
Sampai dirumah Pribadi Rasya. Siti asisten rumah tangga di rumah pribadi Rasya langsung menyambut ke datangan mereka.
"Selamat datang, Pak Rasya, Bu Raina, pak Galang" ucap Siti sopan
"Terimakasih mbak" ucap Ryn
"Panggil Siti aja, Bu, umur saya masih muda" ucap Siti
"Oh.. Oke Siti, terimakasih untuk sambutannya" ucap Ryn
"Antarkan Ryn kekamarnya." ucap Rasya
"Baik pak, mari Bu, biar saya bawakan Tas nya" ucap Siti
"Saya bawa sendiri saja" ucap Ryn
"Tidak apa Bu, biar Siti aja" ucap Siti mengambil Tas milik Ryn. Dan membawanya masuk ke satu kamar yang ada di lantai 1, Rasya sengaja menyuruh Ryn mengunakan kamar utama karena Ryn sedang hamil jadi tidak perlu bulak-balik naik tangga.
"Ini dia kamar nya Bu, Ibu silahkan istirahat, Biar Siti yang bereskan baju-baju Ibu" ucap Siti membukakan pintu kamar untuk Ryn
"Terimakasih Siti" ucap Ryn Tersenyum.
"Ibu Cantik sekali, Bapak bilang Ibu sedang mengandung ya?" ucap Siti sambil membereskan baju-baju kedalam lemari.
"Iya, aku sedang mengandung" ucap Ryn namun wajah nya sendu . Siti yang memang dari awal mendengar niatan Rasya yang menikah pura-pura dengan Ryn, seolah mengetahui isi hati Ryn.
"Anak itu akan menjadi penyemangat ibu dan Anak itu juga akan menjadi pelindung Ibu kelak, jadi Ibu tidak boleh bersedih ya" ucap Siti menghampiri Ryn.
"Terimakasih Siti, apa kamu tau sesuatu?" tanya Ryn
"Siti mendengar pembicaraan pak Rasya dan pak Galang saat awal-awal Bu, jadi Siti tau, ibu harus kuat ya" ucap Siti
"Sebenarnya aku sudah tidak kuat, aku ingin pergi saja Rasanya, tapi aku sadar aku masih ada Adik dan nenekku, aku juga terikat kontrak, aku tidak bisa pergi kemana-mana, aku tidak mau adik dan nenekku, menderita gara-gara aku, Biar aku saja yang merasakannya, sekarang aku juga sedang mengandung, bagaimana nasib anakku nanti" ucap Ryn tidak terasa meneteskan air matanya, Ryn seolah mendapatkan teman baru, tempat untuk bercerita.
"Sabar Bu, Ibu pasti kuat, ikuti alur saja Bu percayalah di balik hujan akan ada pelangi yang menyinari" ucap Siti.
"Terimakasih siti, aku sangat senang sekali bisa mendapatkan teman seperti kamu disini" ucap Ryn
"Jangan Bu, aku hanya seorang pembantu, tidak pantas menjadi teman Ibu" ucap Siti
"Kamu jangan seperti itu, kita sama Siti, hanya posisi nya saja yang berbeda" ucap Ryn.
__ADS_1
"Yasudah Ibu jangan sedih, ada Siti disini yang akan menemani Ibu" ucap Siti.
"Iya Siti.." ucap Ryn Tersenyum sambil menghapus air mata yang jatuh di pipinya.
Galang mengikuti Rasya masuk ke dalam kamar nya yang berada di atas.
"Galang, Shella pergi lagi, sangat mendadak sekarang nomor handphone nya pun tidak aktif" ucap Rasya duduk di Sofa yang ada di dalam kamarnya.
"Bos mau saya mencari tau tentang Shella?" tanya Galang.
"Tidak perlu, Shella tidak mungkin akan macam-macam, dia hanya sedang sibuk saja mungkin" ucap Rasya
"Baiklah kalau begitu, kalau bos tidak mau, saya tidak akan mencari tau, tapi jika saya boleh memberi saran, Cari tau lah sebelum terlambat" ucap Galang
"Maksud mu apa? Kamu kira Shella akan berbuat macam-macam? Dia itu gadis baik, dan lembut, bahkan mematikan seekor semut saja dia tidak tega!" ucap Rasya membela Shella.
"Saya hanya, memberi saran saja Bos, kalau gitu saya permisi" ucap Galang meninggalkan Rasya.
...----------------...
