Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 54


__ADS_3

Sampai di parkiran rumah Utama, Seperti yang di katakan oleh Rasya, hari ini Rasya membawa, Ryn pergi untuk bertemu dengan Mami.


Ryn hendak membuka pintu mobil, namun tangannya ditahan oleh Rasya.


"Tunggu, diluar gerimis" Rasya membuka Jas nya keluar lebih dulu, dia berlari kecil mengelilingi mobil.


"Ayo turun" membukakan pintu untuk Ryn.


"Terimakasih pak" Ryn turun dari mobil


"Pakai ini, nanti kau sakit" ucap Rasya menutupi kepala Ryn menggunakan Jasnya tadi.


...----------------...


"Bu biarkan saya berikan payung pada Non Ryn dan Den Rasya" ucap mbok Sumi


"Biarkan saja mbok, saya mau tau, bagaimana sikap Rasya pada Ryn" ucap Mami


"Tapi mereka kehujanan Buk" ucap Mbok Sumi


"Tapi lihat lah, Rasya memberikan Jasnya berarti ada kemajuan" ucap Mami tersenyum


"Benar juga buk, jadi kita mengintai di balik jendela ini saja ya buk" ucap Mbok sumi.


"Sssttt jangan berisik" ucap Mami.


...----------------...


"Bapak pakai apa?" tanya Ryn


"Saya bisa berlari, Kamu tetap pakai itu dan jalan hati-hati ini licin" ucap Rasya, Ryn pun menganggukkan kepalanya.


...****************...


Sampai di dalam Rumah.


"Mami kenapa tidak ada yang membawakan kami payung, basah semua jadinya" ucap Rasya.


"Maaf sayang Mami tidak tahu kamu datang" ucap Mami dengan alasannya.


"Assalammualaikum" ucap Ryn saat masuk ke dalam rumah .


"Waalaikumusalam, Ryn anak mami, kamu kebasahan ya.. Mandi air hangat dulu ya.. Biar mbok Sumi yang siapkan" ucap Mami.


"Tidak perlu Mami, Ryn tidak kehujanan, tapi Mas Rasya yang kehujanan" ucap Ryn


"Kalau gitu Rasya kamu ganti baju dulu gih, baju kamu basah semua" ucap Mami.


"Sebenarnya yang anak tuh siapa disini" ucap Rasya mengomel sambil naik ke lantai dua, dimana kamar nya berada.


"Biarkan saja dia, kabar mu bagaimana Ryn? Kandunganmu sehat juga kan?" tanya Mami

__ADS_1


"Alhamdulilah kami sehat Mami" ucap Ryn


"Mami senang mendengarnya, Sini-sini duduk dulu dekat Mami" ucap Mami, membawa Ryn duduk dekatnya.


"Kamu mau makan atau mau minum apa? Mau rujak?" tanya Mami.


"Tidak Mi, tidak perlu repot-repot" ucap Ryn


Seakan mengerti dengan posisi Ibu nya, Ryn memang tidak merasakan keluhan apapun saat dia hamil, tidak merasa pusing, mual, atau menginginkan sesuatu yang berlebih, dia hanya merasakan ngantuk dan lebih nyaman berada di tempat tidur.


"Kalau kamu menginginkan sesuatu, kamu langsung minta saja sama Rasya, Wanita hamil itu pasti selalu ingin di manja, kamu juga jangan sungkan sama suamimu" ucap Mami Menggenggam tangan Ryn.


"Iya Mami" ucap Ryn tersenyum


"Bagaimana mau minta sesuatu, bicara saja aku tidak berani lama-lama" Batin Ryn.


Saat Ryn dan Mami sedang mengobrol tiba-tiba mbok Sumi menghampiri mereka


"Buk ada tamu" ucap Mbok Sumi


"Siapa Mbok?" tanya Mami


"Perempuan, katanya mau bertemu dengan den Rasya" ucap Mbok Sumi


"Perempuan, Bertemu dengan Rasya?" tanya Mami lagi.


"Mungkin teman kantor nya Mi" ucap Ryn, walaupun hati Ryn sama bertanya-tanya nya dengan Mami.


"Hallo selamat Siang tante, semuanya" ucap Perempuan itu dengan pakaian sexy nya.


"Mbak kan saya belum mengizinkan mbak masuk, kenapa sudah masuk lebih dulu" ucap Mbok Sumi.


"Saya menunggu terlalu lama di depan jadi saya masuk saja" ucapnya.


