Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 53


__ADS_3

Malam hari di dalam kamar, Lia menghampiri Shella yang terlihat sedang membereskan barang-barang nya.


"Kamu mau kemana?" ucap Lia, Lia adalah teman Shella selama Karantina. Lia juga model yang berasal dari negara yang sama dengan Shella.


"Mau pulang" ucap Shella memasukkan baju-baju nya kedalam Koper.


"Pulang, Pulang kemana? Acara puncak tinggal beberapa Minggu lagi Shella, Team tidak akan mengizinkan kamu" ucap Lia mencoba menahan Shella.


"Tidak bisa, ini masalah percintaan aku, hidup dan mati aku, aku harus pulang" ucap Shella.


"Tapi bagaimana jika kamu, di keluarkan karena ini" tanya Lia.


"Aku akan kembali secepatnya, Kalau gitu aku pergi" ucap Shella membawa Koper dan tas ransel.


"Sekarang?" tanya Lia.


"Iya aku sudah memesan tiket nya, Aku pulang dulu" ucap Shella.


"Baiklah kamu hati-hati dijalan, kabari aku jika sudah sampai" ucap Lia.


...----------------...


Seperti biasanya, Ryn dan Rasya makan malam bersama namun dengan suasana hening.


"Besok kita pergi kerumah Mami" ucap Rasya membuka perbincangan.


"Kerumah Mami?" mengulang kata-kata Rasya.


"Iya Mami bilang sangat merindukan mu" ucap Rasya.


"Iya pak" ucap Ryn.


"Ryn maafkan aku" ucap Rasya.


"Ah... Bapak bicara apa?" tanya Ryn


"Maafkan aku atas segala sikap ku, tidak seharusnya aku memperlakukan mu dengan tidak baik seperti ini" ucap Rasya.


"Tidak apa-apa pak" ucap Ryn menundukkan kepalanya.


"Panggil aku Rasya saja" ucap Rasya.


"Itu tidak sopan pak" ucap Ryn


"Sebutan kakak, Mas atau apalah, jangan Pak, usia kita juga tidak terlalu jauh" ucap Rasya dengan santai masih melanjutkan makanannya. Beda dengan Ryn yang langsung kenyang mendengar perkataan dari mulut Rasya.

__ADS_1


"Lanjutkan makan nya" ucap Rasya.


"Baik pak, ehm Mas" ucap Ryn malu-malu.


"Kau harus makan banyak, Bagaimanapun kau Ibu dari calon Anakku jadi aku harus bersikap baik padamu" ucap Rasya.


"Saya mengerti" ucap Ryn.


...----------------...


"Ada apa langsung saja" ucap Rania pada seseorang di dalam telpon.


"Aku hanya ingin menanyakan bagaimana kabar Ryn?" Ternyata orang yang menelpon Rania adalah Dirga.


"Kakak sampai kapan sih mau mengganggu kehidupan kakak saya? Sudah cukup kak, kakak saya sudah bahagia dengan pilihannya, jadi tolong kakak, jangan ganggu kakak saya lagi, sangat tidak pantas kak" ucap Rania emosi.


"Aku hanya ingin menanyakan keadaan Ryn aku juga tidak tenang jika tidak bertemu dengan Ryn, setidaknya aku tau kalau Ryn baik-baik saja" ucap Dirga.


"Kak Ryn sudah baik-baik saja, kakak saya juga sudah move on dari kakak, tolong lah jauhi kakak ku ka Dirga" ucap Rania.


"Tolong mengerti aku Ran" ucap Dirga


"Tahap saling mengerti itu sudah hilang kak, sekarang sudah masuk ke tahap baru saling jaga jarak, maaf Rania ngantuk Rania mau tidur Assalamualaikum" ucap Rania menutup telponnya.


"Waalaikummusalam, Ran.. Hallo.. Rania.. Argh....." Melempar handphone nya.


**


"Kakak, dimanapun kakak berada sekarang, apapun yang sedang kakak lakukan sekarang, aku harap Kakak memang sedang Bahagia, dan semoga Dia bisa membuat kakak bahagia, bisa menjaga kakak, kak Ryn orang baik, kakak selalu berjuang demi aku dan keluarga, maafkan Rania, Rania hanya bisa menyusahkan kakak saja" ucap Rania menjatuhkan Air matanya.


...----------------...


Keesokan harinya.


Tok..tok..tok.. (mengetuk kamar Ryn)


"Buk.. Ada tamu" ucap Siti mengetuk pintu kamar Ryn


"Siapa?" ucap Ryn membuka pintu kamar nya.


"Katanya teman Ibu" ucap Siti.


"Yasudah nanti saya kesana" ucap Ryn.


"Baik bu, Saya sediakan minuman dulu ya" ucap Siti.

__ADS_1


"Terimakasih ya Siti" ucap Ryn.


**


Ryn keluar kamar nya, untuk menemui tamu.


"Mita.." ucap Ryn saat mengetahui siapa yang menemui dia.


"Ryn.. Aku kangen sama kamu" ucap Mita berdiri menghampiri Ryn


"Mita.. Kamu sama siapa kesini? Aku juga kangen sama kamu" ucap Ryn membalas pelukan Mita.


"Bagaimana keadaanmu" tanya Mita


"Aku sehat Mita, ayo duduk dulu" ucap Ryn menyuruh Mita duduk dekatnya.


"Aku kesini, karena tidak bisa menghubungimu, nomor kamu ganti?" tanya Mita.


"Maaf Ryn, handphone ku rusak, aku belum sempat membenarkannya" ucap Ryn


"Tidak apa, tapi disini kamu benar baik-baik aja kan Ryn?" tanya Mita


"Iya Mit, aku baik-baik saja" ucap Ryn


"Kamu yakin? Aku mendengar berita kalau suami mu akan menikah dengan model terkenal, apa itu benar?" Tanya Mita.


"Aku tidak tau Mit" ucap Ryn menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku Ryn, aku salah bicara ya?" ucap Mita.


"Tidak apa-apa Mita, tapi aku benar-benar tidak tau tentang itu" ucap Ryn.


"Ryn Jika kamu tidak kuat untuk bertahan lebih baik kamu keluar saja dari sini, untuk apa kamu bertahan" ucap Mita.


"Lalu untuk apa aku pergi, dari awal aku tau kalau memang pernikahan kita tanpa ikatan Cinta, aku hanya menjalankan apa yang harus aku jalankan saja" ucap Ryn


"Tapi bayi mu bukan termasuk dalam kontrak itu kan?" ucap Mita.


"Bayiku... Biarlah semuanya mengalir dulu Mita, aku ingin menjalankan nya dulu, aku tidak mau anak dan adikku menjadi korban, biar aku saja yang jadi korbannya disini" ucap Ryn dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu memang selalu seperti itu, selalu mengorbankan diri sendiri demi kebahagiaan orang-orang" ucap Mita.


"Aku hanya ingin berguna untuk keluarga ku" ucap Ryn


"Menangis lah Ryn, karena itu perlu, Jangan selalu menutupinya jika kamu tidak kuat" ucap Mita mengusap-usap punggung Ryn

__ADS_1


"Terimakasih Mita" Akhirnya kata-kata Mita mampu membuat Air mata yang dia tahan jatuh mengalir.


Bersambung.


__ADS_2