Malam hari Rasya pulang dengan keadaan mabuk-mabukan, Karena Kamar Ryn yang lebih dekat dengan pintu utama jadi Ryn yang mendengar suara Bel pintu. Ryn yang baru selesai menunaikan sholat malam nya, segera keluar kamar tanpa membuka mukena yang dia pakai.
Ryn membuka pintu.
"Sebentar Ryn bawakan Air dulu" Ryn berlari kedapur dan kembali dengan membawakan Air dan minyak kayu putih untuk Rasya.
"Bapak kenapa mabuk-mabukan seperti ini" ucap Ryn memberikan air minum dengan menahan kepala Rasya.
"Ehmm... Alkohol nya menyengat sekali, minum berapa banyak " ucap Ryn sambil mengolesi kepala Rasya dengan minyak kayu putih.
"Ehmmm... Shella kenapa kamu meninggalkan aku" ucap Rasya menahan tangan Ryn dan memegangnya erat
"Maaf pak saya bukan mbak Shella" mencoba melepaskan tangannya
"Shella jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu, aku ingin bersamamu selamanya, jangan tinggalkan aku ya, hanya kamu yang ada di hati ini.." ucap Rasya dengan mata terpejam dan menahan tangan Ryn , Tiba-tiba air mata Ryn keluar dengan cepat.
"Maaf lepaskan tangan saya" menarik nya dengan kencang. Dan berdiri menjauhi Rasya
"Ehmmm Shella kamu mau kemana, Shella jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpa kamu " Rasya bangun dengan sempoyongan dan hampir terjatuh dari Sofa, namun Ryn dengan cepat menahannya. menidurkannya kembali.
"Aku tidak akan melepaskan mu lagi" ucap Rasya mengigau.
__ADS_1
Ryn kekamar nya, mengambil selimut dan meniti tubuh Rasya.
"Apa tidak ada aku sedikit saja dihatimu" gumam Ryn sambil membukakan sepatu Rasya, dan kembali mengoleskan minyak kayu putih di kepala Rasya.
Karena Rasya terus mengigau, dan Karena ke khawatiran Ryn, Ryn pun terus menunggui Rasya, sampai Ryn ketiduran di atas di lantai dan kepalanya di atas meja.
**
Adzan subuh Rasya sadar walaupun kepalanya masih berat dia berusaha duduk sambil memijat kepalanya.
"Agrhhhh..... (memijat kepalanya) Kenapa aku disini, selimut ini??" Rasya kebingungan, dia mencoba mengingat apa yang terjadi, Rasya pun melihat keseliling , matanya terjatuh pada Ryn yang sedang tertidur di lantai sambil kepalanya bersandar di atas meja.
"Ryn... Jadi Ryn yang memberikan selimut ini" Rasya mencoba menghampiri Ryn dengan jalan yang masih sempoyongan.
"Kenapa kamu tidur disini" gumam Rasya, Rasya menatap wajah Ryn yang terbalut mukena.
"Cantik alami walau tanpa Riasan, sejuk sekali di pandang" ucap Rasya, Rasya mencoba menyentuh wajah Ryn, namun Ryn merubah posisinya, karena takut Ryn bangun Rasya Langsung naik ke atas, untuk masuk ke kamar nya.
"Emhh... Kenapa aku ketiduran disini, Pak Rasya sudah tidak ada sudah bangun seperti nya" melihat ke arah sofa yang semalam Rasya tiduri.
"Sudah subuh juga (menatap ke arah jam) Sebaiknya aku sholat dulu" ucap Ryn beranjak pergi ke kamarnya. Untuk melaksanakan Sholat subuh.
Di dalam kamar Rasya menjatuhkan tubuh nya ke atas kasur.
"Kenapa hatiku jadi bergetar saat melihatnya tadi, perasaan apa ini" ucap Rasya memegang dadanya.
"Jangan... Rasya ... Jangan sampai kamu menyukai Ryn" ucap Rasya mengabaikan perasaan nya. Dan kembali melanjutkan tidurnya.
**Bersambung.
Hallo semuaa... Aku mau kasih Info dulu nih
Bagi Teman-teman yang mau ngobrol bareng aku dan team Atau mau Tanya-tanya tentang novelku...
Boleh gabung ya.. di GC aku @AdrianaNiandra
cara masuk harus sertakan nama dan Novel favorit kalian dari beberapa novel ku, jangan lupa tinggalkan jejak juga.
Contoh:
( Izin masuk : Nia Dari Novel MIPP )
__ADS_1
Jika sesuai contoh , Nanti akan ada Admin yang langsung ACC @Ana_Nurull
Terimakasih dan selamat bergabung , Terlovelove** .