering. Revina tersenyum melihat nama Felix di layar ponselnya.


"Halo Felix." dan Revina pun lupa untuk menghubungi papanya.


__ADS_2