Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 43


__ADS_3

Tengah malam, Rasya baru pulang dia membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa.


"Dari mana kamu, jam segini baru pulang?" Tanya Mami, ternyata Mami masih menunggui Rasya di ruang tamu.


"Mami, Mami belum tidur? ini kan sudah malam?" ucap Rasya gugup


"Itu kamu tau ini sudah malam, lalu kamu pergi kemana?" ucap Mami.


"Emm.. Itu.. Ehm teman Rasya ada yang ulang tahun jadi Rasya mampir sebentar Mi" ucap Rasya mencari alasan.


"Teman yang mana? setau Mami kamu tidak terlalu punya banyak teman disini?" ucap Mami


"Ada Mi, teman lama, Mami kenapa jadi posesif gini sih" ucap Rasya mendekati Mami nya sambil merangkul Mami


"Sekarang kamu sudah punya istri, dan sebentar lagi akan punya anak, jadi kamu harus rubah kebiasaanmu yang sering keluyuran, ada istri yang menunggu mu dirumah" ucap Mami.


"Iya Mami Rasya tau kok, yasudah Mami tidur ya.. Rasya juga mau Lihat Ryn" ucap Rasya


"Iya.." ucap Mami singkat.


"Selamat tidur Mami Cup " mencium kening Mami nya dan berjalan menaiki tangga.


"Sebenarnya Mami tau kamu sedang berbohong, Mami bisa saja cari tau, tapi Mami akan diam sampai kamu yang mengungkapkan sendiri kejujurannya, Mami hanya ingin tahu sampai kapan kamu membohongi Mami." Gumam Mami sambil memerhatikan Rasya dari belakang.


**


Rasya membuka pintu kamar nya Terlihat Ryn sedang tertidur di atas kasur lipat, yang biasa dia gunakan. Rasya memerhatikan Ryn dan matanya jatuh pada perut Ryn, Rasya pun menutupi tubuh Ryn yang tidak tertutup oleh selimut.


"Maafkan aku, Maafkan perlakuan kasarku dan maafkan kata-kata kasarku, semua ku lakukan agar kamu tidak terlalu berharap, aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu, maafkan aku, tapi aku akan bertanggung jawab sepenuhnya pada kalian." Gumam Rasya, sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Ryn.


"Lebih baik kita pindah kerumah ku, setidaknya kamu bisa tidur lebih nyaman disana, tidak seperti ini" Sambung nya lagi.

__ADS_1


Setelah membersihkan tubuh nya, Rasya mengambil handphone nya dan membalas Chat dari Shella sambil tersenyum bahagia.


...----------------...


Disisi lain Rania sedang menatap Foto dirinya dengan Ryn kakaknya.


"Kakak aku kangen banget sama kakak, kapan kita bisa berkumpul lagi ka, Rania tidak perlu hal mewah, tidak apa Rania tidak punya uang yang penting Rania bisa kumpul sama kakak, Rania kesepian kak, Aya dan Ibu sudah tidak ada, Nenek sakit dan kakak pun ikut pergi" ucap Rania meneteskan airmatanya.


"Rania ingin ikut saja sama kakak, Rania ingin bantu kakak saja, untuk apa semua terpenuhi tapi Rania sendirian, Rania kangen kak" ucap Rania memeluk bingkai Foto kakaknya. dengan Isak tangis.


...----------------...


Ke Esokan harinya Ryn sudah bangun lebih awal, Rencanya hari ini dia akan meminta izin pada Dirga untuk Cuti sementara.


"Mau kemana kamu?" tanya Rasya


"Saya mau pergi ke tempat kerja pak" ucap Ryn


"Tidak boleh, kamu sedang hamil, lebih baik kamu berhenti saja bekerja" ucap Rasya


"Biar saya suruh Galang yang menggantikan kamu meminta Izin" ucap Rasya.


"Jangan pak, nanti orang-orang bisa curiga, saya tidak mau menyusahkan bapak dan pak Galang" ucap Ryn.


"Bilang saja, kalau kau memang ingin bertemu dengan mantanmu kan?" ucap Rasya


"Tidak seperti itu pak" ucap Ryn


"Terserah lakukan yang kau mau, tapi jika terjadi sesuatu dengan anakku, kau akan menerima akibat nya, Mami sangat menyayangi mu dan calon cucunya, jaga kepercayaan Mami" ucap Rasya beranjak meninggalkan Ryn.


**

__ADS_1


"Jadi Bukan kamu yang menyangi anak ini , itu semua hanya karena Mami? Sudah aku duga, bagaimana mungkin pak Rasya mau menerima anak yang dilahirkan dari Ibu yang hanya pelayan Restoran" Batin Ryn berkata sambil matanya mulai berkaca-kaca.


...----------------...


Perdebatan panjang Dengan Mami, akhirnya Ryn di bolekan untuk pergi ke Caffe dengan berbekal banyak aturan.


"Ryn... Lo udah sehat, ngapain kesini lagi?" ucap Mita langsng menghampiri Ryn


"Mita... Iya Aku sudah sehat, aku kesini ingin meminta cuti pada pa Dirga apa dia ada?" tanya Ryn


"Pak Dirga seperti nya tidak akan masuk hari ini, karena dia bilang ada urusan penting" ucap Mita


"Yah.. Aku salah waktu dong" ucap Ryn


"Hei kalian berdua, ngapain disitu cepat bekerja" ucap Tante Ratih ibu dari Dirga.


"Baik Bu" ucap Ryn


"Ryn tapi kamu kan mau Izin, sudah kau pulang lagi saja" ucap Mita.


"Tidak ada Izin, sementara Dirga tidak ada saya yang gantikan Dirga, dan hari ini akan ada tamu spesial akan datang untuk sarapan, jadi kalian harus cepat siap-siap, jangan sampai ada yang salah" ucap Tante Ratih


"Iya Bu" ucap Ryn


"Kamu jangan mentang-mentang pernah dekat dengan anak saya, jadi semena-mena, kamu disini sama , hanya seorang pelayan, jadi" ucap Tante Ratih.


"Saya tau posisi saya Bu, Ibu tidak perlu khawatir kan itu" ucap Ryn.


"Memang seharus nya seperti itu, Pelayan tetap saja pelayan, jangan berharap akan menjadi nyonya besar, kamu tidak pantas mendapatkan Gelarnya" ucap Tante Ratih


"Dan saya pun tidak menginginkan Gelar itu Tante, kalau saya mau saya bisa saja lakukan apapun caranya menjadi nyonya, tapi saya sadar akan diri saya, tidak apa jadi pelayan, asalkan harga diri nya terjaga dan tidak apa-apa menjadi pelayan asal memiliki kepribadian yang baik" ucap Ryn.

__ADS_1


"Kamu... Sudah cepat kerja lagi semua nya atau kalian saya pecat!!" teriak Tante Ratih dengan nada tinggi.


Bersambung.


__ADS_2