Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Tidak Cemburu


__ADS_3

Revina yang berdiri di samping Felix membelalakkan mata melihat suaminya di peluk dan di cium oleh seorang wanita tepat didepan matanya. Apalagi wanita itu sangat cantik dan seksi.


"Sera !" seru Felix yang terkejut dengan wanita yang pernah dekat dengannya di masa lalu.


"Aku begitu merindukan mu ?" Sera merangkul lengan Felix dan bersandar di bahu pria itu. Namun dengan segera Felix menepisnya.


Sementara itu Revina yang sejak tadi berada di samping Felix begitu sakit hati melihat apa yang Sera lakukan kepada suaminya. Tak ingin tambah sakit hati, Revina segera memutar tubuhnya untuk pergi dari sana. Tapi belum sempat Revina melangkah, tangan Felix lebih dulu menahan pinggang ramping Revina dan membawanya kedalam pelukannya.


"Sera, perkenalkan ini Revina istri ku." ucap Felix sambil mencium pelipis istrinya.


"Oh, hai Revina. Aku Sera. Teman yang pernah dekat dengan Felix." Sera mengulurkan tangannya dengan wajah yang ceria sementara tidak dengan Revina yang saat ini sudah berubah air mukanya.


"Revina" meskipun merasa cemburu tapi Revina tetap menyambut salam kenal dari Sera.


Felix yang menyadari perubahan pada Revina segera membawa Revina pergi dari sana. Setelah di rasa Sera dan teman-teman Felix tidak melihat mereka, Revina segera melepas tautan tangannya dari tangan Felix dan ingin pergi. Tapi lagi-lagi Felix menahannya. Felix memeluk dan langsung mencium bibir Revina di tengah orang ramai. Revina terbelalak karena terkejut bercampur malu.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Revina sambil melihat ke sekeliling mereka. Tampak orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing.


"Aku mencium mu. Apa tidak boleh ?" jawab Felix santai. Ia berani melakukan itu karena saat ini mereka sedang di luar negeri. Hal semacam ini selalu di lakukan di depan umum.


"Mereka tidak akan peduli, sayang." lanjut Felix lagi yang mengerti dengan perasaan Revina saat ini.

__ADS_1


Felix kembali memeluk Revina sambil berbisik.


"Kau cemburu ?" tanya Felix.


"Tidak. Aku tidak cemburu." meskipun mulutnya mengatakan tidak tapi raut wajah dan nada bicaranya menunjukkan jika saat ini Revina memang sedang cemburu.


Felix tertawa melihat Revina yang terlihat begitu menggemaskan.


"Jangan tertawa. Tidak ada yang lucu di sini." kata Revina ketus.


"Baiklah. Aku tidak akan tertawa lagi. Sekarang aku ingin mengajak mu ke suatu tempat."


Tampa persetujuan dari Revina, Felix langsung menggandeng tangan Revina menuju keluar aula tempat acara dan masuk ke dalam lift menuju ke lantai atas.


"Kau suka ?" tanya Felix yang melihat Revina tersenyum berbinar melihat pemandangan di depannya.


Revina mengangguk. Ia sepertinya sudah melupakan perasaan marah dan cemburunya tadi kepada Felix.


Tak lama kemudian beberapa orang pelayan datang membawakan makanan dan menatanya di atas meja. Felix mengajak Revina untuk segera menikmati makan malam mereka di iringi alunan suara musik biola yang di mainkan langsung oleh seorang seniman. Makan malam romantis yang mewah yang tidak pernah Revina bayangkan sebelumnya.


Setelah selesai menikmati makan malam, Revina mengajak Felix untuk kembali ke aula tempat acara pertunangan Abraham dan Sonia.

__ADS_1


"Felix, kita harus kembali. Aku takut paman akan mencari ku." kata Revina merasa tidak enak.


"Jangan cemas. Aku sudah mengirimkan pesan langsung kepada paman mu. Dia tidak akan mencari mu karena dia sudah tahu kau sedang bersama ku." Felix menenangkan istrinya dan mereka pun tetap duduk di sana sampai beberapa waktu lagi.


Setelah dua jam berada di sana Revina mengajak Felix kembali karena ia sudah merasa lelah dan mengantuk. Felix membawa Revina turun ke lantai bawah dan langsung menuju ke parkiran.


"Apa tidak sebaiknya kita kembali ke tempat acara ?" tanya Revina.


"Tidak perlu. Acaranya sudah selesai."


Revina terkejut mendengar perkataan Felix dan ia segera melihat ponselnya.


"Astaga, ini sudah hampir pukul dua belas malam." Ternyata Revina tidak menyadari waktu yang cepat berlalu karena begitu larut melihat keindahan kota London di malam hari. Pantas saja ia merasa lelah dan mengantuk.


"Felix mengapa tidak berhenti ?" tanya Revina yang melihat hotel tempatnya menginap dan Felix melewatinya begitu saja.


"Kita tidak akan kembali ke hotel itu lagi." jawab Felix santai seperti biasanya.


"Kenapa ? lalu kita akan tidur di mana ? bagaimana dengan barang-barang ku yang masih tinggal di sana ?" tanya Revina cemas.


"Aku sudah mengurus semuanya. Kau jangan cemas."

__ADS_1


Revina yang sudah mengantuk hanya mendengarkan dan mengikuti apa yang dikatakan oleh suaminya. Felix yang menyadari jika Revina hanya diam dan tidak mengoceh bertanya ini itu melihat ke samping.


"Astaga, Revina."


__ADS_2