Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Banyak Yang Terkejut


__ADS_3

Semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arah dua orang pria yang berbeda generasi baru saja tiba.


"Kalian sudah sampai rupanya." Mery berjalan mendekat ke arah pintu masuk menyambut suami dan keponakannya.


Eric langsung memandang ke arah Felix dan Revina. Kemudian pria itu berjalan mendekat kearah anak dan menantunya.


"Tuan Maxim." Revina menunduk hormat kepada Eric.


Revina mengenal Eric sebagai pengusaha sukses di dalam maupun di luar negeri. Ia juga beruntung bisa terlibat langsung dalam proyek kerja sama antara pamannya dengan Eric.


"Sayang, kau mengenalnya ?" tanya Mery kepada Revina.


"Tentu. Tuan Maxim bekerja sama dengan perusahaan paman. Jadi kami pernah bertemu beberapa kali." jawab Revina jujur.


"Jangan panggil Tuan, panggil dia daddy, sayang. Dia daddynya Felix. Suami mommy."


Sontak saja membuat Revina terkejut mendengar perkataan mommy Mery. Itu artinya Felix adalah putra tunggal dari keluarga Maxim. Revina melihat Felix tidak percaya. Bagaimana bisa tuan muda Maxim menjadi gelandangan dan masuk penjara.


"Sayang." panggilan Felix menyadarkan Revina dari pikirannya.


"Ah, mommy. Mommy telah membuat Revina terkejut." Felix memeluk Revina dan menatap ke arah mommy Mery.


"Iya. Maafkan mommy sayang. Kau pasti tidak percaya jika pria tidak berguna ini adalah keturunan Maxim. Tapi itulah kenyataannya." ucap Mery mengusap lembut tangan menantunya untuk menenangkan wanita itu. Sedangkan Eric hanya tersenyum melihat reaksi Revina.


Kemudian Eric dan Mery pergi untuk menyapa keluarganya yang lain.


"Hallo, kakak ipar. Senang bisa bertemu dengan mu lagi." sapa seorang pria muda seumuran Felix yang tadi tiba bersama Eric.

__ADS_1


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya ?" tanya Revina bingung.


Revina mengamati wajah tampan pria didepannya. Mencoba mengingat-ingat kapan ia pernah bertemu dengan pria ini.


"Kau pasti tidak akan percaya jika mengetahuinya." ucap Felix yang melihat Revina sedang kebingungan.


Revina melihat kearah Felix, ingin tahu lebih maksud perkataan suaminya itu.


"Dia Tama, kakaknya Sonia. Kau pernah bertemu dengannya di salon waktu itu." kata Felix mengingatkan. Tapi sepertinya Revina masih belum mengingatnya.


"Dia yang memotong rambut ku." lanjut Felix lagi.


Revina menutup mulutnya tidak percaya. Sekali lagi ia sangat terkejut. Tama alias Tamara, pria gemulai pemilik salon Hair and Beauty. Bagaimana bisa ia terlihat begitu tampan dan maskulin saat ini.


"Aku pria tulen, nona. Sama gagahnya dengan suami mu." ucap Tama kepada Revina yang terlihat seperti meragukannya.


"Hey. Jangan samakan dirimu dengan ku. Aku sudah terbukti pria sejati. Tanyakan saja pada istri ku ini. Sedangkan kau belum tentu." balas Felix sombong seperti biasanya.


Tepat pukul delapan malam acara pertunangan Abraham dan Sonia di mulai. Seluruh tamu undangan kini tengah menikmati sajian yang telah di sediakan. Di antara tamu yang hadir, Sean juga ada di sana. Sean menghampiri Eric untuk menyapa CEO Boison Grup. Siapa tahu Eric mau bekerja sama dengan perusahaan Green World miliknya.


"Selamat malam Tuan Maxim." sapa Sean dengan senyum ramahnya.


"Selamat malam juga Tuan .." Eric menghentikan kalimatnya karena tidak mengetahui nama pemuda yang menyapanya.


"Sean Parker CEO Green World." Sean memperkenalkan dirinya sendiri.


"Oh, ya Tuan Parker." balas Eric.

__ADS_1


"Suatu kehormatan bisa bertemu anda di sini. Perusahaan anda di sini sangat maju dan berkembang pesat." puji Sean.


"Ah, untuk perusahaan Boison di sini sudah aku serahkan sepenuhnya kepada putra ku. Dia yang mengurus semuanya."


"Oh. Begitu." Sean mengangguk.


"Felix." panggil Eric kepada Felix yang kebetulan lewat di sana.


Mendengar panggilan dari daddy-nya, Felix dan Revina datang mendekat.


"Tuan Parker perkenalkan ini Felix putra ku dan istrinya." kata Eric memperkenalkan Felix kepada Sean.


Sean begitu terkejut melihat Felix dan Revina. Jika saja saat inj Revina tidak ada di samping Felix mungkin Sean tidak akan percaya jika putra Tuan Maxim adalah Felix suaminya Revina.


"Senang bertemu dengan Anda." Sean mengulurkan tangannya meskipun enggan. Ia harus membuang sikap arogannya dan bersikap baik demi urusan bisnis.


"Terima kasih." Felix hanya menatap Sean datar tanpa membalas uluran tangan Sean. Membuat pria itu merasa malu di hadapan Eric.


Rupanya Felix mau balas dendam terhadap apa yang ia lakukan dulu. Batin Sean.


"Baiklah. Aku permisi dulu."


Tak ingin terus mempermalukan dirinya sendiri, Sean memilih pergi dari hadapan Eric dan Felix. Felix tersenyum puas telah membalas Sean yang begitu sombong padanya saat ia masih menyembunyikan identitasnya.


Setelah Sean pergi Felix dan Revina melanjutkan untuk menyapa teman-teman Felix yang sudah satu tahun ini tidak bertemu. Saat Felix tengah berbicara dengan temannya, datang seorang wanita cantik yang memakai gaun yang begitu seksi.


"Hai, Felix." sapa wanita itu yang langsung memeluk Felix dan mencium pipinya.

__ADS_1


"Lama tidak bertemu. Kapan kau kembali ?" lanjut wanita itu setelah melepaskan pelukannya.


"Sera !"


__ADS_2