
Revina terbangun dari tidurnya ketika hari sudah beranjak siang. Tubuhnya kembali terasa sakit semua seperti kemarin. Setelah selesai drama pakaian wanita di kamar Felix tadi malam, mereka melanjutkan lagi dengan drama percintaan panas beberapa ronde sebelum keduanya benar-benar terlelap tidur.
"Astaga, aku kesiangan lagi." Revina melihat jam digital di nakas.
Revina melihat ke sekelilingnya. Kamar tampak sepi. Sepertinya Felix tidak ada di dalam kamar. Revina melilitkan selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Revina keluar dari kamar untuk mencari keberadaan suaminya.
"Sayang, kau sudah bangun." sapa Mery yang melihat Revina berjalan menuruni tangga.
"Iya, mommy. Maaf, aku kesiangan. Felix tidak membangunkan ku." Revina merasa tidak enak kepada ibu mertuanya.
"Tidak apa-apa, sayang. Mommy yang melarang Felix untuk membangunkan mu. Mommy tau pasti kau masih lelah." terang Mery.
Setelah melakukan aktivitas panas dengan Revina, Felix turun ke ruang kerjanya untuk memeriksa sesuatu saat Revina sudah terlelap. Felix bertemu dengan mommy Mery yang saat itu mau keluar untuk berolahraga pada pukul lima pagi seperti biasanya.
"Oh, ya mom. Apa mommy tau di mana Felix ?" tanya Revina yang memang sedang mencari pria itu.
"Felix sudah berangkat ke kantor tadi pagi. Mommy akan menemani mu di rumah hari ini."
__ADS_1
"Terima kasih, mom."
*
Sementara itu di sebuah restoran hotel, Felix sedang bersama Abraham. Pria itu sengaja datang untuk menemui paman dari istrinya untuk membicarakan tentang Revina.
"Kau sudah mengatakan padanya ?" tanya Abraham sambil mengaduk espreso di depannya.
"Belum. Aku ingin memberitahu mu terlebih dahulu. Bagaimanapun kau adalah orang tuanya sekarang." jawab Felix yang tidak ingin membelakangi paman Revina.
Abraham tidak langsung memberikan keputusan. Ia menyesap espreso dengan perlahan sambil menimbang-nimbang tentang keputusan yang akan di ambilnya. Ia menatap dalam wajah pria yang ada di depannya itu untuk mencari keseriusan atas permintaannya.
Felix menemui Abraham untuk memberitahukan jika ia ingin mengajak Revina untuk tinggal di kota kelahirannya. London City.
"Aku sangat mencintai Revina dan aku berjanji tidak akan pernah menyakitinya." kata Felix meyakinkan Abraham jika ia benar-benar mencintai istrinya.
"Dan ada satu hal lagi yang ingin aku katakan pada mu." kata Felix lagi sebelum ia mengakhiri pertemuan dengan Abraham.
"Orang tua ku ingin mengadakan acara resepsi pernikahan kami dalam waktu dekat ini. Yang pastinya sebelum acara pernikahan mu dan Sonia diadakan. Untuk tempatnya mommy akan menanyakan langsung kepada Revina." beritahu Felix kepada Abraham.
__ADS_1
"Aku tidak keberatan jika Revina juga menyetujuinya. Yang terpenting bagi ku adalah kebahagiaannya." balas Abraham.
Abraham tidak keberatan apapun yang di lakukan oleh Felix untuk Revina selama itu tidak merugikan dan menyakiti keponakan tercintanya. Karena Abraham selalu menugaskan orang kepercayaannya untuk terus mengawasi Revina.
*
Sore harinya Abraham dan Sonia datang ke rumah Felix atas permintaan Mery. Wanita yang masih terlihat cantik di usia lima puluhan itu sengaja menyuruh Abraham datang untuk membicarakan tentang resepsi pernikahan Felix dan Revina. Siang tadi Mery juga telah membicarakan tentang hal ini kepada Revina dan Revina menyerahkan semuanya kepada ibu mertuanya.
Sebagai keluarga kalangan atas keluarga Maxim begitu menjaga tata krama. Mereka tidak ingin mengkesamping kan pendapat dan keputusan dari pihak Revina. Bagaimanapun juga Revina masih memiliki keluarga.
Pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu sambil menikmati minum teh sore berjalan lancar dan sudah mendapatkan kesepakatan.
"Tuan, Nyonya Maxim sepertinya kami berdua harus pergi sekarang karena jadual keberangkatan pesawat dua jam lagi. Maaf tidak bisa mengikuti makan malam bersama." Abraham berpamitan kepada Eric dan Mery.
"Tidak masalah Tuan Wiliam. Kami mengerti. Semoga perjalanan kalian selamat sampai tujuan." balas Eric.
"Terima kasih." ucap Abraham sambil bersalaman dengan Eric. Sedangkan Sonia memeluk Mery.
"Aku pulang dulu, mom, dad." kata Sonia sebelum masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Tuan Wiliam." panggil Mery sebelum Abraham masuk ke dalam mobil.
"Aku titip Sonia." pesan Mery yang di balas anggukan oleh Abraham.