Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Malam Pesta Part 2


__ADS_3

Jasse langsung memutuskan tatapannya dengan Sean. Ia bersumpah tidak akan mendekati pria itu lagi. Pria yang sudah membuatnya mengalami mimpi buruk dalam hidupnya. Jasse segera pergi dari sana untuk menghindari mantan suaminya.


Tidak berapa lama acara pun di mulai. Semua tamu undangan terfokus melihat ke arah pintu masuk setelah MC mengumumkan kedatangan mempelai wanita. Orang-orang berdecak kagum melihat Revina yang sangat cantik mengenakan gaun pengantin yang begitu indah dan mewah.


Sebagian besar tamu undangan tidak mengenali Revina, tapi mereka cukup mengenal pria yang sedang mengandengnya. Membuat orang-orang bertanya apa hubungan antara mempelai wanita dengan pengusaha muda yang sukses yang masih lajang yang tak lain adalah Abraham. Semua orang tahu jika Abraham belum menikah. Begitu juga dengan Sean yang sudah lebih dulu berpikiran buruk terhadap hubungan Revina dan Abraham.


Mempelai wanita berjalan menuju ke arah tempat yang telah di sediakan. Di sana sudah ada Felix yang entah sejak kapan berdiri di situ. Jasse menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ternyata benar Felix, pria yang sengaja ia culik untuk di jebak dengan Revina adalah tuan muda Maxim.


"Apa kau menyesal sekarang ?" suara pria yang tidak asing di telinga Jasse bertanya dengan nada perlahan dari belakang.


Jantung Jasse berdetak kencang karena masih merasakan ketakutan saat dekat dengan mantan suaminya. Tapi sekuat tenaga Jasse menyembunyikan ketakutannya dan menahan agar tubuhnya dan suaranya tidak bergetar.


"Apa maksud mu ?" tanya Jasse pura-pura tidak mengerti. Sedikit pun ia tidak menoleh kearah Sean.


"Jangan pura-pura lupa. Kau pasti menyesal karena telah menjebak adik mu dengan pria itu kan." kata Sean sambil menyeringai.


Belakangan ini Sean baru mengetahui jika Jasse lah yang telah menjebak Revina dan Felix sehingga membuat mereka menikah. Karena Jasse ingin menggantikan posisi Revina untuk menjadi istrinya. Sean menyelidiki tentang pernikahan Revina dan Felix setelah mengetahui jika Felix adalah putra dari keluarga Maxim.


Jasse mengepalkan tangan menahan kekesalannya. Sean seperti sengaja untuk mengejek kekalahannya. Perhatian mereka kini kembali ke depan saat Abraham membuka suara.


"Sekarang aku serahkan Revina kepada mu untuk kau jaga, kau sayangi, kau cintai dan lindungi sepenuh hati. Tapi ingat sekali saja kau menyakitinya maka aku akan mengambilnya dari mu." kata-kata Abraham kepada Felix.


Revina menatap pamannya penuh haru mendengar kata-kata yang diucapkan oleh pria itu.

__ADS_1


"Terima kasih, paman." ucap Revina memeluk Abraham.


Pelukan untuk pertama kalinya antara paman dan keponakannya. Sean yang mendengar dan melihatnya merasa terkejut mengetahui hubungan antara Revina dan Abraham yang ternyata adalah keluarga. Tidak seperti yang ia pikirkan selama ini.


Abraham memberikan tangan Revina yang di sambut oleh Felix. Pria itu mencium tangan istrinya dan kemudian mencium bibir wanitanya sekilas sebelum membawanya kedalam pelukannya diiringi tepuk tangan dari para tamu undangan.


"Aku sangat mencintai mu, istri ku." bisik Felix di telinga Revina.


"Aku juga sangat mencintai mu." balas Revina dari dalam pelukan Felix.


