Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 34


__ADS_3

Malam hari di dalam kamar, Ryn sudah menyiapkan kasur nya seperti biasa.


"Ryn??" panggil Rasya.


"Ah...Iya pak, ada apa?" tanya Ryn


"Apa kamu merasa keberatan dengan Drama ini?" tanya Rasya.


"Memang nya kenapa pak?" ucap Ryn.


Rasya mendekat ke arah Ryn yang sedang berdiri di dekat sofa, sampai hanya menyisakan jarak satu jengkal saja.


"Apa ada sesuatu yang tidak suka, sikap ku atau apapun itu aku minta maaf, tapi tolong Katakan saja??" ucap Rasya.


"Saya tidak ada, semuanya baik-baik saja" ucap Ryn tersenyum.


"Kalau begitu (meraih tangan Ryn dan menggenggamnya) Tolong jaga hati mu" ucap Rasya menatap Ryn.


"Jaga hatiku, untuk apa ?" tanya Ryn memberanikan diri membalas tatapan Rasya


"Untuk Tidak akan pernah mencintaiku, karena sampai kapanpun ini hanya sebuah Drama, hatiku sudah kuserahkan pada Shella kekasih ku" ucap Rasya.


Duaarrrrr.... Seperti ada petir menyambar tubuh nya, hati nya hancur seketika mendengar ucapan dari Rasya, Ryn melepaskan pegangan tangannya Rasya.


"Kenapa? apa aku salah bicara?" tanya Rasya


"Ah.. Tidak pak, Bapak tenang saja, saya pastikan, kalau saya akan menjaga hati, saya akan berhati-hati dalam urusan hati, karena ini hanya sebuah DRAMA" ucap Ryn dengan senyuman getir karena menahan air matanya.


"Ah.. Baguslah kalau gitu, aku jadi tenang, kamu tidurlah" ucap Rasya. membalikkan tubuhnya untuk berjalan ke tempat tidurnya kembali.


"Tunggu pak, saya juga mau bicara" ucap Ryn

__ADS_1


"Bicara saja ada apa ?" tanya Rasya menghadap Ryn.


"Besok saya ingin kembali bekerja" ucap Ryn.


"Kenapa? apa kamu Rindu dengan mantanmu? kamu disin saja, dirumah itu akan lebih baik untukmu" ucap Rasya.


"Itu urusan pribadi saya pak, Maaf tapi tolong untuk tidak mencampuri nya, Jangan terlalu baik sama saya, saya takut tidak bisa menepati kata-kata saya, untuk menjaga hati" ucap Ryn.


"Kalau begitu, Terserah kamu saja, lakukan hal yang kau mau, tapi ingat aku tidak ingin mendengar, Hal yang aku miliki di sentuh orang lain" ucap Rasya tegas. Dan kembali berjalan ke arah Ranjangnya untuk merebahkan tubuhnya.


"Aish.. Sebenarnya ada apa ini, kenapa aku tidak Rela dia bekerja di tempat mantannya" Batin Rasya.


Ryn menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kenapa hati ini sakit sekali Rasaya, dari awal ini memang Drama Ryn, kau berharap apa? lebih baik seperti ini, Kau jadi tahu batasanmu sendiri." Batin Ryn sambil meneteskan air matanya.


...----------------...


Tok..tok..tok.. (Terdengar suara pintu di ketuk).


"Sebentar.." ucap Rania berjalan membukakan pintu.


Ceklek (pintu terbuka).


"Rania.." ucap seorang laki-laki di depan pintu.


"Kak Dirga.. Kakak mau apa kesini?" tanya Rania.


"Apa kakak boleh masuk?" tanya Dirga


"Silahkan" ucap Rania memberikan jalan pada Dirga.

__ADS_1


Dirga menaruh parcel buah-buahan di meja dekat nenek Irma berbaring.


"Bagimana keadaan nenek, Ran?" tanya Dirga.


"Seperti yang kakak lihat, nenek masih belum mau membuka matanya" ucap Rania


"Sabar ya.. aku doakan yang terbaik" ucap Dirga.


"Terimakasih" ucap Rania


"Sebenarnya aku kesini ingin menanyakan kabar dari Ryn, sudah 3 hari dia tidak masuk, apa dia sakit juga?" tanya Dirga.


"Kak Ryn sedang berada di suatu tempat" ucap Rania.


"Dimana? apa aku bisa menemuinya?" tanya Dirga antusias.


"Aku tidak bisa mengatakannya, jika kakak ingin bertanya, tanyakan saja pada kak Ryn" ucap Rania.


"Tapi dia selalu menghindariku, bahkan menjawab telpon ku saja sudah tidak mau" ucap Dirga.


"Kalau gitu berikan kak Ryn waktu, berikan kak Ryn kesempatan, dia hanya ingin menjaga hati dan dirinya sendiri, karena kalau tidak dia tidak akan bisa move on dari kakak" ucap Rania.


"Tapi aku tulus sama Ryn, Rania" ucap Dirga.


"Tapi orang-orang di sekitar Kakak tidak tulus pada kak Ryn bahkan seringkali menjadikan kak Ryn musuh, tolong Kak jika Kakak mencintai kakakku, jangan persulit lagi dia, Kakak ku sudah cukup mengorbankan dirinya untuk menghidupi aku Dan nenek, tolong jangan korbankan hatinya lagi" ucap Rania.


"Tapi Rania, aku sangat mengkhawatirkannya" ucap Dirga.


"Jika begitu, Kakak pantau saja dari jauh, karena satauku orang-orang di dekat kakak lah yang selalu menyakiti kakak ku" ucap Rania menatap Dirga tajam.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2