
Felix melihat ke samping ternyata Revina sudah tertidur pulas. Felix terus melajukan kendaraannya menuju tempat kediamannya. Saat Felix menghentikan mobilnya Revina pun terjaga.
"Kita di mana ?" tanya Revina tiba-tiba.
"Kita sudah sampai." Felix segera turun dari mobil di ikuti oleh Revina.
Revina menatap kagum sebuah rumah yang ada di depannya. Rumah bergaya modern yang terlihat begitu mewah. Revina terkejut ketika tubuhnya terasa melayang.
"Felix, turunkan aku." pekik Revina. Tangannya melingkar erat di leher Felix karena takut terjatuh.
"Menurut saja." ucap Felix sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Seorang pelayan rumah tangga membukakan pintu untuk mereka. Pelayan itu mengangguk hormat melihat kedatangan Felix. Revina melihat lebih dari lima orang pelayan laki-laki dan perempuan berbaris menyambut kedatangan mereka.
"Felix, turunkan aku. Aku malu." bisik Revina. Ia sungguh sangat malu jika Felix menggendongnya di depan para pelayan.
Felix yang tau Revina tengah malu langsung menurunkan tubuh Revina. Tapi ia tetap masih memeluk pinggang ramping Revina.
"Perkenalkan ini istri ku." ucap Felix didepan para pelayan.
"Selamat datang nona muda." sambut pelayan serentak sambil menunduk hormat.
"Terima kasih." balas Revina ramah.
__ADS_1
" Kalian boleh pergi." perintah Felix.
Revina sungguh tidak menyangka kehidupan Felix begitu mewah seperti ini. Tapi bagaimana bisa ia bisa hidup di penjara dan hidup dengan sangat sederhana saat bersamanya dulu.
"Jangan terlalu di pikirkan. Aku bisa hidup bagaimanapun dan di manapun asalkan selalu bersama dengan mu." kata Felix yang seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya.
Felix langsung membawa Revina kedalam pelukannya namun Revina menahan tubuh Felix.
"Kenapa ? tidak ada orang lain lagi di sini. Mereka sudah pergi." ucap Felix yang langsung mencium bibir Revina.
Felix me ***** bibir merah istrinya dengan penuh damba. Felix menahan belakang kepala Revina untuk memperdalam ciumannya.
Ehm...
"Ck ck ck, anak muda memang tidak tahu tempat." sindir mommy Mery yang melihat kemesraan anak menantunya.
Revina menundukkan kepalanya menyembunyikan wajah merona karena malu tertangkap basah oleh ibu mertuanya. Felix sungguh tidak tahu jika mommynya sedang berada di rumah. Ia pikir mommy Mery akan menginap di hotel tempat acara pertunangan Sonia dan Abraham.
"Ah, mommy mengganggu saja." kata Felix kepada ibunya.
"Jika tidak ingin di ganggu bawalah istri mu ke kamar. Ini sudah larut. Revina pasti sudah kelelahan." kata Mery.
"Baiklah mom. Ayo sayang kita ke kamar." Felix menggandeng Revina berjalan menuju tangga.
__ADS_1
"Mommy, kami permisi dulu. Selamat malam." ucap Revina kepada mommy Mery sebelum mereka menaiki anak tangga.
"Iya, sayang. Selamat malam." balas Merry sambil tersenyum melihat menantunya.
"Felix, jangan terlalu memaksa istri mu jika dia sudah lelah." jerit Mery menggoda putranya yang sudah tiba di lantai atas.
Mery begitu bahagia melihat hubungan antara Felix dan Revina. Ia sangat berharap agar Revina dapat segera hamil dan memberikannya cucu.
Sementara itu di dalam kamar, Revina melihat takjub dengan kamar Felix yang sangat besar dan mewah.
"Apa kau tinggal di sini sebelumnya ?" tanya Revina penasaran. Karena Revina sudah mengetahui dari mommy Mery jika sebelum kembali ke Indonesia Felix lama tinggal di sini untuk mengurus perusahaan keluarganya.
"Iya. Rumah ini milik ku. Aku membangun rumah ini empat tahun yang lalu dari hasil kerja keras ku sendiri." terang Felix membanggakan dirinya.
Saat Felix berusia dua puluh tahun, ia sudah ikut membantu Eric di perusahaan yang sekarang di pimpinannya meskipun saat itu Felix masih kuliah. Felix mulai menabung dari gaji yang di dapatnya. Tiga tahun kemudian setelah Felix selesai kuliah, Eric menyerahkan perusahaan sepenuhnya kepada Felix. Seluruh gaji yang ia dapatkan sebagai CEO ia gunakan untuk membangun rumah mewah ini.
"Jadi kau tinggal di sini sendirian ?" tanya Revina lagi. Karena setahu Revina, Eric dan istrinya sudah lama tinggal di Indonesia mengurus perusahaan di tanah airnya.
"Iya. Aku lebih suka tinggal di rumah dari di apartemen. Lebih nyaman." jawab Felix.
"Sekarang bersihkan dirimu. Pakaian mu ada di sana. Setelah itu kita tidur." kata Felix menunjukan pintu ke ruang ganti sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.
Revina kemudian berjalan ke arah yang di maksud oleh Felix. Ia kembali di buat terkejut ketika melihat ruang tersebut sudah seperti sebuah toko pakaian. Tapi yang membuat Revina lebih terkejut yaitu ia mendapati banyak sekali pakaian wanita yang juga ada di sana lengkap dengan set dalaman serta lingerie. Hati Revina kembali terbakar amarah dan cemburu.
__ADS_1
"FELIX !"