"Tante Maminya Rasya kan? Kenalin saya Shella calon istrinya Rasya, kalian juga pasti sudah tau kan tanpa saya bicara, karena media sudah banyak mengumumkan tentang hubungan kami, Sebenarnya aku kesini cuma mau cari Rasya saja, karena nomor telponnya ga aktif" Ucap Shella dengan gaya sombong nya


"Calon Istri? Siapa yang bilang?" ucap Mami


"Rasya sudah melamar Saya, dari beberapa bulan yang lalu, dan kami sudah bertunangan" ucap Shella melihatkan cincin di jari manisnya. Ryn sekilas melihat cincin itu, dari segi apapun Cincin itu jauh lebih indah dari Cincin pernikahan yang Ryn pakai, Ryn meremas kedua jarinya, berusaha menahan rasa sakitnya.


"Apa... Jadi kalian masih berhubungan?" Tanya Mami yang menahan emosinya.


"Iya tante, beberapa hari yang lalu saja kami baru bertemu" ucap Shella.


"Mami tenang dulu" ucap Ryn menenangkan Mami.


"Mbok panggil Rasya kesini sekarang juga" ucap Mami


"Baik Buk" Mbok Sumi langsung naik keatas.


"Jadi benar Rasya ada disini, kalau gitu biar aku cari sendiri saja keatas" ucap Shella.

__ADS_1


"Diam.. Kamu tetap disitu!!" ucap Mami dengan nada tegas.


Rasya turun dari lantai atas, dia berjalan mendekat kearah Mami. Di ikuti oleh mbok Sumi.


"Shella, untuk apa kamu kesini?" Tanya Rasya.


"Sayang aku Rindu..(berlari memeluk Rasya) Nomor kamu gak aktif jadi aku kesini, engga apa-apa kan?" Tanya Shella dengan gaya manjanya.


"Rasya jelaskan sama Mami" ucap Rasya.


"Jadi Rasya dan Ryn" ucap Rasya namun terpotong oleh Mami.


"Tidak perlu ceritamu dengan Ryn, mami sudah tau semuanya, tapi Mami tidak masalah dengan itu, karena kalian menikah SAH, dan Mami juga sangat menyukai kepribadian Ryn" ucap Mami tegas.


"Jadi Mami sudah tau" ucap Rasya.


"Iya, selama ini Mami diam, tapi Mami tetap mengawasi kalian, lalu bagaimana dengan wanita itu? " Tanya Mami.


"Menikah, maksud nya siapa yang menikah?" Tanya Shella kebingungan.


"Kamu tenang dulu" ucap Rasya berusaha menenangkan Shella.


"Kamu jelaskan sama aku" ucap Shella.


"Iya..!! Rasya sudah menikah, dengan Ryn, dan sekarang Ryn sedang mengandung" ucap Mami merangkul pundak Ryn. Yang dari tadi diam, menahan sesak di dadanya. Dia berusaha sekuat mungkin untuk tidak menjatuhkan air matanya.


"Sayang kamu.. Kamu sudah menikah??" ucap Shella


"Dengarkan aku dulu Shella, aku punya alasan" ucap Rasya.


"Alasan.. Alasan apa.. Aku kecewa sama kamu.." ucap Shella berlari keluar meninggalkan Rasya.


"Shella tunggu, Shella..." beranjak untuk mengejar Shella.


"Rasya stop.. Biarkan dia pergi, Kamu juga harus menjelaskan pada Ryn" ucap Mami


"Tapi Mi, Shella butuh penjelasan dari Rasya" ucap Rasya.


"Istri mu juga butuh Rasya" ucap Mami


"Maaf Mih, Rasya harus mengejar Shella" ucap Rasya berlari mengejar Shella tanpa memperdulikan panggilan dari Mami nya.


"Rasya... RASYA..... !!!!! Arghh..." Memegang dada nya yang sesak.


"Mami, mami, mbok, telpon Ambulan kita bawa Mami kerumah sakit sekarang" ucap Ryn menopang kepala Mami yang jatuh pingsan.


"Baik Non" Mbok sumi langsung bergegas lari ke arah telpon rumah, untuk menelpon Ambulan.


"Mami, Ryn mohon Sadar Mi, Mami maafkan Ryn Mi, Semua pasti gara-gara Ryn" ucap Ryn menangis.


"Jangan tinggalkan Ryn, Ryn sudah tidak punya siapa-siapa lagi, Mami sudah Ryn anggap seperti Mama Ryn sendiri" menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2