Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Bulan Madu


__ADS_3

Flashback on


Tiga tahun yang lalu, demi menghindari pria yang di jodohkan oleh papanya, Sonia nekat mencium seorang pria yang tidak ia kenal di depan pria pilihan papanya. Tidak hanya mencium, tapi Sonia juga mengakui pria itu sebagai kekasihnya. Alhasil pria yang di jodohkan oleh papanya pergi karena ulah Sonia. Tapi, sayangnya bagi Sonia ini merupakan awal masalah untuknya.


Ternyata pria yang di jadikan korban oleh Sonia untuk menggagalkan rencana perjodohan papanya bukanlah orang sembarangan. Seorang pebisnis yang cukup terpandang dan yang terkenal dingin kepada semua wanita. Sejak saat itu Sonia selalu berusaha untuk menghindari atau bertemu dengan pria itu yang tidak lain adalah Abraham.


Flashback off


Sonia menghembus napasnya kasar mengingat masa lalunya. Jika bukan karena Felix mungkin saat ini ia tidak akan pernah berhubungan lagi dengan pria yang ia juluki beruang kutub tua plus mesum itu.


"Ini semua gara-gara kau, Felix !" Sonia meninju boneka di depannya sambil membayangkan jika boneka itu adalah Felix.


Sedangkan Felix yang di sebut-sebut saat ini tengah bersiap-siap untuk mengajak Revina pergi berbulan madu.


"Felix, kita mau ke mana ?" tanya Revina ketika mereka baru saja tiba di bandara.


"Kita akan pergi berbulan madu." jawab Felix santai.


"Aku tau. Tapi ke mana ?" tanya Revina penasaran.

__ADS_1


"Sebentar lagi kau akan tahu."


Felix melihat jam di tangannya, setengah jam lagi jadwal keberangkatannya. Mereka langsung menuju ke pintu keberangkatan.


"Ya ampun, Felix. Kita akan ke Korea ?"


Revina heboh sendiri saat melihat tiket pesawat di tangan suaminya.


"Kau suka ?" tanya Felix melihat kebahagiaan di wajah Revina.


"Suka sekali. Terima kasih, sayang." Revina langsung mencium pipi Felix karena merasa begitu bahagia.


Meskipun Revina tidak pernah mengatakan jika ingin datang ke Korea. Tapi, Felix cukup peka saat tinggal bersama wanita itu. Felix selau melihat Revina menonton drama Korea dan juga memiliki aksesoris ala ala Korea.


Setelah melakukan penerbangan selama dua belas jam, akhirnya Felix dan Revina tiba di Bandar Udara Internasional Incheon Seoul. Felix langsung membawa Revina menuju hotel yang sudah ia pesan sebelumnya. Rosana Boutique Hotel merupakan hotel terbaik bintang lima yang ada di Seoul. Hotel yang terletak di sekitar Danau Seokchon menyajikan pemandangan alam dan bunga sakura yang indah.


Senyum Revina tak putus mengembang di wajah cantiknya. Begitu juga dengan Felix yang merasa senang karena bisa membahagiakan wanita yang ia cintai.


"Terima kasih." ucap Revina untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


Revina berjinjit mengalungkan kedua tangannya di leher Felix dan langsung memberikan ciuman di bibir suaminya itu. Dengan senang hati Felix membalasnya karena ini kali pertama Revina berinisiatif menciumnya terlebih dahulu.


"Kau mencoba untuk menggoda ku, hem ?" tanya Felix setelah melepaskan ciumannya. Kedua tangan Felix masih memeluk erat tubuh Revina.


"Tidak. Itu hanya sebagai ucapan terima kasih ku untuk mu karena telah mengajak ku ke sini." balas Revina.


"Jika kau ingin berterima kasih maka berterima kasihlah yang benar." kata Felix.


Revina mengerenyitkan keningnya karena tidak mengerti maksud perkataan suaminya.


"Apa ?"


"Sebuah ciuman saja tidak cukup untuk membayar perjalanan ke Korea." Felix tersenyum penuh arti menatap istrinya.


Revina mulai merasa suasana lain melihat senyuman nakal Felix. Belum sempat Revina membuka suara, tiba-tiba saja Felix sudah mengangkat tubuhnya dan membawanya ke tempat tidur. Membaringkan Revina dan mengukug tubuh wanita itu.


"K kau mau a apa ?" tanya Revina gelagapan.


"Tentu saja mau meminta bayaran dengan tubuh mu." kata Felix langsung men cumbu tubuh istrinya.

__ADS_1


Akhirnya Felix dan Revina menghabiskan waktu seharian di kamar memadu kasih.


__ADS_2