
"Mit sebenarnya akan ada tamu siapa? semua orang sibuk sekali kelihatannya?" tanya Ryn
"Aku juga tidak tahu, katanya model terkenal dan kekasih nya" ucap Mita.
"Oh orang penting pantas saja" ucap Ryn
"Iya dia juga booking semua tabel VIP" ucap Mita
"Hanya untuk sarapan?" tanya Ryn
"Iya... hanya untuk berdua lagi" ucap Mita
"Ish.. Orang kaya mungkin bingung mau menghabiskan uang dengan apalagi" ucap Ryn.
"Mungkin, tidak seperti kita yang harus bekerja keras, kadang menerima caci maki walaupun tidak sesuai dengan hasil nya" ucap Mita
"Ah yasudah lah jangan terus mengeluh kita harus tetap bersyukur karena kita masih diberikan pekerjaan" ucap Ryn.
"Iya benar Ryn, udah kamu jangan capek-capek biar aku yang kerjain" ucap Mita
"enggak apa-apa Mit, aku bisa ko" ucap Ryn
"Yaudah kamu kerjakan yang ringan-ringan aja, aku kesana sebentar ya" ucap Mita meninggalkan Ryn, untuk mengerjakan tuga yang lainnya.
"Iya" jawab Ryn sambil meneruskan kembali pekerjaannya.
**
Tante Ratih keluar dari ruangan dia langsung menghampiri karyawannya yang ada di dapur.
"Ayo semua y siap-siap, tamu istimewa kita sudah datang" ucap Tante Ratih.
"Baik Bu" ucap semua karyawan yang ada disnaa tak terkecuali para koki.
"Hei kamu.." ucap Tante Ratih pad Ryn
"Iya Bu" Ryn menghampiri Tante Ratih
"Kamu keruang VIP berikan buku menu" ucap Tante Ratih
"Saya Bu?" tanya Ryn
"Iya kamu, yang lain sedang sibuk dengan urusannya, hanya kamu saja yang tidak, cepat berikan jangan biarkan mereka menunggu lama" perintah Tante Ratih
"Baik Bu, permisi" ucap Ryn mengambil Buku Menu dan naik ke ruang VIP.
**
Sampai diruang VIP Ryn mengetuk pintu, setelah menerima jawaban Ryn langsung masuk dengan membawa buku menunya.
"Maaf Tuan dan Nona ini Buku Menunya, silahkan di lihat-lihat" ucap Ryn memberikan Buku tamu dengan sopan.
"Sayang kamu mau pilih yang mana" ucap Seorang wanita pada kekasihnya.
"Apapun yang kamu pilihkan aku suka" ucap Kekasih wanita tersebut sambil fokus dengan hp y
"Suara ini" Batin Ryn
__ADS_1
Karena merasa suara itu mirip dengan suara seseorang, Ryn langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah pria tersebut.
Degg... Benar seperti dugaan Ryn ternyata itu Rasya dia sedang makan dengan kekasihnya di tempat istrinya bekerja.
"Sayang jangan main handphone mulu dong ini lihat dulu, kamu aja yang pesan" ucap Shella dengan manjanya.
"Iya... iya.. sini" mengambil buku menu tanpa melihat sekeliling.
"Saya mau pesan yang" ucap Rasya tertahan karena pelayan yang mengantarkan buku menu itu adalah Ryn.
"Sayang... ko bengong" ucap Shella dan melirik sini ke arah Ryn.
"Ah.. Maaf.. Saya pesan semua yang paling enak di sini" ucap Rasya menutup buku menu dan memberikannya pada Ryn.
"Baik Tuan, saya permisi dulu" ucap Ryn meninggalkan tempat itu.
"Aku lupa dia hari ini kemari, tapi bukannya dia bilang mau izin cuti, kenapa dia malah bekerja kembali" Batin Rasya sambil melihat kearah Ryn.
"Sayang.. Kamu kenapa sih ko enggak fokus gitu, naksir sama pelayan tadi?" tanya Shella
"Ya engga mungkin dong sayang... aku cuma merasa pernah melihatnya" ucap Rasya
"Yailah lah dia kan pelayan disini, mungkin kamu lihat dia saat kamu makan disini, udah ah enggak usah di bahas, aku kesel jadi nya" ucap Shella cemberut
"Maaf sayang, jangan kesel ya" mencium punggung tangan Shella.
Dengan hati yang sedikit sesak, Ryn berjalan ke arah dapur dengan cepat.
"Pak, tamu istimewa ingin pesan semua menu favorit disini" ucap Ryn kepada Koki disana.
