Menjadi Istri Pura-Pura

Menjadi Istri Pura-Pura
Episode 87


__ADS_3

Di dalam ruangan, Galang sedang fokus mengetik beberapa laporan.


"Bagaimana tugas mu satu minggu ini?" ucap seseorang duduk di hadapan Galang.


"Menurut anda?" jawab Galang, seolah tau suara siapa yang sedang dia dengar, tanpa menoleh, Galang pun terus mengetik


"Maaf ya, saya sudah banyak merepotkan mu" ucap Rasya, iya ternyata suara itu adalah suara Rasya


"Asal tidak masalah hati, saya masih bisa mengurusnya" ucap Galang datar


"Bagaimana dengan Ryn?" tanya Rasya kembali


"Anda kan suaminya, kenapa harus tanya saya?" jawab Galang


"Saya,," ucap Rasya tertahan


"Bukan kah wanita itu sedang mengandung anak Anda, hebat sekali ya pesona mantan, sampai-sampai membuat laki-laki yang hobby kerja rela meninggalkan pekerjaannya selama satu minggu, dan bahkan sekarang melupakan calon anak kandung nya sendiri" ucap Galang seolah sedang melampiaskan rasa kesal nya.


"Tapi dia sedang sakit, dia hanya sendiri disini, dan bukan kah manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua?" ucap Rasya


"Ryn juga masuk rumah sakit, dia juga sendirian di rumah sakit, walaupun status dia sebagai istri, iya anda benar semua manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua, tapi situasinya yang tidak berhak, anda sudah punya istri dan sebentar lagi akan menjadi ayah, harusnya anda paham dengan status anda" ucap Galang lagi


"Sudahlah saya tau kamu pasti selalu membenci shela" ucap Rasya


"Saya menilai seseorang sesuai prilakunya, sebaiknya anda pulang sekarang, istri anda khawatir menunggu suaminya yang pergi ke luar kota" ucap Galang.

__ADS_1


Rasya pun pergi meninggalkan Galang..


...----------------...


"Sudah bu, ibu istirahat saja, biar saya yang mengerjakan ini" ucap Siti melihat Ryn sedang mencuci piring kotor.


"Aku bosan Siti harus duduk dan tiduran, biar aku bantu saja" ucap Ryn


"Ibu kan baru pulang dari rumah sakit, kasian ade bayi bu" ucap Siti


"Baik lah kamu yang kerjakan, saya ke kamar dulu" ucap Ryn dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Ryn sedang duduk menghadap balkon kamar, sambil menyisir rambutnya.


"Memang ibu, sedang melihat apa disitu?" ucap seseorang dan membuat Ryn langsung menoleh.


"Mas.. Mas kapan datang, ko aku tidak melihat mobil Mas masuk??" ucap Ryn berdiri dan memeluk suaminya.


"Mobil ku sudah masuk dari tadi, saat kamu mencuci piring kotor di dapur" ucap Rasya membalas pelukan Ryn


"Mulai bias ngumpet-ngumpet ya mas.." ucap Ryn


"Bagaimana kabarmu?" tanya Rasya melepaskan pelukan Ryn dan memelototi semua bagian tubuh Ryn


"Apa sih mas aku gapapa, aku sehat ko" ucap Ryn dengan senyum ceria nya.

__ADS_1


"Katanya kamu masuk rumah sakit ya? Maafkan aku ya Ryn aku tidak menemani mu kemarin" ucap Rasya


"Tidak apa-apa mas, kan mas juga sibuk kerja" ucap Ryn masih dengan senyumannya.


"Anak ayah ga nakal kan, sebentar lagi kita ketemu ya nak" ucap Rasya sambil mengelus-elus perut Ryn


"Iya Ayah, aku ga nakal ko" ucap Ryn menirukan suara anak kecil.


"Aku bersih-bersih dulu ya Ryn" ucap Rasya berlalu.


"Pasti baju nya kotor semua" membuka koper milik Rasya


"Wangi bajunya, banyak baju baru ternyata, apa ini, struk belanja, bukan kah ini toko yang ada di dekat rumah sakit aku di rawat kemarin, tgl pembeliannya, sama seperti tgl ku di rawat juga" ucap Ryn bingung


"Kamu sedang apa?" tanya Rasya baru keluar dari kamar mandi


"Aku mau mengambil baju kotor mas, tapi ternyata bersih semua" ucap Ryn gugup


"Jangan sembarangan membuka koper orang (sambil mengambil struk yang ada di tangan Ryn) kenapa sekarang kamu jadi lancang, lain kali izin dulu" ucap Rasya dengan nada tinggi dan menutup kembali kopernya, membuat Ryn diam kaku.


Bersambung..


*Huufhh dengan segala niat, baru aku buka lagi, novel ini, mengerjakan novel ini kenapa rasanya sulit banget ya guys.. Banyak hal yg harus di pertimbangkan, tapi menurut kalian aku lanjut jangan yaa???


Komenn dibawah)

__ADS_1


__ADS_2