
Ryn sudah kembali kerumah Rasya, dengan penjelasan panjang, akhirnya Rania bisa mengerti dengan semua keputusan Ryn saat itu. Sebenarnya Rasya menyuruh Rania untuk tinggal bersama, tapi Rania menolaknya begitu juga dengan Ryn, bagaimana jika Rania tau apa yang sering dialami Ryn kakak nya, Rania pasti ikut bersedih juga, karena itu Ryn melarang untuk ikut dengannya.
"Maaf jika saya kemarin terlalu keras pada adikmu" ucap Rasya yang masuk ke dalam kamar Ryn.
"Pak Rasya, tidak pak tidak apa-apa Rania akan mengerti dengan sendirinya" Ucap Ryn yang sedang menyender di tiang Jendela.
"Kamu tidak boleh stres kasian kandunganmu" ucap Rasya mendekat ke arah Ryn
"Iya pak, maaf" ucap Ryn menundukkan kepalanya.
"Kamu bisa tidak, saat bicara dengan ku tidak menundukkan kepala mu? " tanya Rasya
"Maaf pak" ucap Ryn
"Yasudah lah terserah kamu saja" ucap Rasya beranjak berjalan meninggalkan Ryn.
"Emm.. Tunggu pak" ucap Ryn dan Rasya menghentikan langkahnya
"Saya mau izin pergi siang nanti" ucap Ryn
"Mau kemana lagi?" tanya Rasya.
"Saya mau pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungan saya pak" ucap Ryn
"Kalau gitu saya yang antar" ucap Rasya.
__ADS_1
"Tidak perlu pak nanti merepotkan bapak, saya pergi sendiri saja pak" ucap Ryn
"Anak yang dalam kandungan kamu, anak saya juga, saya sudah bilang saya akan bertanggung jawab, bagaimana nanti terjadi sesuatu dengan bayi saya." ucap Rasya.
"Baik kalau seperti itu pak" ucap Ryn
...----------------...
"Ryn gadis yang baik, kenapa juga aku harus marah-marah padanya terus, dia juga penurut, tidak minta aneh-aneh" ucap Rasya di dalam ruang kerjanya .
"Tapi Shella.. Aku tidak mau kehilangan Shella (mengambil bingkai foto Shela) Aku sangat mencintai nya" ucap Rasya memandangi foto Shella yang sedang tersenyum.
Tok..tok..tok... (Suara pintu di ketuk)
Galang masuk ke dalam ruangan Rasya dan menghampiri Rasya.
"Saya mau menjemput Bos pergi ke kantor, banyak sekali hal penting yang harus di bahas Bos" ucap Galang
"Hari ini aku tidak bisa, aku mau mengantar Ryn pergi ke dokter" ucap Rasya
"Tapi Bos" ucap Galang
"Kamu kan Asisten saya kamu pasti bisa mengurusi semuanya, jika ada yang penting bawa kemari saja" ucap Rasya
"Biasanya Bos giat sekali pergi ke kantor" ucap Galang
__ADS_1
"Sekarang beda, aku harus mengantar kan Ryn dulu" ucap Rasya
"Baiklah kalau begitu, saya kembali ke kantor saja, permisi" ucap Galang beranjak pergi meninggalkan Rasya.
"Bos.. bos.. mau mengantar istri ke dokter tapi masih memandangi perempuan lain" Batin Galang.
...----------------...
Sedangkan di tempat lain, terlihat Dirga sedang melamun sambil duduk di ruangannya. Farah datang untuk Dirga.
"Dooorrrrr..." ucap Farah dari arah belakang.
"Kangen kamu Ryn" kata-kata yang tidak sengaja terlontar dari bibir Dirga.
"Apa Ryn? Jadi kamu melamun lagi mikirin Ryn?" tanya Farah dengan nada kesalnya.
"Lo ngapain sih?" tanya Dirga sinis
"Jawab Dirga?" ucap Farah
"Iya... Terus kalau emang gue mikirin Ryn kenapa? Lo mau apa?" tanya Dirga.
"Ish.. Aku marah sama kamu!!!" ucap Farah meninggalkan Dirga sambil membanting pintu
"Gue memang belum bisa melupakan Ryn, itu karena gue memang sangat mencintai Ryn, Menyesal pun percuma sekarang" ucap Dirga. kembali duduk sambil masuk kedalam lamunan nya.
__ADS_1
Bersambung.