Menikahi Pria Tidak Berguna

Menikahi Pria Tidak Berguna
Kejutan Untuk Felix


__ADS_3

Tak terasa satu bulan telah berlalu. Saat ini Abraham dan Revina sudah ada di bandara untuk berangkat ke London. Revina sengaja tidak memberi tahu kepada Felix perihal kedatangannya ke London. Ini akan menjadi kejutan besar untuk suaminya. Revina tersenyum mengingat hal itu.


"Tuan Abraham." sapa seseorang yang mengalihkan perhatian Abraham dan Revina.


"Saya ingin menjadi orang yang pertama mengucapkan selamat untuk anda atas pertunangan anda dan nona Cullen." Sean mengulurkan tangan memberi selamat.


Kemudian Sean beralih menatap Revina.


"Hai, Revina. Lama tidak bertemu. Apa kau akan pergi bersama Tuan Abraham ?" tanya Sean sekadar basa basi dengan bekas adik iparnya.


Belum sempat Revina menjawab pertanyaan Sean, pria itu kembali berucap.

__ADS_1


"Tuan Abraham saya hanya ingin mengingatkan anda agar berhati-hati. Tidak semua orang yang terlihat baik itu benar-benar baik. Mungkin saja mereka ada tujuan tersembunyi." Sean berkata kepada Abraham tapi matanya justru melihat kearah Revina.


"Terima kasih, anda sudah mengingatkan. Tapi saya harap anda tidak perlu mencampuri urusan yang tidak anda ketahui." balas Abraham yang mengerti maksud perkataan Sean yang menyindir Revina.


Mungkin Sean tidak mengetahui Abraham merupakan paman Revina sehingga Sean menganggap Revina memiliki hubungan khusus dengan Abraham. Sedangkan yang ia tahu jika Revina sudah menikah dengan Felix. Seorang pria tidak berguna. Menurut Sean Revina sama seperti Jasse yang mengincar pria kaya.


Sementara itu jauh di belahan bumi lain, Felix tampak sedang merasa kesal. Karena sejak beberapa minggu yang lalu ia sudah membujuk Revina agar mau ikut Abraham ke London. Tapi Revina tidak mau dengan memberikan berbagai macam alasan.


"Dasar wanita keras kepala." Felix menatap rindu pada foto wanita yang sudah hampir satu tahun menjadi istrinya.


Dering ponsel panggilan masuk membuyarkan lamunan Felix tenang Revina. Felix segera mengangkatnya. Seketika Felix membeku. Rahangnya mengeras saat mendengarkan perkataan si penelpon.

__ADS_1


*


Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih tujuh belas jam dengan satu kali transit, saat ini Abraham dan Revina sudah tiba di tempat tujuannya. Ini pertama kalinya Revina menjejakkan kaki di kota London. Perasaan wanita itu semakin berdebar karena besok malam akan membuat kejutan untuk suaminya di saat acara pertunangan Abraham dan Sonia. Revina yakin Felix pasti akan datang ke acara tersebut. Mengingat Sonia adalah temannya.


Waktu sekarang masih pukul satu dini hari saat Abraham dan Revina memasuki hotel yang sudah di pesan sebelumnya. Seorang pelayan pria mengantarkan Abraham dan Revina menuju ke kamarnya masing-masing sesaat setelah mereka melakukan check in.Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang terus melihat mereka sejak mereka masuk ke dalam hotel bintang lima tersebut.


Setelah melihat tubuh Abraham dan Revina menghilang di dalam lift. Pria yang tadi mengawasi keduanya yang tidak lain adalah Sean kini berjalan menuju ke resepsionis. Rupanya Sean juga memesan tempat menginap yang sama dengan Abraham dan Revina. Setelah beberapa saat berbicara kepada resepsionis, Sean mengikuti seorang pelayan pria yang akan mengantarkannya.


Sementara itu di dalam kamar, Revina baru saja membersihkan tubuhnya. Perjalanan jauh membuat tubuh Revina merasa lelah. Wanita itu mengambil ponselnya dan melihat apakah ada pesan masuk yang dikirim oleh suaminya. Tapi nihil. Sejak terakhir kali Felix menelponnya saat ia masih di bandara Soekarno Hatta. Revina menghela napasnya kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Karena mungkin terlalu lelah, dalam sekejap Revina sudah jatuh ke dalam tidur yang nyenyak.


Entah sudah berapa lama Revina tertidur, ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya dengan langkah yang sangat perlahan. Terlihat siluet tubuh seorang pria berjalan di bawah cahaya kamar yang temaram mendekati Revina yang sedang tertidur. Pria itu berdiri di ujung tempat tidur melihat tubuh Revina samar sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2