Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 20


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Ryn sudah bersiap untuk pergi, sedangkan Rasya baru membuka matanya.


"Mau kemana pagi buta begini?" Tanya Rasya


"Ah.. emm aku mau ke rumah sakit pak, aku mau menjenguk Nenek, sudah itu pergi bekerja" ucap Ryn menundukkan kembali kepalanya.


"Kali ini Kau boleh pergi, lain kali tunggu saya bangun dan pergi baru kau pergi, mengerti?" ucap Rasya


"Baik pak Terimakasih" ucap Ryn beranjak pergi


"Tunggu dulu" ucap Rasya, seketika Ryn langsung menghentikan langkahnya.


"Iya pak ada apa?" tanya Ryn


"Lain kali kau yang siapkan aku baju untuk bekerja, Bagaimanapun kau istriku, aku tidak mau mbok sum yang selalu menyiapkannya" ucap Rasya.


"Baik pak" ucap Ryn


"Dan satu lagi, Jika kau butuh uang telpon Galang, atau minta supir untuk menjemputmu, aku tidak mau kau seperti kemarin" ucap Rasya.


"Baik pak" ucap Ryn


"Yasudah kau boleh pergi" ucap Rasya


Ryn melangkahkan kakinya untuk keluar kamar.


"Apa dia manusia robot, kenapa kaku sekali" batin Rasya.

__ADS_1


Rasya turun dari kasurnya untuk bersiap pergi ke kantornya.


Dirumah sakit.


"Assalamualaikum" ucap Ryn mengetuk pintu ruangan nenek ya.


"Waalaikummusalam" ucap Rania membuka pintu


"Kakak" ucap Rania terkejut


"Dek, kamu nginap disini?" ucap Ryn


"Iya Kak, kakak pagi sekali kesini?" ucap Rania


"Iya dek, sebelum bekerja kakak kesini dulu" ucap Ryn.


Mereka pun berjalan bersama, Ryn duduk di kursi sebelah ranjang nenek sedangkan Rania berada di pinggir Ryn.


"Nek, Ryn datang, maafkan Ryn, Ryn baru sempat jenguk nenek lagi, nenek harus sembuh ya.. Ryn rindu nenek, Ryn dan Rania masih membutuhkan nenek" ucap Ryn menangis sambil memegang tangan neneknya.


"Nenek pasti sembuh kak, Kakak sudah berjuang untuk biaya pengobatan nenek, sekarang nenek sangat nyaman tinggal diruangan ini, pasti akan membantu nenek pulih dengan cepat, walaupun kami merindukan kakak tapi Rania sangat berterimakasih pada kakak, kakak sudah mau berjuang untuk kami" ucap Rania. meneteskan air matanya.


"Rania maafkan kakak, kakak tidak bisa menjagamu, tapi tunggu Kakak ya dek, semoga kita bisa berkumpul kembali" ucap Ryn mengusapi punggung adiknya.


"Tidak kak, harusnya Rania yang minta maaf tidak bisa membantu kakak" ucap Rania


"Ini sudah kewajiban kakak dek, yang penting kamu harus kuliah, belajar yang rajin agar dapat membanggakan kakak dan nenek" ucap Ryn.

__ADS_1


"Aku pasti akan belajar dengan giat, agar bisa membanggakan dan membahagiakan kakak dan nenek" ucap Rania


"Adik yang baik, sudah jangan menangis lagi" ucap Ryn memeluk adiknya


"Dek, tapi kakak tidak bisa lama-lama kakak harus berangkat kerja" ucap Ryn


"Apa kakak masih bekerja di cafe juga?" tanya Rania.


"Iya dek, pekerjaan yang mengharuskan kakak menginap hanya sementara saja, Oh iya ini kakak ada sedikit uang hasil tabungan kakak, buat kamu dan nenek sehari-hari" ucap Ryn memberikan amplop coklat dari tasnya


"Tidak usah kak, Bos kakak sudah mentransfer pada Rania dengan jumlah yang besar, itu sangat cukup untuk kami" ucap Rania


"Apa Bos kakak?" ucap Ryn terkejut


"Iya, apa kakak tidak tau? namanya Galang, katanya dia akan mentransfer uang tiap bulan nya" ucap Rania.


"Ah..emm.. Kakak tidak tau, kakak kira mereka hanya membiayai uang kuliah dan rumah sakit nenek saja" ucap Ryn


"Sebenarnya kakak kerja apa?" ucap Rania.


"Maaf dek, kakak belum bisa beritahu kamu serkarang" ucap Ryn menunduk


"Baik kak , tak apa yang penting kakak , harus bisa menjaga diri dan kesehatan kakak juga, jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja" ucap Rania tersenyum, Rania mengerti bahwa kakak nya belum mau bicara jujur padanya dan dia tidak mau membuat kakak nya bersedih dengan terus bertanya.


"Terimakasih kamu sudah mengerti Kakak" ucap Ryn


"Terimakasih sudah berjuang kak" ucap Rania.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2