Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 66


__ADS_3

Ryn sedang berada di ruang tamu, dia sedang menonton Acara favorit nya. Tiba-tiba terdengar suara bell dari pintu.


Ting....tong... (Suara bell, yang di tekan berkali-kali).


"Ada tamu, Siti sepertinya sedang repot di belakang, biar ku lihat saja" Gumam Ryn


Ryn beranjak dari duduk nya dia mendekat ke arah pintu.


"Iya tunggu sebentar" ucap Ryn pada Tamu yang terus menekan bell .


Ceklek (Pintu terbuka)


"Ada yang bisa saya ban...." ucapannya tertahan ketika melihat siapa tamu yang datang.


Dengan sekuat tenaga Ryn menutup pintunya kembali.


"Tunggu Ryn.." Menahan pintu agar tetap terbuka.


"Maaf saya sibuk..." ucap Ryn terus mendorong pintu rumah nya agar tertutup. Tapi percuma saja karena tenaga Ryn kalah jauh.


"Ryn aku mau bicara sama kamu tolong Izinkan aku" ucap Dirga.. Iya tamu yang datang berkunjung adalah Dirga.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi" ucap Ryn.


"Aku butuh penjelasan dari kamu Ryn, aku butuh kepastian" ucap Dirga.


"Penjelasan apa? Kepastian apa? Diantara kita sudah tidak ada apa-apa sejak dulu, lalu apa hak kamu menanyakan itu pada saya? " ucap Ryn.


"Aku mencintaimu Ryn, hanya kamu yang ada dalam hati aku, kenapa kamu malah meninggalkan aku dan menikah dengan laki-laki lain? Apa aku kurang tampan ? Atau Aku kurang Kaya??" ucap Dirga.


"Cukup!! Saya tidak pernah membandingkan orang dari kekayaan, atau ketampanan nya, Dirga jauh dari hari ini, kamu yang meninggalkan saya, kamu yang menyerah dengan hubungan kita dulu, lalu kenapa kamu yang selalu mencari-cari kesalahan saya?" ucap Ryn dengan nada mulai naik.


"Tapi saat itu aku sedang berjuang untuk hubungan kita, aku sedang memperjuangkan kamu Ryn" ucap Dirga.


"Bukan itu bukan memperjuangkan saya, tapi kamu memperjuangkan status mu, kamu sedang memperjuangkan hak mu, Aku bahkan tidak ada apa-apa nya saat kamu di beri pilihan aku atau hartamu" ucap Ryn.

__ADS_1


"Tapi itu karena aku ingin kamu bahagia, aku ingin saat kita menikah hidup mu terjamin Ryn" ucap Dirga.


"Kamu salah, Ternyata hubungan kita saat itu tidak menjamin kita saling mengenal, saya lebih suka berjuang sama-sama dengan cara yang sama, dan sekarang kamu pun sudah mempunyai tunangan, Jadi untuk apa lagi?" tanya Ryn.


"Aku hanya ingin kamu, aku cuma mau kamu Ryn" mendekat ke arah Ryn.


"Stop disitu, jangan dekat-dekat, aku sudah mempunyai suami, tolong hargai itu!!" ucap Ryn dengan nada tinggi.


"Aku tidak peduli" memegang kedua pundak Ryn dengan keras.


"Aw... Lepasin Dirga, jangan seperti ini, atau aku akan teriak" ucap Ryn


"Silahkan saja teriak, semua penjaga di rumah ini sudah tau aku sepupuh nya Rasya, dan kalau pun kamu teriak saya akan bilang kamu yang goda saya.." ucap Dirga terus menyudutkan Ryn pada tembok


...----------------...


Saat di perjalanan Rasya langsung tersadar ternyata Berkas penting nya tertinggal di ruang kerjanya, karena perjalanan belum terlalu jauh, Rasya pun memutuskan untuk kembali kerumahnya. Sampai di halaman depan rumah nya, penjaga langsung membukakan gerbang.


"Ada tamu?" tanya Rasya pada penjaga


"Teriakan siapa itu... Ryn..." ucap Rasya dengan cepat Langsung membuka pintu mobilnya.


...----------------...


"Kamu siapa, jangan dekati ibu" ucap Siti mencoba menjauhkan tubuh Dirga


"Diam..." mendorong Siti sampai terpentok ke tembok.


"Siti... Tolong... Tolong...!!!!" teriak Ryn .


"Jangan teriak sayang" membekap mulut Ryn. Terlihat air mata keluar dari sudut mata Ryn.


"Mmmpphh..." gumam Ryn karena mulutnya di tutup .


"Iya sayang... Aku disini, aku juga merindukanmu" ucap Dirga semakin mendekatkan wajahnya pada Ryn.

__ADS_1


"Brengs*kk...!!!!!!" Rasya langsung mendorong Dirga dengan kencang. dan di bantu dua penjaga untuk menahan tubuh Dirga.


"Mas..." Teriak Ryn berlari ke arah Rasya dan memeluk Rasya.


"Aku disini, kamu tidak apa-apa kan" membalas pelukan Ryn dan mengusap punggung Ryn berusaha menangkan Ryn.


Ryn hanya bisa menganggukkan kepalanya, namun terlihat badannya masih bergetar karena ketakutan.


"Lo mau apa kesini? Ngapain Lo kesini hah!!!" Teriak Rasya pada Dirga.


"Bukan urusan Lo, gue temuin cewek gue, lebih baik Lo lepaskan Ryn kami saling mencintai" ucap Dirga


Rasya melepaskan tangan Ryn, lalu menghampiri Dirga..


"Ngomong apa lu???? " menarik kaos yang Dirga pakai


Sedangkan Ryn sedang menopang kepala Siti


"Siti bangun.. Siti.. maafkan saya.." ucap Ryn meneteskan air matanya, karena melihat Siti yang pingsan dengan sedikit darah yang ada pada dahinya.


"Lo lepasin Ryn, karena gue tau, Lo tidak benar-benar mencintai Ryn, Lo hanya memanfaatkan dia aja kan?" ucap Dirga.


Buggghhhh (suara pukulan dari Rasya pada pipi Dirga)


"Jangan Asal ngomong... Lo bukan siapa-siapa Ryn, gue yang suaminya sekarang, jadi apa hak Lo bicara seperti itu?" ucap Rasya.


"Mas sudah, bagaimana dengan Siti lebih baik kita bawa dia ke rumah sakit sekarang" ucap Ryn menahan tangan Rasya yang sudah bersiap untuk memberi pukulan selanjutnya pada Dirga.


"Tapi dia harus di beri pelajaran" ucap Rasya


"Mas Siti lebih penting" ucap Ryn dengan air mata yang membanjiri pipinya. Rasya melirik ke arah Ryn dia tidak tega melihat Ryn menangis seperti itu.


"Urusan kita belum selesai, kalian urus dia" ucap Rasya


Dengan sigap salah satu penjaga langsung membopong Tubuh Siti dan mengangkatnya ke mobil. untuk di bawa ke rumah sakit, oleh Ryn dan Rasya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2