Jasse langsung pergi dari sana karena tak kuasa melihat sepasang suami istri yang sedang berbahagia. Membuatnya sakit hati. Seharusnya kebahagiaan itu hanya untuknya dan Revina tidak pantas mendapatkannya.


Sekarang saatnya para tamu undangan memberikan selamat buat kedua mempelai. Mereka bergantian di berikan kesempatan untuk memberikan ucapan langsung berbicara dengan Felix dan Revina. Begitu juga dengan Jonatan dan Asila.


Pria paruh baya yang sudah membesarkan Revina itu menangis dan ingin sekali memeluk keponakannya yang sudah di anggap sebagai anak sendiri. Tapi Abraham sudah memberikan peringatan tegas kepadanya untuk menjaga jarak dengan Revina.


Revina ikut menangis melihat papa Jonatan yang sudah beberapa bulan ini tidak bertemu. Revina langsung memeluk Jonatan dalam tangis kebahagiaannya. Meskipun Revina marah karena Jonatan telah menyembunyikan kenyataan tentang dirinya. Tapi Revina tidak pernah sekalipun membenci papanya. Walaupun pria itu tidak menunjukkan kasih sayangnya, tapi Jonatan tidak pernah berbuat jahat padanya. Bahkan pria itu selalu membela Revina ketika Jasse dan Asila menjahati Revina.


"Terima kasih, nak. Maafkan papa yang selama ini tidak bisa melindungi dan memberikan kebahagiaan pada mu." kata Jonatan setelah meleraikan pelukannya. Kini Jonatan beralih kepada Felix.


"Felix maafkan papa jika selama ini papa tidak pernah memperlakukan mu dengan baik." kata Jonatan singkat.


Sungguh Jonatan sangat malu kepada Felix karena selama ini ia sudah meremehkan pria itu dan memandang rendah kepadanya. Setelah mengucapkan selamat Jonatan pergi dari sana bersama istrinya. Karena ia tahu Abraham pasti akan selalu mengawasinya.

__ADS_1


Sejak tadi Jasse berdiri di sudut ruangan, mencari keberadaan mama dan papanya. Matanya menyapu keseluruhan ruangan yang cukup besar itu. Jasse tersenyum ketika melihat ke arah Revina yang sedang sendirian untuk mengambil minuman. Akhirnya ia bisa menemui Revina untuk melampiaskan kekesalannya.


"Apa kau tidak mau mengucapkan terima kasih pada ku ?" kata Jasse dari belakang yang membuat Revina terkejut.


"Kau pasti menyesal sekarang." kata Revina sambil tersenyum mengejek.


"Kau menjebak ku dengan Felix yang kau anggap sebagai gelandangan demi untuk menjadi nyonya Parker. Tapi apa yang kau dapatkan ? hanya status janda." Revina menekankan kalimat terakhirnya dan tertawa puas menertawakan Jasse.


"Jangan senang dulu Revina. Bagaimana jika aku memperlihatkan foto mu dengan Felix waktu itu dan mengatakan pada semua orang yang ada di sini jika kau telah menjebak Felix untuk dapat menikah dengan tuan muda Maxim. Mereka pasti akan memandang jijik pada wanita licik seperti mu." kini Jasse balik menertawakan Revina.


Belum sempat Revina membalas kata-kata Jasee, tiba-tiba saja Jasse menarik tangan Revina dan menumpahkan minuman di tangan Revina ke tubuhnya sendiri.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Revina terkejut.


"Aku tau kau sekarang sudah menjadi menantu keluarga Maxim. Tapi tak seharusnya kau memperlakukan kakak mu seperti ini. Hiks hiks hiks." Jasse menangis pura-pura teraniaya oleh Revina. Membuat semua orang menatap ke arah mereka.


"Apa maksud mu ?" tanya Revina tidak mengerti dan gugup ketika semua mata melihatnya.


"Revina."


Revina refleks menoleh kebelakang melihat seseorang yang memanggilnya.


"Mommy."

__ADS_1


__ADS_2