Ryn berjalan ke pojok kursi yang ada di dapur, Mita datang menghampiri Ryn.
"Kamu kenapa Ryn?" Tanya Mita
"Tamu itu, dia dan kekasih nya Mit" ucap Ryn menundukkan kepalanya.
"Pak Rasya?" ucap Mita terkejut
"Sttttssss jangan keras-keras nanti banyak yang dengar" ucap Ryn.
"Tapi serius itu pak Rasya dan kekasihnya?" mengulang sekali lagi pertanyaannya.
"Iya Mita, sepertinya dia sengaja kesini, banyak Caffe dan Resto di kota ini tapi dia milih disini" ucap Ryn
"Laki-laki macam apa dia, yang sabar ya Ryn, mungkin ini banyak kebetulan saja" ucap Mita
"Iya Mit, lagi pula dia berhak memilih dimana saja, kenapa juga dia tidak bisa makan disini, memang nya sepenting apa aku buat dia" ucap Ryn menundukkan kepalanya.
"Sudahlah Ryn jangan sedih seperti itu kasian baby mu" ucap Mita.
"Iya Mit, makasih ya udah ngertiin aku" ucap Ryn
"Huh, Memang nya kamu anggap aku apa, pake terimakasih segala?" ucap Mita.
**
Makanan sudah siap semua, lagi-lagi Ryn yang di mintai mengantarkan, walaupun Mita sempat minta untuk menggantikannya, tapi hak tetap berada di Tante Ratih, namun akhirnya Mita bisa membantu Ryn.
__ADS_1
Ryn dan Mita mengantarkan makanan pada tamu VIP mereka.
"Permisi kami mengantarkan menu" ucap Mita
Mita menyajikan makanan di meja sedangkan Ryn yang mengantarkan minuman, seperti pesanan menu yang terfavorit. Ryn menyajikan cappucino terfavorit pada Shella.
saat Ryn sedang menyimpan gelas ke meja Tiba-tiba Shella berdiri dan membuat gelas yang berisi cappucino panas itu jatuh menyiram tangan Ryn.
prankkk (suara gelas jatuh).
"Aaaaawwww..." teriak Shella dan Ryn berbarengan.
Terlihat Rasya buru-buru berdiri. dan berjalan menghampiri tempat Shella dan Ryn.
"Kamu tidak apa-apa" ucap Rasya, langsung memeriksa tangan Shella, tanpa menoleh sedikit pun pada Tangan Ryn yang terluka.
"Ah.. Engga apa-apa tadi aku kaget aja" ucap Shella.
**
"Ryn tangan kamu terluka" ucap Mita menarik Ryn untuk menjauh dari Rasya dan Shella.
"Aku tidak apa-apa Mita" ucap Ryn mengusap tangannya dengan tissu
"Tapi itu tersiram cappucino panas Ryn nanti bisa melepuh" ucap Mita.
"Aku tidak apa-apa " ucap Ryn tersenyum menutupi kesedihannya.
"Bukan tangan ku yang sakit Mit, tapi hatiku" ucap Ryn menundukkan kepalanya.
**
"Kalian ini bisa bekerja tidak sih!!! coffe sepanas ini tidak menyimpannya dengan hati-hati, bagaimana kalau melukai tangan pacar saya?" ucap Rasya dengan nada tinggi.
"Maaf kan saya Tuan, akan saya bersihkan" ucap Ryn menghampiri meja tersebut dan berjongkok untuk membersihkan pecahan gelas.
"Tidak usah Ryn biar aku saja sini yang bersihkan" ucap Mita menahan tangan Ryn.
"Sudah cepat bersihkan ini bukan ajang berdiskusi, jangan sampai kalian di pecat gara-gara ini, merusak suasana baikku saja!!!" ucap Rasya.
"Sudah sayang tidak apa-apa, ini cuma kecelakaan saja, tangan ku juga tidak apa-apa" ucap Shella menenangkan Rasya.
"Kamu memang berhati malaikat, tidak salah aku memilihmu" ucap Rasya pada Shella. Seolah tanpa memperdulikan kalau Ryn masih ada di sana.
"Tahan Ryn kamu bisa" bisik Mita.
"Iya Mit" ucap Ryn berusaha menahan air matanya untuk tidak terjatuh. sambil membereskan pecahan gelas
"Aw..." ucap Ryn memegang jarinya.
"Kamu kena pecahan beling?" tanya Mita
"Tidak apa-apa, ayo cepat selesaikan, aku ingin cepat keluar dari tempat ini" ucap Ryn.
"Iya Ryn" ucap Mita membantu Ryn.
Bersambung.
__ADS_1